<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649</id><updated>2012-01-06T04:57:13.162-08:00</updated><title type='text'>Gapura Cinta Pakuan</title><subtitle type='html'>Kepada Segenap Saudaraku Seagama, Sebangsa dan Setanah Air, saya berpesan: Mari kita jaga kehormatan agama, bangsa dan negara dengan Amal Saleh dan jauhi perilaku yang merugikan dan mencoreng kemuliaan agama, nusa dan bangsa. Perbuatan teror dan terorisme adalah bentuk nyata dari pengingkaran atas ajaran Islam yang dibawa Nabi Besar Muhammad SAW.Terorisme tidak lain dari KEPUTUSASAAN (TAEIS) YANG DIHARAMKAN ALLAH DAN RASULNYA.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-5698252610262164784</id><published>2009-05-01T10:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T10:27:17.709-07:00</updated><title type='text'>HIDAYAT NUR WAHID BANTAH WAHABI</title><content type='html'>Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR, mantan Ketua Umum PKS menyatakan : "Saya dan PKS bukan Wahabi". Peryataan ini disampaiikan usai melantik anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4/2009). Dia melanjutkan, Sangatlah tidak logis jika dirinya dicap sebagai antek Wahabi. "Saya pendiri partai politik dan mantan ketua partai. Dari situ saja isu itu fitnah yang mengada-ada," sambungnya. Gerakan Wahabi adalah gerakan yang berkembang di Timur Tengah. Gerakan ini salah satu ciri khasnya adalah membid'ah kan dan mengharamkan partai politik. Begitu pemberitaan di Detik Pemilu, Rabu, 29/4/09. Benarkah Wahhabi seperti itu ? Mengapa Hidayat Nur Wahid dan PKS ketakutan dianggap sebagai Wahabbi ? Siapa (Apa) sebenarnya Wahhabi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Wahabi Sudah Diramalkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. Bersabda: Allahumma bârik lanâ fî syâminâ wa fî  yamaninâ, qôlû: wa fî najdinâ, qôla: hunâka al-zilâzalu wa al-fitanu wa bihâ yathlu’u qornu asy-syaithâni. Artinya: “Ya Allah, berkatilah Syam dan Yaman kami. Para Shahabat berkata: dan demikian juga Nejd kami. Rasulullah SAW. bersabda: “(Nejd, tidak karena) di sana akan muncul kegoncangan-gegoncangan dan fitnah-fitnah (tuduhan-tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan) dan di sana pula akan muncul generasi (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut) syetan (teroris).” (H.R. Bukhari, Ahmad dan Nasai dari Ibnu Umar ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35118).&lt;br /&gt;”Ramalan” Rasulullah SAW. Pada hadis di atas telah sempurna ketika munculnya Wahabiyah (Wahabisme) yang dimulai dari Uyainah di wilayah Nejd. Wahabiyah, adalah gerakan sosial-politik berdasarkan hukum Islam menurut alam pikiran pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi (1703-1787/1115-1201 H. &lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi dalam dakwah-dakwahnya yang sangat radikal, keras, kaku dan tanpa kompromi khususnya terhadap apa yang mereka anggap sebagai bid’ah dan khurafat mendapat perlawanan sengit bukan hanya dari kelompok Ahlussunnah, Kaum Shufi, Thariqat dan Syi’ah akan tetapi dari saudara kandungnya sendiri, Sulaiman, dan sepupunya Abdullah bin Hussein yang mengakibatkan pertumpahan darah antara suku-suku di Yamamah (tanah kelahiran Musailamah Al-kadz-dzab).  &lt;br /&gt;Pada periode pertama gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab mendapat dukungan penuh dari penguasa Dariyah, Muhammad bin Sa’ud dan para penerusnya yang terlibat peperangan dengan Syekh Riyad, Dahham bin Dawwas (1747 M) selama 28 tahun. Kemudian persekutuan Wahabiyah-Ibnu Sa’ud menyerang dan menaklukkan Riyadh, seluruh wilayah Nejd, Karbala (kota suci Syi’ah di Irak), Madinah, Makkah dan Jeddah. Pada tahun 1811 M. Imperium Wahabi telah terbentang dari Aleppo di utara ke Lautan Hindia, dari Teluk Persia di front Irak sampai ke Laut Merah di barat. &lt;br /&gt;Imperium dan ekspansi Wahabiyah-Ibnu Sa’ud periode pertama telah menyebabkan kerugian tak terhingga atas jiwa, harta dan situs-situs budaya kaum muslimin dan baru berakhir setelah Dariyah, pusat gerakan Wahabi diduduki pasukan Ibrahim Pasya dari Kekhalifahan Turki Utsmani tahun 1818 M. Penguasa Nejd, Abdullah bin Sa’ud  ketika itu ditangkap, dikirim ke Constantinopel dan dihukum penggal di sana. &lt;br /&gt;Periode kedua gerakan Wahabiyah dimulai tahun 1901, setelah Abdul Aziz II bin Abdurrahman didukung ulama-ulama radikal Wahabi dan Kolonial Inggris di Timur Tengah   berhasil memasuki Riyad. Selanjutnya Abdul Aziz berhasil menguasai kembali tanah kekuasaan kakeknya, Nejd pada 1921, Hail, Makkah pada 1924, Madinah dan Jeddah pada 1925. Kekuasaan Wahabi dan Ibnu Sa’ud berlangsung sampai sekarang dengan dukungan Amerika, Inggris dan sekutu-sekutu mereka.&lt;br /&gt;Umat Islam perlu mewaspadai politik adu domba antar umat Islam yang mungkin dimaikan oleh Israel melalui Rabithah Alam Islami, karena organisasi ini  sangat dipengaruhi oleh kebijakan penguasa Saudi Arabia yang sudah berada di dalam kendali Amerika Serikat dan Inggris sedangkan Amerika dan Inggris keduanya tunduk kepada Israel. Sejarah mencatat bagaimana perpecahan umat Islam telah terjadi akibat pemahaman yang sempit dan kaku tentang beberapa ayat Alquran dan Hadits yang menyebabkan munculnya budaya saling mencap sesat dan kafir, dimana pada gilirannya akan membuat energi umat Islam terkuras dengan kedua hal tadi, sedangkan Israel dengan dukungan politik dan finansial sekutunya akan lebih memperkuat cengkramannya atas Palestina. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apakah Hidayat Nur Wahid dan PKS Wahabi?&lt;br /&gt; Secara aqidah dan syari’ah, Wahabi tidak pernah mengharamkan politik karena Wahabi dalam realitasnya yang sekarang dapat dibagi kepada beberapa kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;1. Wahabi Sa’udi : Adalah kelompok pengikut Muhamad Bin Abdul Wahab yang menjadi pendukung Dinasti Sa’ud di Saudi Arabia. Wahabi ini berperan penting untuk mengamankan kedudukan Raja (Sistem Kerajaan) di Saudi Arabia. Kelompok ini giat memberikan bantun keuangan kepada kelompok-kelompok Wahabi di luar negeri untuk menyebarkan ajaran Wahabiyah melalui isu memberantas pemurtadan (Kristenisasi), aliran yang dianggap sesat oleh pola pikir mereka, bid’ah versi wahabi dan lain-lain. Kelompok Wahabi Sa’udi ini sangat logis tidak menyenangi politik atau bisa juga meng-”Haram”-kan politik demi menjaga keharmonisan mereka dengan penguasa Saudi Arabia. Jadi, yang benar adalah bahwa para pengikut Wahabi Sa’udi tidak mau mendirikan  partai politik yang akan menjadi oposisi bagi penguasa Ibnu Saud karena mereka berhutang budi kepada pemerintahan dan dinasti tersebut. Adapun melaksanakan dan berpolitik yang mendukung Rezim Sa’udi adalah HALAL bagi mereka. Demikian juga Wahabi di luar Sa’udi biasanya sangat menggandrungi politik, dengan dalil Amal Ma’ruf Nahi Munkar. Adakah para pengikut Wahabi di partai politik seperti PKS, PBB, dan PPP? &lt;br /&gt;2. Wahabi Mishri : Kelompok Wahabi yang menjadi pengikut Sayyid Quthub dengan Ikhwanul Musliminnya. Kelompok ini menjadi ”musuh bebuyutan” Pemerintah Mesir pada khususnya.&lt;br /&gt;3. Wahabi Palestin: Adalah para pengikut Syaikh Taqiudddin An-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir. Kelompok wahabi yang muncul di Palestina ini secara resmi ”mengharamkan” demokrasi, tetapi secara tidak resmi (tidak mengatas namakan Hizbut Tahrir)  para pengikutnya sangat aktif bergerak di bidang politik melalui partai politik yang mereka anggap berasaskan Islam guna membackup cita-cita pendirian Khilafah atau Negara Islam. Sebaiknya diadakan penelitian untuk membuktikan ada atau tidak adanya tokoh/pengikut Hizbut Tahrir Indonesia yang menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS).&lt;br /&gt;4. Wahabi Afghani : Kelompok wahabi yang sangat radikal, termasuk di dalamnya Thaliban, Jamaah Islamiyah, Al-Qaeda dan organisasi sejenisnya yang tersebar seperti di Irak, Afghanistan, Pakistan (Jamaat’i Islami bentukan Abul ’Ala Maududi), Philipina dan Indonesia.&lt;br /&gt;Walhasil,  Wahabi atau bukan Wahabinya Hidayat Nur Wahid dan PKS itu sebenarnya dapat kita lihat dari adanya dilalah (indikasi) gerakan-gerakan mereka dan buku-buku yang mereka tulis yang mengarah ke sana. Akan tetapi kita tidak perlu mendesak siappun untuk mengakui kewahabiannya. Yang penting bangsa Indonesia jangan sampai melilih siapapun orang dan dari golongan apa pun yang menyenangi permusuhan antar maupun intern umat beragama, membesar-besarkan perbedaan pemikiran (tafsiran) keagamaan dan yang senang memprovokasi umat untuk bertindak anarkis atas nama agama. &lt;br /&gt;Di antara kebiasaan buruk sebagian para da’i (muballigh) Wahabi dalam berda’wah adalah menjelek-jelekan kelompok lain yang berseberangan, mencaci maki, memprovokasi umat untuk berbuat anarkis atas nama agama, menganggap sesat bahkan kafir lawan, dan menghalalkan terorisme atas nama agama. Mengenai cara pidato mereka, Rasulullah Saw. telah diberitahu Jibril dalam perjalanan spiritual beliau (Mi’raj) sebagai berikut:  ”....SELANJUTNYA RASULULLAH MELIHAT LAGI SUATU KAUM YANG MENGGUNTING-GUNTING BIBIR MEREKA DENGAN GUNTING DARI NERAKA. BILA BIBIR ITU TERGUNTING, KEMUDIAN KEMBALI LAGI SEPERTI BIASA BERULANG KALI. JIBRIL BERKATA : ”MEREKA ITU PARA KHATIB/JURU PIDATO YANG SUKA MENIMBULKAN FITNAH (KERUSUHAN)...”&lt;br /&gt;Wa aakhiru da’wanaa ’anilhamdulillahi rabbil ’alamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-5698252610262164784?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/5698252610262164784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=5698252610262164784&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/5698252610262164784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/5698252610262164784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2009/05/hidayat-nur-wahid-bantah-wahabi.html' title='HIDAYAT NUR WAHID BANTAH WAHABI'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-6854258330850575081</id><published>2009-03-15T02:16:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T02:17:54.436-07:00</updated><title type='text'>KHILAFAH PEPESAN KOSONG HIZBUT TAHRIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: Abu Fuad Al-Mawi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Sebagai seorang muslim yang mengerti betul hakikat Islam dan ummatnya sudah pasti sangat merindukan berdirinya Khilafah, karena tanpa seorang Khalifah (Imam) sebagai nakoda Al-Khilafah, maka kehidupan normal (sempurna) kaum Muslimin tidak pernah akan tercapai. Bahkan sejarah para Nabi dan umat mereka masing-masing telah membuktikan akan kenyataan ini. Demikian ini adalah karena Al-Khilafah atau Al-Imamah adalah salah satu Sunnatullah yang tidak pernah berubah. Al-Qur’an dan Sunnah dengan jelas telah memberi tahu kita bahwa jika Allah SWT berkehendak mengaruniai Al-Khilafah atas suatu umat maka Dia pasti mengirim satu atau beberapa Nabi (Rasul)-Nya, yang kemudian diikuti oleh para Khalifah mereka yang meneruskan kepemimpinan para Nabi (Rasul) itu.&lt;br /&gt; Al-Khilafah Al-Haqqah (Khilafah yang benar) adalah Al-Khilafah yang benar-benar didirikan Allah SWT dan sudah pasti bukan hasil rekayasa dan keinginan manusia, bukan pula hasil kampanye “gembar-gembor” khilafah sebagaimana banyak dilakukan saudara-saudar kita dari Hizbut Tahrir dan organisasi semisalnya.  Demikian ini telah dijelaskan Allah SWT dengan firman-Nya “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka khalifah (yang berkuasa) dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka menjadi khalifah, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-khilafah Al-Masihiyyah (Al-Mahdawiyyah) versus khilafah pepesan kosong Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;Sunnah Rasulullah Saw. dan bahkan Sunnah para nabi sebelumnya memberikan gambaran dengan sangat jelas, bahwa adanya Khilafah itu didahului oleh Nubuwwah (Kenabian). Memang dalam Hadits Rasulullah Saw. dinubuwatkan (diramalkan secara pasti) bahwa pada akhirnya Umat Islam akan memperoleh khilafah ‘ala minhaj al-nubuwwah (Khilafah yang berdasarkan system kenabian). Dan ini tidak dapat diusahakan atau dikampanyekan sesuai keinginan sekelompok atau beberapa kelompok Umat Islam. Sepanjang sejarah agama Tauhid, tidak ada al-khilafah al-haqqah yang berdiri hasil dari musyawarah, konperensi atau hasil “gembar-gembor” karena khilafah “pepesan kosong” semacam ini tidak ada contohnya baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hadits mutawatir, bahwa Khilafah di akhir zaman ini dipercayakan kepada Isa Ibnu Maryam as atau dikenal dengan Al-Masih Al-Mau’ud (Al-Masih yang dijanjikan) yang secara otomatis dia juga bergelar Al-Mahdi (Imam Mahdi). Hadits menyatakan : Lā mahdiyya illā isa (Tidak ada Imam Mahdi melainkan Isa itu sendiri) dan Kaifa antum idzā nazala ibnu maryama fiikum wa imāmukum minkum (Bagaimana sikap kalian jika turun Isa Ibnu Maryam pada lingkungan kamu sekalian sedang ia bertindak sebagai pemimpin dari kalian juga).&lt;br /&gt;Dengan menggunakan harfu al-takyif (kaifa antum=bagaimana sikap kalian), Rasulullah Saw. nampaknya sudah diberi tahu akan masa mendatang, yakni ketika Al-Masih yang dijanjikan datang di dunia ini banyak dari umat beliau akan yang menentang atau tidak mengakuinya sebagai Al-Masih Al-Mau’ud.&lt;br /&gt;Sesuai dengan gaya bahasa dan sifat-sifat hadits nubuwatan (ramalan pasti) dari Rasulullah Saw. Hadits-hadits tersebut harus difahami dengan menggunakan pendekatan balaghiyyah (gaya bahasa baik secara hakiki maupun majazinya) dan manthiqiyyah (secara logika masuk akal atau tidaknya) dengan senantiasa berorientasi kepada Al-Qur’an disamping dengan menggunakan ulūmu al-hadiits (dirayah atau riwayah) . Jika tidak demikian saya yakin sepandai apapun orang tidak akan berhasil mengkompromikan hadits-hadits itu hingga mencapai kesimpulan yang jelas. Dalam kondisi seperti ini, fungsi Malaikat Jibril akan sangat diperlukan, anda boleh setuju ataupun tidak dengan pendapat saya ini. &lt;br /&gt;Seperti hadits yang mengatakan bahwa; Nabi Isa ketika datang akan memecahkan salib dan membunuh babi. Secara ilmu hadits, hadits ini sangat sahih karena diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim serta tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Akan tetapi untuk memahaminya tidak bisa secara hakiki (apa adanya) karena tidak mungkin Al-Masih yang dijanjikan pergi ke sana ke mari mengelilingi dunia untuk merusak salib baik yang berada di gereja, rumah atau yang dipakai kalung oleh orang-orang Kristen di samping harus pergi ke hutan belantara dan peternakan untuk membunuh babi-babi. Dari semenjak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad tidak ada yang diberi tugas seperti ini. Hadits seperti ini harus dipahami secara majazi (majaz mursal) sehingga umat Islam bisa memahami bahwa tugas Masih Mau’ud itu adalah untuk merontokan aqidah Ketuhanan Yesus dan Penebusan Dosa yang sangat erat sekali dengan symbol salib melalui barāhin (argumentasi-argumentasi) yang sangat jitu  yang membuktikan bahwa Nabi Isa yang dianggap Tuhan, sebenarnya telah wafat serta dan dikubur di Srinagar Kasmir).  Membunuh babi diartikan bahwa Masih Mau’ud atau Imam Mahdi yang digelari Tuhan dengan Khalifatullah Al-Mahdi akan mengajarkan dan menyegarkan kembali semangat untuk mengikuti akhlak Rasulullah Saw. sehingga sifat-sifat babi/hewani manusia bisa diminimalisir atau bahkan bagi orang-orang tertentu dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Saya duduk di SMP Tjokroaminoto Maja sekitar tahun 1980 sampai mengajar di pesantren Assalam Maja dari 1984 - 1989 saya sudah gandrung dengan masalah Khilafah atau Imamah ini karena memang saya berasal dari Islam Garis Keras dan Islam Politik . Setelah saya pelajari Islam lebih luas dan dalam lagi dengan ajaran-ajaran tasawuf sambil mengesampingkan hayalan mendapatkan kekuasaan dengan “menjual” Islam sebagai komoditasnya.  Saya berkesimpulan, bahwa untuk memperoleh kemenangan Islam II di akhir zaman ini segenap umat manusia harus diseru untuk bergabung di dalam Khilafah yang telah didirikan Tuhan melalui Imam Mahdi as. dibawah Panji Lāiaha illallah muhammadurrasūlullah.  Hanya Imam Mahdi dan para Khalifahnyalah yang berhak menerima ba’at dari umat Islam. Nabi Saw. dalam hadits At-Thabrani bersabda: “Apabila kalian melihat Al-Mahdi (baik langsung atau tidak) telah muncul maka hendaklah kalian berbai’at kepadanya, karena sesungguhnya ia adalah Khalifatullah Al-Mahdi”. Jadi untuk mengangkat seorang Khalifah terlebih-lebih Khalifah yang memegang kekuasaan politik dan teritorial adalah tidak mungkin, apalagi di Indonesia yang segenap warganya telah terikat dengan Pancasila dan UUD 45 sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. Alangkah malunya umat Islam kalau harus paling duluan mengkhianati Perjanjian Luhur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun keinginan dan hayalan untuk mendirikan Khilafah Islamiyah atas dasar ambisi politik dengan agam sebagi kedok tidak mungkin hilang dari muka bumi, kita berharap semoga kelompok-kelompok yang menyuarakan hal itu tidak memaksakan kehendak dan disampaikan secara santun dalam menyuarakannya. Kalau mereka berbuat sebaliknya, maka mereka dapat tidak diragukan lagi sebagai para Perusak Citra Islam terlebih-lebih jika harus dengan ngebom sana ngebom sini melalui aksi-aksi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat Khilafah Al-Masih (Imam Mahdi)&lt;br /&gt;Sifat-sifat Khilafah Al-Masih atau Imam Mahdi as. adalah penjelmaan sifat jamali (indah dan lemah lembut)nya Rasulullah Saw.  Khilafah ini murni Khilafah Keagamaan, sama sekali bukan dan tidak bertujuan politik, hal ini diisyaratkan dengan jelas dengan janji Nabi Muhammad Saw. bahwa yang akan datang di akhir zaman adalah Isa Ibnu Maryam, artinya bahwa Khilafah Imam Mahdi atau Al-Masih yang dijanjikan non politik seperti halnya Nabi Isa as dahulu. Nabi Isa as menjadi pemimpin umat Bani Israil tanpa kekuasaan politik di masa penjajahan Romawi, demikian juga halnya Al-Masih akhir zaman akan seperti itu. Kenapa yang dijanjikan itu Isa Ibnu Maryam, bukan Nabi Dawud as, Sulaiman as, atau Musa as. inilah rahasiahnya.&lt;br /&gt;Dengan Khilafah Al-Masihiyyah ini Allah Ta’ala akan membuktikan bahwa Islam bisa menang dan berjaya walaupun tanpa kekuatan senjata atau kekuasaan politik. Hal ini sekaligus jawaban yang jitu atas tuduhan orang-orang non muslim yang menuduh bahwa Islam bisa mencapai masa kejayannya karena menggunakan kekerasan, kekuatan senjata dan politik semata dan bukan dari kebenaran, kesucian dan keindahan Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Pendirian Al-Khilafah Gagal Total&lt;br /&gt;Konperensi yang bertujuan membentuk khilafah sudah dicoba dari semejak zaman Raja Faisal dari Saudi Arabia atau jaman HOS Tjokroaminoto akan tetapi gagal total. Realistis saja, jika yang muncul dan ingin menjadi Khalifah itu dari Wahabi apa Ahlus-Sunah dan Syi’ah mau menerimanya? Begitu juga sebaliknya. Sekarang HTI yang paling getol mendemontasikan hal itu walaupun dari kalangan mereka belum ada yang berani mencalonkan diri sebagai khalifah kalau pun ada apakah orang-orang NU dan Muhamadiyah akan begitu saja meng-amin-kan?  Persoalan teritorial juga merupakan hal yang tidak mungkin dapat dikompromikan, pemerintahan mana yang sudi kekuasaanya dirampas atau paling tidak dibagi dua?&lt;br /&gt;Kegagalan mereka  untuk membentuk khilafah disebabkan oleh kekeliruan mereka terhadap system dan prinsif-prinsif Al-Khilafah yang telah dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya di akhir zaman ini. Allah Ta’ala menghendaki bahwa yang akan memimpin umat Islam di akhir zaman adalah berasal dari kaum Akhariin, yang disinyalir dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 3 atau kaum Akhiriin yang disinyalir Surah Al-Waqiah ayat 40. Sinyalemen Al-Qur’an ini didukung oleh hadits-hadits mutawatir yang menyatakan akan turunnya Isa Ibnu Maryam di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya Khilafah Al-Haqqah Sesuai Dengan Kehendak Allah SWT.&lt;br /&gt;Ahmadiyah adalah satu jamaah Islam yang sudah menetapi Sistem Khilafah seratus tahun (seabad) yang lalu dengan perkembangan yang sangat pesat baik di benuia Asia, Eropa, Aprika,  Amerika dan Australia. Dalam tempo satu abad saja pengikut Ahmadiyah sudah berjumlah puluhan juta pengikut yang tersebar di ratusan Negara. Ahmadiyah tidak bisa dibendung oleh musuh-musuh mereka walaupun harus dikeroyok dari semenjak kelahirannya tahun 1889. &lt;br /&gt;Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa Khilafah Ahmadiyah berkembang terus dan tidak bisa dihancurkan. Kalau Khilafah ini tidak dikehendaki Allah, mungkin sudah hancur semenjak zaman Mirza Ghulam Ahmad sendiri. Semoga orang-orang yang memusuhi dan berusaha dengan tidak henti-hentinya untuk membubarkan dan menghancurkan Ahmadiyah tersadar akan kenyataan ini dan berfikir;  jangan-jangan Ahmadiyah ini memang ditanam dan dipelihara oleh Allah Yang Maha Gagah, setiap orang yang memusuhinya sama artinya dengan menyatakan Perang Terhadap Allah. Lihatlah negeri pilu Afganistan yang secara langsung dapat kutukan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. dengan sebab mereka telah merajam dua orang suci yang telah menjadi pengikut setianya. Lihat pula kondisi Pakistan, negeri pertama yang menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah aliran minoritas non Muslim dengan segala penganiayaan yang tidak terhitung. Mengalirnya para pengungsi baik yang legal dan illegal dari Afganistan dan Pakistan membuktikan bahwa kedua Negara tersebut benar-benar berada dalam “bara api” kekacauan, kekerasan dan ketidak amanan.&lt;br /&gt;Di Negara kita tercinta, Indonesia; apa yang telah menimpa bangsa Indonesia pasca penyerangan Pusat Jemaat Ahmadiyah di Bogor tahun 2005 lalu? Kalau saja Ahmadiyah tidak diridhai Allah, kenapa bangsa ini tambah menderita dan sengsara dengan berbagai bala bencana yang silih berganti setelah Pusat Ahmadiyah serbu? SAYA SANGAT KHAWATIR, JIKA PENGANIAYAAN DAN ANARKISME TERHADAP AHMADIYAH TIDAK SEGERA DIHENTIKAN BANGSA INI AKAN LEBIH MENDERITA DAN DO’A-DO’A ULAMA UNTUK MENOLAK BALA BENCANA TIDAK AKAN DIKABULKAN TUHAN. RASULULLAH SAW BERSABDA: “BARANGSIAPA MEMUSUHI WALI ALLAH, MAKA ALLAH AKAN MENYATAKAN PERANG TERHADAPNYA”. MUNGKINKAH SEKARANG SEDANG TERJADI perang ANTARA TUHAN dengan musuh PARA WALI (IMAM MAHDI)? SEHINGGA TANAH,AIR, ANGIN DAN API MURKA?&lt;br /&gt;Billahi fii sabiililhaq wal hamdulillahi rabbil ‘alamiin&lt;br /&gt;(Tanggapan bisa langsung di blog ini atau ke: Kijagat@Gmail.Com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-6854258330850575081?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/6854258330850575081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=6854258330850575081&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6854258330850575081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6854258330850575081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2009/03/khilafah-pepesan-kosong-hizbut-tahrir.html' title='KHILAFAH PEPESAN KOSONG HIZBUT TAHRIR'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-1887880861060411699</id><published>2009-01-19T07:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-15T01:37:23.816-07:00</updated><title type='text'>إسرائيل واليهود</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMOHAMM%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arabic Transparent"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;ورد ت كلمة اليهود في القرآن الكريم بصيغة &lt;b&gt;"يهود"&lt;/b&gt; أو بصغة &lt;b&gt;"هود"&lt;/b&gt;. ومن المناسب أن نعرف الفرق بين كلمتي&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;بين بني إسرائيل واليهود.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;ترد د اسم &lt;b&gt;"بني إسرائيل"&lt;/b&gt; في&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;٤٨&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt; موضعا من القرآن الكريم، وجاءت كلمة &lt;b&gt;"اليهود"&lt;/b&gt; في &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;۹ مواضع منه، و كلمة &lt;b&gt;"هود" &lt;/b&gt;في&lt;b&gt; &lt;/b&gt;۳ مواضع&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;واذا نظرنا الى هذه المواضع&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;وجدنا أنه كلما أراد القرآن ذكر أتباع دين موسى عليه السلام قال&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;"اليهود" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;أو &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;"هود"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;كلما أراد الإشارة إلى نسل يعقوب عليه السلام&lt;b&gt; &lt;/b&gt;قال &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;"بني إسرائيل".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;وكلمة &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;"هود" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;في المواضع الثلاثة تقابل كلمة &lt;b&gt;"النصارى"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt; إشارة أتباع الملة اليهودية والملة النصرانية، وكذالك كلمة &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="AR-SA"&gt;"اليهود" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;في تسعة أماكن ورد ت في ثمان منها مقابل كلمة نصارى..&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:blue;" &gt;مما يدل على أنّ المراد منها الملة الموسوية وليس الشعب الإسرائيلى&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;كان إسحاق الإبن الأصغر لسيدنا إبراهم &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;عليه السلام، وهو والد يعقوب عليه السلام &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;الذى أنجب يوسف عليه السلام. وليعقوب عليه السلام مقام خاص عند&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt; اليهود&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt; ويبنون تفوقهم العرقي بنوتهم. وقد نال لقب إسرائيل من الله تعلى فسمي أولده &lt;b&gt;بنو إسرائيل، &lt;/b&gt;إذ ورد في التورة أنّ يعقوب أثناء سفر له صارع شخصا طوال الليل.. و أنّ هذا الشخص &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كان "الرب" فقال له: ماسمك؟ فقال: يعقوب. فقال لا يُدع اسمك فيما بعد يعقوب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بل &lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:85%;color:blue;"   lang="AR-SA"&gt;إسرائيل&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;. لأنك جاهدت مع الله والناس وقدرت. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;(التكوين&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;۳۳ : ۲۸ الى ۳۰)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;لا شك أنّ &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;بنى إسرائيل قبل المصطفى صلّى الله عليه و سلم قد كفروا بأنبياء كثيرين. ولكنهم كانوا أنبيائهم القوامين من ناحية، و من ناحية أخرى &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;لا شك أنّهم كفروهم أول الأمر ولكن فيما بعد أُ دخلت أحوالهم وإلهاماتهم فى مجموعة كتبهم المقدسة كفرهم بهم مؤقتا، ولم يحدث فرقة قومية، ولم يُحرم القوم من الإلهمات والإنعامات الروحانية التى كانت تأتي عن طريق هؤلاء الأنبياء. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-1887880861060411699?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/1887880861060411699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=1887880861060411699&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/1887880861060411699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/1887880861060411699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='إسرائيل واليهود'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-6942292125987732057</id><published>2009-01-17T09:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T10:15:57.408-08:00</updated><title type='text'>SERANGAN ISRAEL KE GAZA "GALI KUBUR SENDIRI"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIftVo7ydI/AAAAAAAAADQ/k4hdcHVOx3U/s1600-h/Palestin+1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIftVo7ydI/AAAAAAAAADQ/k4hdcHVOx3U/s320/Palestin+1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292327375877163474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Kepada segenap umat Islam, saya mengajak antum semua untuk segera berdo'a, beramal dan bertindak sesuai tuntunan ajaran Islam untuk mengakhiri KEZALIMAN MURAKKAB ZIONIS ISRAEL di Palestina. Insya Allah, pada waktunya ISRAEL HANYA AKAN MENYENDIRI DAN DITINGGALKAN PARA PELINDUNGNYA. SERANGAN MEREKA KE GAZA DI AWAL TAHUN 2009 INI AKAN MENGHANCURKAN MEREKA SENDIRI. Insya Allah NUBUWWATAN RASULULLAH SAW. TENTANG MEREKA SEMAKIN GENAP TERBUKTI.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIf5SwXrFI/AAAAAAAAADY/gKsfS44YdyI/s1600-h/palestin+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 272px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIf5SwXrFI/AAAAAAAAADY/gKsfS44YdyI/s320/palestin+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292327581261474898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Cintai makhluk Tuhan jika ingin dicintai-Nya dan hindari pertikaian atas nama agama/akidah".&lt;br /&gt;Wa akhiru da'wanaa anilhamdulillahi rabbil 'alamiin.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIgJOeCRcI/AAAAAAAAADg/VTWPPYdys_E/s1600-h/palestin+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIgJOeCRcI/AAAAAAAAADg/VTWPPYdys_E/s320/palestin+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292327854988740034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-6942292125987732057?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/6942292125987732057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=6942292125987732057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6942292125987732057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6942292125987732057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2009/01/serangan-israel-ke-gaza-gali-kubur.html' title='SERANGAN ISRAEL KE GAZA &quot;GALI KUBUR SENDIRI&quot;'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SXIftVo7ydI/AAAAAAAAADQ/k4hdcHVOx3U/s72-c/Palestin+1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-3575224780402840681</id><published>2008-12-14T17:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T22:35:10.809-08:00</updated><title type='text'>OPEN TERM “SILIWANGI” and “PRABU SILIWANGI”</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C10%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	position:relative; 	top:1.0pt; 	mso-text-raise:-1.0pt; 	letter-spacing:.9pt; 	mso-font-kerning:12.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;BY: Ki Waras Jagat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;Word &lt;i style=""&gt;“Siliwangi”&lt;/i&gt; come from word &lt;i style=""&gt;silih&lt;/i&gt; that mean successor or router and fragrant that mean fragrant or fragrant. Thereby, meaning from name Prabu Siliwangi has explanation that him successor or router prabu fragrant (&lt;b style=""&gt;Wangisutah&lt;/b&gt;) that fall at town square Bubat Majapahit in Bubat War &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;year 1357 m in defend honour and authority Pajajaran kingdom. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;At that time, group from &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Pajajaran&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Kingdom&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; (Galuh) have an eye to to marry off his daughter is daughter &lt;b style=""&gt;Diyah Pitaloka&lt;/b&gt; with king Hayam Wuruk on proposal the king. When group of woman bride candidate stops and make &lt;i style=""&gt;pasangrahan&lt;/i&gt; at town square Bubat while wait king fetching Hayam Wuruk (man bride candidate). Apparently noble intention Prabu Wangi (Wangisutah) and king Hayam Wuruk not wish for by Patih Gajah Mada, he holds" secret movement" is not known by the king self. Gajah Mada with the troop very big surround and invade bride group so that causes to fall it the Mokteng Bubat (Prabu Wangi), daughter Diyah Pitaloka and the guards. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;As to term Prabu Siliwangi First am Prabu Wastu Kancana that move kingdom centre Pajajaran from Kawali (Ciamis) to Pakuan (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;). In government time Prabu Wangi, Prabu Siliwangi First and &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Prabu&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Siliwangi&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Second&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Pajajaran&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Kingdom&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; under one power or in word other &lt;i style=""&gt;Pasundan&lt;/i&gt; east and &lt;i style=""&gt;Pasundan&lt;/i&gt; west ally be one power. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; position: relative; top: 0pt; letter-spacing: 0pt;"&gt;After Rahiyang Wastu Kancana died, &lt;st1:placetype st="on"&gt;Kingdom&lt;/st1:placetype&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Pasundan&lt;/st1:placename&gt; divided two; that is east &lt;st1:placename st="on"&gt;Pajajaran&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Kingdom&lt;/st1:placetype&gt; at Kawali Ciamis under &lt;b style=""&gt;Ningrat Kancana&lt;/b&gt; and &lt;st1:placename st="on"&gt;Pakuan&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Kingdom&lt;/st1:placetype&gt; (West Pajajaran) at &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; be power &lt;b style=""&gt;Prabu Susuktunggal&lt;/b&gt;. In time Prabu Siliwangi Second that's pasundan ally again be Pakuan Pajajaran with his capital town at &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-3575224780402840681?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/3575224780402840681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=3575224780402840681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/3575224780402840681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/3575224780402840681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/12/open-term-siliwangi-and-prabu-siliwangi.html' title='OPEN TERM “SILIWANGI” and “PRABU SILIWANGI”'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-6228841182660048544</id><published>2008-12-13T06:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T22:20:03.808-08:00</updated><title type='text'>TERORISM, FUNDAMENTALISM AND ANARCHISM IN  PROPHECY  MUHAMMAD  S.A.W.</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;By. Ki Waras Jagat Pakuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadits first, Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace said: Allah Ta’alaumma bârik lanâ fî shô'inâ wa mudinâ wa makkatinâ wa madînatinâ wa bârik lanâ fî syâminâ wa yamaninâ, faqôla rojulun: wa 'irôqinâ, qôla: inna fîhâ qorna asy-syaithôni wa tahayyuja al-fitani; wa inna al-jifâ'a bilmasyiq.  Mean: "Oh Allah, bless in scales and our dosage, also about our Makkah and Madinah,  and bless also our Sham and Yaman. Say a man:  And also our Irak. Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace answer: " (For Irak not) because to him will appear generation (ally, sword eye, leader, follower) shetan (devil) and flare up it slanders (accusation, disturbance, persuasion, test); actually coarse character (violence) that resides in east. " (Thabrani from Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, Kanzul ‘Ummal, 1989, volume. 12, matter. 300, Hadits no. 35116)&lt;br /&gt;H&lt;br /&gt;adits second, Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace said: Allah Ta’alaumma bârik lanâ fî syâminâ wa fî yamaninâ, qôlû: wa fî najdinâ, qôla: hunâka al-zilâzalu wa al-fitanu wa bihâ yathlu'u qornu asy-syaithâni. Mean: "Oh Allah, bless our Sham and Yaman. Prophet friend say:  and and so do our Nejd. Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace said: "(Nejd, not because) there appear chaos and slanders (accusations, disturbance, persuasion, test) and there also will appear generation (ally, sword eye, leader, follower) syetan" (Bukhari, Ahmad and Nasai from Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Kanzul ‘Ummal, 1989, volume. 12, matter. 300, Hadits no. 35118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Appearance khawarijism, wahabism and Al-Qaeda Terorism complete " prophecy "Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace. Subhanallah, "prophecy" (nubuwwatan) Hadits first genuinely even, try us see beginning movement appearance beginning fundamentalism, terrorism and anarchist in history ummat Islam with sect appearance khawarij. Khawarij people who out from caliph front Ali bin Abi Talib Karramallahu wajhahu, after this caliph gets offer tahkim (arbitration) submitted side the opponent, Mu'awayah bin Abi Sofyan,  and stop war siffin (657/37 h) according to them, caliph Ali bin Abi Talib as true side should devolve war siffin that until troop Mu'awiyah as crashed resister side or bow to valid caliph. they assemble at harura, near city kufah (at Irak) and lift Ibnu Abdul Wahhab ar-rasibi as moslem leader (leader). Thereby they incarnate to be one sect or group in Islam. Khawarij beginning this known also with group al-muhakkimah, but they often voice "there is no hakam (judge) besides Allah "  and  "there is no law besides Allah law" . (Indonesia Islam Encyclopedia, 1992, matter. 553).&lt;br /&gt;Sheikh Muhyiddin al-khoyyat write: group khawarij stiff famous and over do in religion problem. they are consider unbeliever people who not same opinion with them, allow blood one who differ opinion with them and doesn't receptive law rule that formulated human. they are consider unbeliever people who does big sin, they don't be receptive hadis prophet unegual the explanation according to exactly with alquran and they are in realize nash only from side born it merely. (Islam Resurrection History and Arabian World Situation, 1994, matter. 118).&lt;br /&gt;"Prophecy" Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace. in hadis second perfect also when does appearance wahabiyah (wahabisme) that begun from Uyainah at area Nejd. Wahabiyah, socio-politic movement based on Islam law follows the founder way of thinking, Muhammad bin Abdul Wahhab al-Nejdi (1703-1787/1115-1201 h.&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Wahhab al-Nejdi in invitations very radical, hard, stiff and without compromise especially towards what they consider to be bid'ah and khurafat get bitter opposition bot merely from group Ahlussunnah, shufiyah, thariqat and Syi'ah but from brother contain it self, Sulaiman,  and the cousin Abdul bin Hussein that cause wars between terms at Yamamah (soil births Musailamah al-kadz-dzab).&lt;br /&gt;In movement first period Muhammad bin Abdul Wahhab gets full support from administrator Dariyah, Muhammad bin Sa'ud and the routers in concerned battle with sheikh Riyad, Dahham bin Dawwas (1747 m) during 28 year. Then partnerships wahabiyah -Ibnu Sa'ud assault and subjugate Riyadh, entire areas Nejd, Karbala (Syi'ah holy city  at Irak), Madinah, Makkah and Jeddah. in the year 1811 m. empire wahabi sweeting from aleppo at north to Indian ocean, from persian gulf at Irak front to red sea at west.&lt;br /&gt;Empire and expansion wahabiyah-Ibnu Sa'ud first period causes infinite loss on soul, treasure and muslims class culture sites and end new after dariyah, movement centre wahabi occupied troop Ibrahim pasya from Khilafa Turkish Utsmani year 1818 m. Administrator Nejd, Abdul bin Sa'ud at the time caught, sent to constantinopel and punished piece there.&lt;br /&gt;Movement second period wahabiyah is begun year 1901, after Abdul Aziz II bin Abdurrahman supported radical religious teachers wahabi and English colonial government in the east middle success enter Riyad. Furthermore Abdul Aziz success dominate to return the grandfather power soil, Nejd in 1921, Hail, Makkah in 1924, Madinah and Jeddah in 1925. power wahabi and Ibnu Sa'ud go on up to now with America support, English and their allies.&lt;br /&gt;Islam people necessary guard against play one against another policies delivers Islam people may be perfominged by Israely passes Rabithah Alam Islami, because this organization very has been influenced by administrator wisdom Saudi Arabia that reside in in united America rein and Britania while America and Britania both bow to Israely. History has registerred to how Islam people dissension has happened narrow comprehension consequence and stiff about several verses Alquran and Hadits that causes culture appearance mutual stamp to deviate and unbeliever, where in turn make Islam people energy be be drained both the things a while ago, while Israely with policies support and financial the ally more will brace grip on Palestinian.&lt;br /&gt;Movement New Khawarij and wahabi anarchist in Indonesia after reformation movement and shift down it President Soeharto in 1998 movements New Khawarij, wahabi radical even terrorism Al-Qaeda in Indonesia return to get fresh wind and begin to show their spirit truthfully, they are openly make time religion organization, bring to life rumorss khilafah, syari'ah Islamiyah, amar ma'ruf nahi munkar even Indonesia Islam country rumors.&lt;br /&gt;Radicalism, fundamentalis,  terrorism and anarchist khawarij and wahabiyah many adopted by Jamaah Islamiyah (JI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Islam Pleader Front (FPI),  and Indonesia Hizbut Tahrir (HTI). They act very dare and arogan at midst policies shake system and law in Indonesia. Aim to apply syari'ah or Islam law radically at area NKRI for them not again be taboo something that and closed.&lt;br /&gt;Side other, they get stumbling block stone very heavy when must face Ahmadiyya, because Ahmadiyya only jamaah factually and juridical menetapi carry out khilafa system non policies with based on to Al-Qur'an and Assunnah, while they are campaign khilafah policies (khilafah "pepesan Kosong" ) according to proposition syar'i not the period again and not may be be realized. Such this declared Rasulullah may Allah Ta’ala bless him and give him peace in Hadits mutawatir maknawi, where is he promised Jesus arrival Ibnu Maryam according to majazi that mean that khilafah at end this period al-khilafah ghairu siyâsiyyah (khilafah non policies).&lt;br /&gt;Various anarchist group action very cross out Islamic religion rahmatan lil'alamin they have done, with scream “Allah Akbar “ lofty they invade and botch mosques, house and even pillage ones property Ahmadiyya at various region in Indonesia. Formerly caliph Ali tease class khawarij his utterance anarchist: "Allah Akbar”, right pronunciation but misuse. (Islam Resurrection History and Arabian World Situation, 1994, matter. 119).&lt;br /&gt;Really ironic where on this day, week, 01 June 2008 when should every Indonesian return grateful, muse,  and recall to return services the proklamator independence ri that dig five principles from Indonesia original earth. obvious even stained by offence, anarchist action bleeds and brutal of Islam Pleader Front Group (FPI) and Leader Islam Army Command Munarman on Nationality Alliance for Latitudinarian and Principled (AKKBB) that will do peace action will commemorate to born it five principles at bational monument. television media and print success transcribe and hold message and that savage offence event, where assailants not again can to distinguish which parents, woman and children.&lt;br /&gt;Really, for a offence moslem will bleed such will be a religion polluting. and so do for a nationalist that appreciate country constitution that thing will be humiliation towards five principles, ham and even NKRI that done in front of national monument whom we are proud. Good government and every Indonesian soon realize danger before very eyes that threaten unitary NKRI and Bhineka Tunggal Ika. Indonesian must dare to stop action infringement country constitution, law and play judge self that done by whoever Alhamdulillah Rabbil ’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-6228841182660048544?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/6228841182660048544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=6228841182660048544&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6228841182660048544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6228841182660048544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/12/terorism-fundamentalism-and-anarchism.html' title='TERORISM, FUNDAMENTALISM AND ANARCHISM IN  PROPHECY  MUHAMMAD  S.A.W.'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-7487171693052634648</id><published>2008-06-09T11:02:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T11:26:06.850-07:00</updated><title type='text'>PENERAPAN SYARI’AT ISLAM DIBALIK DESAKAN PEMBUBARAN AHMADIYAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;       Sebagai seorang muslim yang dibesarkan dan didik di lingkungan Syarikat Islam (SI), penulis semenjak kecil telah dikenalkan dengan hidup berorganisasi bahkan berpolitik praktis. Ketika PSII berubah menjadi SI (“SI” Ibrahim), keluarga saya menjadi anggota dan mendukung Partai Persatuan Pembangunan (&lt;st1:stockticker st="on"&gt;PPP&lt;/st1:stockticker&gt;), penulis sendiri ikut berjuang mendukung &lt;st1:stockticker st="on"&gt;PPP&lt;/st1:stockticker&gt; dalam beberapa proses Pemilu di zaman Orde Baru walaupun terkadang harus mendapatkan diskriminasi dan intimidasi oknum-oknum penguasa ketika itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada masa itu, penulis mempunyai keyakinan bahwa hanya dengan mendukung partai Islamlah, syari’at Islam akan bisa ditegakkan. Demikian juga halnya dengan 8 kata dalam Piagam Jakarta &lt;i style=""&gt;(&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Charter&lt;/i&gt; yang berbunyi:&lt;b style=""&gt; ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;/b&gt; diharapkan bisa kembali diperjuangkan untuk dimasukkan dalam Sila Pertama dari Pancasila. Cita-cita akan terealisasinya penegakkan syari’at Islam secara kaffah di seluruh wilayah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi semangat hidup penulis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penulis sangat menggandungi buku-buku Islam Politik, seperti buku Piagam Jakarta karya H.Endang Saifuddin Anshari (ketika itu beliau aktif mengajar di fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan buku-buku K.H. Mohammad Natsir, tokoh besar Masyumi dan lain-lain. Mendengarkan ceramah-ceramah “panas” anti asas tunggal Pancasila para tokoh Islam garis keras, seperti Mawardi Noor dan Jamalulail penulis anggap sebagai sarana untuk mengobarkan semangat jihad dalam penegakkan hukum Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Isu Penegakkan Syar’iah Islam dan Negara Khilafah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pasca penyerbuan Komando Laskar Islam pimpinan Munarman, 1 Juni 2008 di Monas atas masa AKK-BB yang sedang memperingati Hari Jadi Pancasila. Penulis yang kebetulan sudah tidak lagi berada dibarisan Islam garis keras sungguh sangat terpukul, malu dan merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dan pemikiran dengan segenap anak bangsa agar lebih mencintai dan memahami arti pentingnya perdamaian dan persatuan bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Dalam analisa politik penulis, tindakan-tindakan anarkis FPI yang kerap mereka lakukan, sikap keras MMI dan &lt;st1:stockticker st="on"&gt;HTI&lt;/st1:stockticker&gt; dalam menyuarakan penegakkan syari’ah Islam dan Negara Khilafah di Indonesia merupakan bagian dari aksi-aksi untuk mendukung diakomodirnya 8 kata dalam Jakarta Charter: …..&lt;b style=""&gt;dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya &lt;/b&gt;ke dalam system hukum negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Menurut hemat penulis, keinginan semacam itu jika tidak dibarengi dengan kesadaran, kelapangan dada dan keyakinan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa akan berdampak negatif dan fundamental bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di NKRI tercinta ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Yang menarik adalah apa yang ditulis oleh Dr. Moh. Mahfud MD, salah seorang anggota hakim Mahkamah Konstitusi dalam Surat Kabar Seputar Indonesia, 22 Januari 2008, halaman 6 dibawah judul &lt;b style=""&gt;Perekat Bangsa, Pembela NKRI&lt;/b&gt; diantaranya beliau menulis: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada awal Juni 2001, ketika ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt;/DPR sedang memuncak, saya diminta untuk beberapa “tokoh militan” Islam untuk mempertemukan mereka dengan Presiden. Seperti diketahui, pada saat itu Gus Dur mengancam akan membubarkan &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt;/DPR dengan dekrit karena dua itu telah melanggar konstitusi, sedangkan partai-partai politik, melalui &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt;, mengancam akan melengserkan Gus Dur karena dianggap Tap &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Sebagai menteri pertahanan, saat itu saya dianggap sangat dekat dan bisa berperan meminta Presiden menerima tokoh-tokoh militan itu. Ketika saya tanyakan kepada mereka, apa yang akan mereka sampaikan kepada Presiden, saya kaget dan agak bergidik karena mereka menjawab akan membela dan mempertahankan Gus Dur sebagai Presiden, asal Gus Dur mau mengeluarkan dekrit presiden tentang pemberlakuan syari’at Islam di seluruh &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dalam tafsiran saya, mereka ingin menggunakan tangan presiden yang ketika itu sedang terjepit untuk menjadikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sebagai Negara Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Mereka mengatakan, jika Gus Dur mendekritkan berlakunya syari’at, maka berjuta-juta orang Islam akan datang ke Jakarta untuk membela Gus Dur, termasuk menghadapi tentara dan polisi jika mereka tak mau melaksanakan dekrit kepala Negara itu. Kata mereka, Gus Dur tak perlu mengeluarkan dekrit pembubaran &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt; dan DPR, tetapi langsung saja mendekritkan berlakunya syari’at Islam agar dukungan umat Islam kuat baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Saya menolak permintaan mereka dengan mengatakan bahwa presiden tidak tertarik dengan usul itu, padahal saya belum menyampaikan keinginan bertemu dan usul mereka kepada Presiden. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pandangan NU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ketika saya menyampaikan masalah itu kepada presiden dengan penjelasan seakan-akan saya belum menolak keinginan mereka, ternyata jawaban Gus Dur membuat saya plong. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Gus Dur meminta agar saya tidak menghiraukan mereka. Kata Gus Dur, jika &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt; tetap melanggar konstitusi dalam memperlakukan presiden, &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt; tetap di bubarkan, tetapi dirinya tak akan pernah mengeluarkan dekrit untuk memberlakukan syariat Islam. ”Saya akan mempertahankan jabatan presiden sebagai hak konstitusi saya; lihat saja nanti presiden atau &lt;st1:stockticker st="on"&gt;MPR&lt;/st1:stockticker&gt; yang jatuh. Tetapi tetapi saya tak akan pernah mendekritkan syariat Islam karena hal itu bertentangan dengan apa yang saya perjuangkan selama puluhan tahun, yakni mempertahankan Indonesia memiliki dasar Pancasila, bukan negara agama;” demikian Gus Dur menyatakan kepada mentri pertahananya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Menurut Gus Dur, sikap finalnya tentang Negara berdasarkan Pancasila itu merupakan harga mati yang menjadi pandangan Nahdhatul Ulama (NU), berdasarkan ijtihad para ulama yang membidani dan membesarkan ormas Islam terbesar itu yang selalu ditegaskan setiap muktamar NU. Bahwa pandangan itu merupakan pandangan NU, bukan hanya pandangan pribadi Gus Dur, kiranya tak dapat dibantah. Pimpinan dan tokoh-tokoh NU lainya sejak dulu sampai sekarang selalu menyatakan sikap dan pandangan yang sama, yakni mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)berdasarkan pancasila serta menolak eksklusivisme dan formalisasi hukum Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Dalam menyikapi “&lt;i style=""&gt;day to day politics&lt;/i&gt;” misalnya, Gus Dur dan Hasyim Muzadi yang sama-sama tokoh NU boleh berbeda, tetapi dalam paham kenegaraan dan memosisikan Islam ealam hubunganya dengan NKRI kedua-duanya sama-sama nasionalis-religius dan penganut Islam inklusif khas NU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ketika kontroversi perda syariat merebak, ketua PBNU Hasyim Muzadi berteriak bahwa perda syariat tidak diperlukan karena ajaran Islam sudah hidup subur dikalangan umat Islam tanpa harus diberlakukan oleh Negara. Pemberlakuan hukum Islam secara formal-eksklusif melalui UU atau peraturan daerah hanya akan menimbulkan konflik politik yang dapat menggerogoti ikatan kebangsaan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ketika Hizbut tahrir Indonesia menyelenggarakan konfrensi khilafah Internasional pada 12 Agustus 2007, Hasyim Muzadi merupakan salah seorang yang mengkritik keras. Kata Hasyim, kalau konsep khilafah pasti akan mempersoalkan struktur ketatanegaraan dan Pancasila, sesuatu yang harus dilawan. Lagi pula, di Timur Tengah sendiri sekarang sudah tidak ada khilafah, karena hal itu sama sekali tidak operasional dan tidak dapat diterima.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Isu Pembubaran Ahmadiyah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pasca penangkapan Rizieq Shihab, pimpinan Front Pembela Islam oleh polisi pada awal Juni 2008 dengan jelas kita saksikan bahwa isu yang segera dimunculkan secara besar-besaran adalah isu Pembubaran Ahmadiyah atau tuntutan SKB Pembubaran Ahmadiyah. Ada satu peristiwa yang sangat langka terjadi, dimana pada tanggal 6 Juni 2008 seorang tahanan, Rizieq Shihab diizinkan keluar tahanan dan berorasi di depan masa anti Ahmadiyah untuk menuntut pemerintah membubarkan Ahmadiyah, walaupun hasilnya hanya SKB tiga menteri yang hanya berisi peringatan keras terhadap Ahmadiyah untuk tidak menyebarkan ajarannya dan bahkan juga peringatan keras terhadap lawan-lawan Ahmadiyah agar jangan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian di tengah masyarakat ataupun berbuat anarki terhadap Ahmadiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penahanan Rizieq Shihab dan penyerahan diri Munarman (06/06/08) setelah beberapa hari buron telah membuat para tokoh Islam garis keras muncul ke permukaan, mereka serempak membela FPI dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggalang kekuatan untuk mendesak pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah. Para pemimpin Islam garis keras baik yang berasal dari FUI, MMI, &lt;st1:stockticker st="on"&gt;HTI&lt;/st1:stockticker&gt;, IM, GUI bahkan dari partai Islam seperti &lt;st1:stockticker st="on"&gt;PPP&lt;/st1:stockticker&gt; dan PBB cukup cerdas memanfaatkan kondisi ini untuk menarik simpati umat Islam, terutama mereka yang masih berada diluar kelompok Islam garis keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Disamping itu, kelompok Islam garis keras telah memanfaatkan isu dan tuduhan penistaan agama oleh Ahmadiyah untuk memperbesar pengaruh mereka di masyarakat maupun di kalangan politikus partai-partai Islam agar mendukung gerakan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Isu Ahmadiyah sebenarnya bukanlah tujuan akhir dari gerakan kelompok Islam garis keras di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, karena tujuan akhir mereka adalah penerapan syari’at Islam secara &lt;i style=""&gt;kaffah&lt;/i&gt; menurut versi mereka di seluruh &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Jadi, dibubarkan atau tidak dibubarkannya Ahmadiyah oleh pemerintah, sama sekali tidak akan bisa menghentikan adanya pertentangan ideologi politik antara kelompok Islam radikal dengan kelompok Islam moderat, antara kelompok Islam radikal dengan kelompok nasionalis, dan kelompok Islam radikal dengan kelompok non muslim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adalah sangat mengkhawatirkan kita, ketika perjanjian luhur Bangsa Indonesia (Pancasila dan UUD 45) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang telah disepakati bersama pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan semangat &lt;i style=""&gt;Bhineka Tunggal Ika&lt;/i&gt;, jika dikhianati oleh sekelompok masyarakat yang menginginkan NKRI menjadi satu negara agama dengan cara-cara inkonstitusional dan anti demokrasi. Seharusnya, kita sebagai bangsa yang besar mampu bercermin kepada sejarah bangsa kita sendiri. Betapa ruginya jika kita harus mengulangi kembali kekeliruan-kekeliruan yang pernah dilakukan oleh DI/&lt;st1:stockticker st="on"&gt;TII&lt;/st1:stockticker&gt;, &lt;st1:stockticker st="on"&gt;PKI&lt;/st1:stockticker&gt;, dan gerakan-gerakan sparatis lainnya. Di era persaingan dan globalisasi yang sangat ketat ini, seyogianya kita tetap setia kepada Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 45 agar energi bangsa kita tidak terkuras oleh pertarungan ideologi diantara sesama anak bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-7487171693052634648?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/7487171693052634648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=7487171693052634648&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7487171693052634648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7487171693052634648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/06/penerapan-syariat-islam-dibalik-desakan.html' title='PENERAPAN SYARI’AT ISLAM DIBALIK DESAKAN PEMBUBARAN AHMADIYAH'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-9212059607351374223</id><published>2008-06-06T20:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T14:54:21.448-08:00</updated><title type='text'>FRONT PEMBELA ISLAM MENODAI AGAMA</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Allah SWT. berfirman: &lt;b style=""&gt;”Jadi dengan belas kasih (rahmat) Allah itulah engkau bertindak lemah lembut terhadap mereka. Dan sekiranya engkau kasar dan kejam, niscaya mereka akan bubar dari sekeliling engkau. Maka dari itu, ampunilah mereka dan mohonlah pengampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka mengenai urusan itu. Tetapi jika engaku telah mengambil putusan, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersandar kepada-Nya”.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;(Q.S. Ali Imran:158)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoHSj85JZI/AAAAAAAAABc/nUK121JYKBg/s1600-h/clip_image002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoHSj85JZI/AAAAAAAAABc/nUK121JYKBg/s320/clip_image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208983934477084050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                                                  Anarkisme atas nama Islam di hari Pancasila, Monas, 01 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Islam Sebagai Rahmatan Lil’alamin Telah Dinodai dan Dilecehkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;        Bagi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kelompok Islam garis keras, ratusan ayat&lt;b style=""&gt; ”rahmat” (belas kasih)&lt;/b&gt; Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an tidak tampak di ”mata” mereka. Yang nampak di ”mata” mereka hanyalah tafsir beberapa ayat radikal dan kejam versi Khawarij dan Ektrimis Wahabi, yang mereka pahami secara salah baik dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Sungguh sangat tragis dan menyedihkan, walaupun Allah Ta’ala telah memulai Kitab-Nya dengan ayat rahmat: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Bismillahirrahmânirrahîm&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah dan Maha Belas Kasih) tetapi ”mata” benar-benar telah buta sehingga isyarat Allah yang begitu terang dan jelas sekalipun luput dari pandangan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Mereka telah meninggalkan firman Allah Ta’ala: &lt;b style=""&gt;”Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai &lt;i style=""&gt;rahmat&lt;/i&gt; (belas kasih)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi sekalian alam”. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;(Q.S. Al-Anbiya’:107)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Mereka juga tidak memperdulikan lagi firman Allah:&lt;b style=""&gt; ”Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai pengemban kabar gembira dan pemberi peringatan”.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;(Q.S. Al-Furqan:65)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi-organisasi pendukung nya telah melanggar ajaran Islam dan missi Rasulullah SAW sebagai pemberi &lt;i style=""&gt;basy-syiran&lt;/i&gt; (kabar gembira) dan nadzîran (pemberi peringatan) belaka, dengan menempatkan diri mereka sebagai &lt;i style=""&gt;jabbâran&lt;/i&gt; (yang bertindak sewenang-wenang), &lt;i style=""&gt;qahhâran&lt;/i&gt; (pemaksa) hingga mereka merasa tidak bersalah ketika menganiaya orang lain dan berbuat kerusakkan (anarki) atas nama Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Orang-orang FPI dan para pendukung perilaku anarkis mereka ”tidak mau mengerti” bahwa hamba Allah SWT. yang seberanya adalah sebagaimana yang dikemukakan Allah sendiri:&lt;b style=""&gt;”Adapun hamba-hamba Yang Maha Pemurah ialah mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menegur mereka, mereka berkata:’Salâman’/Damai!”.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;(Q.S. Al-Furqan:63) &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mereka sungguh sangat angkuh, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;gemar menebar kebencian dan huru-hara atas nama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:431.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\star\LOCALS~1\Temp\msohtml1\05\clip_image001.jpg" title="foto 25"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anarkisme FPI dan Kelompok Radikal Islam Lainnya Telah Diramalkan Oleh Nabi SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoIYgh13QI/AAAAAAAAABk/gNgIGFEub28/s1600-h/clip_image03"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 422px; height: 295px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoIYgh13QI/AAAAAAAAABk/gNgIGFEub28/s320/clip_image03" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208985136149159170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;                                            FPI/Komando Iaskar Islam Sedang &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menodai ISLAM di Monas, 01 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Kemunculan FPI, MMI, &lt;/span&gt;&lt;st1:stockticker&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;HTI&lt;/span&gt;&lt;/st1:stockticker&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;, JI, dan Al-Qaeda dan kelompok fundamentalis Islam telah di”ramal”(nubuwwat)kan Nabi SAW. Beliau &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bersabda:&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;”Akan datang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas manusia suatu zaman, ketika itu tidaklah menyisa dari Al-Qur’an melainkan tinggal tulisannya saja, tidak menyisa juga dari Islam melainkan tinggal namanya saja, orang-orang (dengan semangat fanatisme dan emosi) mereka menamai (segala sesuatu atau organisasi mereka) dengan nama Islam (&lt;i style=""&gt;yatasammauna bihi&lt;/i&gt;), padahal mereka itu orang-orang yang paling jauh dari Islam (&lt;i style=""&gt;ab’adunnāsi minhu&lt;/i&gt;), mesjid-mesjid mereka melimpah (dengan jamaah) padahal (pada hakikatnya) mesjid-mesjid itu bobrok dari petunjuk, fuqahā (ahli-ahli fiqih) pada zaman itu sejahat-jahat fuqaha di kolong langit, dari mereka muncul fitnah (huru hara), dan kepada mereka pula (akibat) fitnah itu akan kembali”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. (H. R. Hakim dalam tarikhnya dari Ibnu Umar, dan Riwayat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ad-Dailami dari Mu’adz. &lt;b&gt;Kanz ‘al-‘Ummāl, &lt;/b&gt;jilid XI, hadits no 31135)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoJq2ZxecI/AAAAAAAAAB0/WZYIi9qnbLs/s1600-h/clip_image003"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 408px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoJq2ZxecI/AAAAAAAAAB0/WZYIi9qnbLs/s320/clip_image003" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208986550770170306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                                                           Anarkisme FPI Menjiplak Budaya Khawarij&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Salah seorang korban Anarkisme dan Kebrutalan Komando Laskar Islam/FPI Monas 01 Juni 2008 dari AKK-BB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anarkisme FPI dan kelompok Islam radikal di Indonesia sebenarnya mengadopsi &lt;i style=""&gt;manjah&lt;/i&gt; anarkis Khawarij di Irak yang telah berhasil membunuh Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib ra. dan telah membuat &lt;i style=""&gt;Ahlul Bait&lt;/i&gt; (Keluarga Rasulullah SAW.) mengalami penderitaan dan penyiksaan yang berkepanjangan. Kejadian itu sebenarnya telah di”ramal”(nubuwwatkan)kan oleh Nabi SAW. Beliau bersabda: &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Ya Allah, berkatilah dalam timbangan dan takaran kami, juga tentang Makkah dan Madinah kami, dan berkati pula Syam dan Yaman kami. Berkata seorang laki-laki: dan juga Irak kami. Rasulullah SAW . menjawab: &lt;i style=""&gt;“(bagi Irak tidak) karena padanya akan muncul generasi (sekutu, mata pedang, pemimipin, pengikut) syetan&lt;/i&gt; dan berkobarnya fitnah-fitnah (berbagai huru hara); sesungguhnya tabiat kasar (kekerasan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu berada di timur.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;(H.R. Thabrani dari Ibnu Abbas ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35116)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Monas Berdarah 2008, aksi brutal dan biadab Komando Laskar Islam/Laskar FPI pimpinan Munarman atas para peserta aksi damai AK-BB pada peringatan Hari Pancasila, 1 Mei 2008 merupakan bentuk &lt;b style=""&gt;Penodaan Agama, Pancasila, dan Kemanusiaan&lt;/b&gt;. Isu Ahmadiyah yang dijadikan sebagai alasan penyerbuan hanyalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;pengkambinghitaman&lt;/b&gt;, padahal alasan yang sebenarnya adalah ingin merontokkan kelompok kebangsaan yang dianggap oleh mereka menjadi penghalang bagi cita-cita mereka untuk &lt;b style=""&gt;mendirikan “negara syari’at” atau penegakkan hukum Islam secara kaffah di dalam wilayah NKRI&lt;/b&gt;. Suatu cita-cita yang sudah pasti akan mendapatkan perlawanan yang sengit dari para pembela NKRI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Radikalisme Agama Bisa Menyeret Indonesia Kepada Perang Saudara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika radikalisme agama dan pemaksaan kehendak sebagian kelompok masyarakat terhadap yang lainnya dibiarkan hidup subur di NKRI, maka tidak mustahil Indonesia akan mengikuti nasib Afghanistan atau Pakistan dimana perang saudara dan kekerasan sektarian biasa terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Demikian juga usaha-usaha beberapa kelompok Islam untuk menghidupkan kembali Piagam Jakarta, pendirian negara khilafah, dan penerapan syari’at Islam (secara &lt;i style=""&gt;kaffah&lt;/i&gt; (menyeluruh) ‘ala Islam radikal akan berpotensi menimbulkan perpecahan bahkan perang saudara jika saja pemerintah tidak waspada dan tidak konsisten dalam memegang teguh Konstitusi Negara, Pancasila dan UUD 45. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Umat Islam semestinya harus mengambil &lt;i style=""&gt;‘itibar &lt;/i&gt;atas perpecahan dan pertikaian yang pernah terjadi dalam sejarah panjang mereka. &lt;b style=""&gt;Kebiasaan buruk saling sesat menyesatkan, saling mengkafirkan dan merasa pemilik kebenaran tunggal adalah penyakit kronis umat Islam yang harus segera diamputasi dan dibuang jauh-jauh&lt;/b&gt;. Dalam hal ini Konperensi Islam Internasional yang diadakan di Arab Saudi pada awal Juni 2008 telah &lt;b style=""&gt;merekomendasikan agar umat Islam mengedepankan dialogh dalam penyelesaian masalah antar dan intern umat beragama dan menghindari jalan kekerasan, karena hanya akan menodai Islam. &lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;Alhamdulillah.&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-9212059607351374223?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/9212059607351374223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=9212059607351374223&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/9212059607351374223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/9212059607351374223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/06/front-pembela-islam-menodai-agama.html' title='FRONT PEMBELA ISLAM MENODAI AGAMA'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SEoHSj85JZI/AAAAAAAAABc/nUK121JYKBg/s72-c/clip_image002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8882712549719195953</id><published>2008-06-01T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T20:31:05.537-07:00</updated><title type='text'>Negara Akan Ambil Tindakan Hukum</title><content type='html'>01/06/2008 20:00 WIB &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;Monas Rusuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Jubir Presiden: Negara Akan Ambil Tindakan Hukum&lt;br /&gt;Luhur Hertanto - detikcom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Penyerangan yang dilakukan massa FPI terhadap aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas dikecam kalangan Istana.&lt;br /&gt;"Negara wajib melindungi warga negaranya. Dan karena itu, negara melalui aparat penegak hukum, mengambil tindakan hukum terhadap para pelanggar hukum," kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng (klik foto-foto FPI Serbu).&lt;br /&gt;Hal itu dia sampaikan kepada detikcom, Minggu (1/6/2008).&lt;br /&gt;Andi menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum. Itu sebabnya, warga negara tidak boleh melakukan pelanggaran hukum terhadap warga negara lainnya.&lt;br /&gt;"Apalagi sampai melanggar hak asasinya," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img128.imageshack.us/img128/527/monasrusuhrc5.jpg" border="0" /&gt; &lt;span class="postbody"&gt;Mas....SBY-JK itu khan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;duet b4nci kaleng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, mana berani dia mah!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8882712549719195953?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8882712549719195953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8882712549719195953&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8882712549719195953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8882712549719195953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/06/negara-akan-ambil-tindakan-hukum.html' title='Negara Akan Ambil Tindakan Hukum'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8415057488709471598</id><published>2008-06-01T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T14:54:21.590-08:00</updated><title type='text'>ANARKISME, “BIBIT RURUJIT” DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8oXYUtBW9eM/SEKoL_OLe8I/AAAAAAAAAG4/H7CfJ5ymimk/s1600-h/_FPI.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8oXYUtBW9eM/SEKoL_OLe8I/AAAAAAAAAG4/H7CfJ5ymimk/s400/_FPI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fundamentalisme dan Anarkisme Dalam “Ramalan” Rasulullah SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hadits pertama, Rasulullah SAW. Bersabda: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Allahumma bârik lanâ fî shô’inâ wa mudinâ wa makkatinâ wa madînatinâ wa bârik lanâ fî syâminâ wa yamaninâ, faqôla rojulun: wa ‘irôqinâ, qôla: Inna fîhâ qorna asy-syaithôni wa tahayyuja al-fitani; wa inna al-jifâ’a bilmasyiq&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;.. &lt;/i&gt;Artinya: “Ya Allah, berkatilah dalam timbangan dan takaran kami, juga tentang Makkah dan Madinah kami, dan berkati pula Syam dan Yaman kami. Berkata seorang laki-laki: dan juga Irak kami. Rasulullah SAW . menjawab: &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;“(bagi Irak tidak) karena padanya akan muncul generasi (sekutu, mata pedang, pemimipin, pengikut) syetan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan berkobarnya fitnah-fitnah (tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan); sesungguhnya tabiat kasar (kekerasan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu berada di timur.” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(H.R. Thabrani dari Ibnu Abbas ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35116)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hadits kedua, Rasulullah SAW. Bersabda: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Allahumma bârik lanâ fî syâminâ wa fî&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yamaninâ, qôlû: wa fî najdinâ, qôla: hunâka al-zilâzalu wa al-fitanu wa bihâ yathlu’u qornu asy-syaithâni&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;. &lt;/i&gt;Artinya: “Ya Allah, berkatilah Syam dan Yaman kami. Para Shahabat berkata: dan demikian juga &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Nejd&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt; kami. Rasulullah SAW. bersabda: “(&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Nejd&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;, tidak karena) di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; akan muncul kegoncangan-gegoncangan dan fitnah-fitnah (tuduhan-tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan) dan di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; pula akan muncul &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;generasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut) &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;syetan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;.”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(H.R. Bukhari, Ahmad dan Nasai dari Ibnu Umar ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35118).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Munculnya Khawarij dan Wahabiyah Menggenapi “Ramalan” Rasulullah SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Subhanallah, “ramalan” (nubuwwatan) hadits pertama benar-benar telah genap, coba kita lihat awal mula munculnya gerakan fundamentalis dan anarkis dalam sejarah ummat Islam dengan munculnya sekte Khawarij. Khawarij adalah orang-orang yang keluar dari barisan Khalifah Ali bin Abi Talib, setelah khalifah ini menerima tawaran &lt;i style=""&gt;tahkim &lt;/i&gt;(arbitrase) uyang diajukan fihak lawannya, Mu’awayah bin Abi Sofyan, dan menghentikan perang Siffin (657/37 H) Menurut mereka, Khalifah Ali bin Abi Talib sebagai pihak yang benar seharusnya meneruskan perang Siffin itu sampai pasukan Mu’awiyah sebagai pihak pembangkang hancur atau tunduk kepada khalifah yang sah. Mereka berhimpun di &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Harura, dekat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt; Kufah (di Irak)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; dan mengangkat Abdullah Ibnu Abdul-Wahhab ar-Rasibi sebagai imam (pemimpin). &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan demikian mereka menjelma menjadi satu sekte atau golongan dalam Islam. Khawarij awal ini dikenal juga dengan golongan al-Muhakkimah, kerena mereka sering meneriakkan slogan “tidak ada hakam (hakim) selain Allah” dan “tidak ada hukum selain hukum Allah”. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;(Ensiklopedi Islam Indonesia, 1992, hal. 553).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Syekh Muhyiddin Al-khoyyat menulis: Golongan Khawarij terkenal kaku dan berlebihan dalam masalah agama. &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Mereka mengafirkan orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah orang yang berbeda pendapat dengan mereka dan tidak mau menerima ketentuan hukum yang dirumuskan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Mereka mengafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar, mereka tidak mau menerima hadis Nabi yang tidak sama pengertiannya secara persis dengan Alquran dan &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;mereka dalam memahami nash agama hanya dari sisi lahirnya belaka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;(Sejarah Kebangkitan Islam Dan Situasi Dunia Arab, 1994, hal.118).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ramalan” Rasulullah SAW. Pada hadis kedua telah sempurna pula ketika munculnya Wahabiyah (Wahabisme) yang dimulai dari Uyainah di wilayah Nejd. Wahabiyah, adalah gerakan sosial-politik berdasarkan hukum Islam menurut alam pikiran pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi (1703-1787/1115-1201 H. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi dalam dakwah-dakwahnya yang sangat radikal, keras, kaku dan tanpa kompromi khususnya terhadap apa yang mereka anggap sebagai bid’ah dan khurafat mendapat perlawanan sengit bukan hanya dari kelompok Ahlussunnah, Kaum Shufi, Thariqat dan Syi’ah &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;akan tetapi dari saudara kandungnya sendiri, Sulaiman, dan sepupunya Abdullah bin Hussein yang mengakibatkan pertumpahan darah antara suku-suku di Yamamah (tanah kelahiran Musailamah Al-kadz-dzab). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada periode pertama gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab mendapat dukungan penuh dari penguasa Dariyah, Muhammad bin Sa’ud dan para penerusnya yang terlibat peperangan dengan Syekh Riyad, Dahham bin Dawwas (1747 M) selama 28 tahun. Kemudian persekutuan Wahabiyah-Ibnu Sa’ud menyerang dan menaklukkan Riyadh, seluruh wilayah Nejd, Karbala (kota suci Syi’ah di Irak), Madinah, Makkah dan Jeddah. Pada tahun 1811 M. Imperium Wahabi telah terbentang dari Aleppo di utara ke Lautan Hindia, dari Teluk Persia di front Irak sampai ke Laut Merah di barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Imperium dan ekspansi Wahabiyah-Ibnu Sa’ud periode pertama telah menyebabkan kerugian tak terhingga atas jiwa, harta dan situs-situs budaya kaum muslimin dan baru berakhir setelah Dariyah, pusat gerakan Wahabi diduduki pasukan Ibrahim Pasya dari Kekhalifahan Turki Utsmani tahun 1818 M. Penguasa Nejd, Abdullah bin Sa’ud &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika itu ditangkap, dikirim ke Constantinopel dan dihukum penggal di sana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Periode kedua &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;gerakan Wahabiyah dimulai tahun 1901, setelah Abdul Aziz II bin Abdurrahman didukung ulama-ulama radikal Wahabi dan Kolonial Inggris di Timur Tengah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berhasil memasuki Riyad.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Selanjutnya Abdul Aziz berhasil menguasai kembali tanah kekuasaan kakeknya, Nejd pada 1921, Hail, Makkah pada 1924, Madinah dan Jeddah pada 1925. &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Kekuasaan Wahabi dan Ibnu Sa’ud berlangsung sampai sekarang dengan dukungan Amerika, Inggris dan sekutu-sekutu mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Umat Islam perlu mewaspadai politik adu domba antar umat Islam yang mungkin dimaikan oleh Israel melalui Rabithah Alam Islami, karena organisasi ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat dipengaruhi oleh kebijakan penguasa Saudi Arabia yang sudah berada di dalam kendali Amerika Serikat dan Inggris sedangkan Amerika dan Inggris keduanya tunduk kepada Israel. Sejarah mencatat bagaimana perpecahan umat Islam telah terjadi akibat pemahaman yang sempit dan kaku tentang beberapa ayat Alquran dan Hadits yang menyebabkan munculnya budaya saling mencap sesat dan kafir, dimana pada gilirannya akan membuat energi umat Islam terkuras dengan kedua hal tadi, sedangkan Israel dengan dukungan politik dan finansial sekutunya akan lebih memperkuat cengkramannya atas Palestina . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/star/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/star/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gerakan Neo-Khawarij dan Wahabi Anarkis di Indonesia Pasca Gerakan Reformasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pasca lengsernya Alm. Presiden Soeharto 1998 gerakan Neo-Khawarij dan Wahabi Radikal di Indonesia kembali mendapat angin segar dan mulai memperlihatkan jati diri mereka yang sesungguhnya, mereka secara terbuka membuat organisasi masa kegaamaan, menghidupkan isu-isu Khilafah, Syari’ah Islamiyah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar bahkan isu Negara Islam Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Faham radikal, fundamentalis, dan anarkis Khawarij dan Wahabiyah telah banyak diadopsi oleh Jamaah Islamiyah (JI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Pembela Islam (FPI), dan Hizbut Tahrir Indonesia (&lt;/span&gt;&lt;st1:stockticker&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;HTI&lt;/span&gt;&lt;/st1:stockticker&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;). Mereka bertindak sangat berani dan arogan di tengah-tengah ketidak stabilan sistem politik dan hukum di Indonesia. Cita-cita untuk menerapkan Syari’ah atau Hukum Islam secara radikal di wilayah NKRI bagi mereka bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu dan tertutup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dipihak lain, mereka &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;mendapatkan batu sandungan yang maha berat ketika harus menghadapi Ahmadiyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, karena Ahmadiyah adalah satu-satunya jamaah yang secara faktual dan yuridis telah menetapi sistem Khilafah non politik dengan berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Assunnah, sedangkan mereka &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;mengkampanyekan khilafah politik (khilafah ”pepesan kosong”) yang secara dalil syar’i bukan zamannya lagi dan tidak mungkin bisa diwujudkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Demikian ini telah disinyalir Rasulullah SAW. dalam hadits mutawatir maknawi, dimana beliau telah menjanjikan kedatangan &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Isa Ibnu Maryam secara majazi yang berarti bahwa khilafah di akhir zaman ini adalah &lt;i style=""&gt;al-khilafah ghairu siyâsiyyah&lt;/i&gt; (khilafah non politik).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berbagai tindakan kelompok anarkis yang sangat mencoreng agama Islam yang &lt;i style=""&gt;Rahmatan Lil’alamin&lt;/i&gt; telah mereka lakukan, dengan teriakan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt; mereka menyerbu dan merusak mesjid-mesjid, rumah dan bahkan menjarah properti orang-orang Ahmadiyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di berbagai daerah di Indonesia. &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Dahulu Khalifah Ali ra. menyindir kaum Khawarij yang anarkis sabda beliau:&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;”Allahu Akbar, ucapan hak tetapi telah disalahgunakan”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;(Sejarah Kebangkitan Islam Dan Situasi Dunia Arab, 1994, hal.119).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sungguh sangat ironis dimana pada hari ini, Minggu, 01 Juni 2008 ketika semestinya segenap Bangsa Indonesia kembali bersyukur, merenung, dan mengenang kembali jasa-jasa Sang Proklamator Kemerdekaan RI yang telah menggali Pancasila dari bumi asli Indonesia. Ternyata malah dinodai oleh penyerangan, kebrutalan dan tindakan anarkis &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;berdarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang membabi buta dari gerombolan Front Pembela Islam (FPI) dan Komando Laskar Islam pimpinan Munarman atas Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang akan melakukan aksi damai Memperingati Lahirnya pancasila di Monumen Nasional. Media televisi dan cetak telah berhasil merekam dan memuat berita dan peristiwa penyerangan yang biadab itu, dimana para penyerang tidak lagi mampu membedakan mana orangtua, wanita dan anak-anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sungguh, bagi seorang muslim penyerangan berdarah semacam itu akan merupakan suatu &lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:black;" &gt;Penodaan Agama (Islam)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Demikian juga bagi seorang nasionalis yang menghargai konstitusi negara hal itu akan merupakan &lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;penghinaan terhadap Pancasila, HAM dan bahkan NKRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang dilakukan di depan Monumen Nasional yang kita banggakan. Semoga Pemerintah dan segenap Bangsa Indonesia segera menyadari bahaya di depan mata yang mengancam kesatuan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia harus berani menghentikan tindakan pelanggran konstitusi negara, hukum dan main hakim sendiri yang dilakukan oleh siapapun. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Alhamdulillah Rabbil ’alamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8415057488709471598?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8415057488709471598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8415057488709471598&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8415057488709471598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8415057488709471598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/06/anarkisme-bibit-rurujit-dalam-islam.html' title='ANARKISME, “BIBIT RURUJIT” DALAM ISLAM'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8oXYUtBW9eM/SEKoL_OLe8I/AAAAAAAAAG4/H7CfJ5ymimk/s72-c/_FPI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-3485647513254621530</id><published>2008-05-28T20:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T20:55:43.059-07:00</updated><title type='text'>Grand Mufti Suriah: Umat Islam Dunia Perlu Pelajari Kebhinekaan RI</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.depag.go.id/file/fotoberita/1825.jpg" target="foto"&gt;&lt;img class="fotoberita" src="http://www.depag.go.id/file/fotoberita/1825-tb.jpg" alt="Foto" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt; &lt;p&gt;Cipanas, 26/5 (Pinmas)--Grand Mufti Republik Arab Suriah, Dr. Ahmad Badruddin Hassoun mengatakan bahwa umat Islam dari seluruh dunia perlu belajar tentang kebhinnekaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Saya menyaksikan berbagai pemeluk agama yang berbeda-beda dapat tumbuh dan berkembang memajukan suatu peradaban untuk kemajuan bersama," kata Mufti Besar Suriah itu di Cipanas, Sabtu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ahmad Badrudin Hassoun merupakan Ketua Majelis Fatwa Tertinggi Suriah. Di negerinya ia banyak memegang jabatan penting, di antaranya anggota dewan penasihat komisi internasional untuk mendekatkan madzhab dalam Islam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jabatan lain sebagai anggota pendukung intifadha dan perlawanan terhadap proyek Zionisme, pendiri Yayasan Sosial al-Furqon, Yayasan Dompet Kesehatan Masyarakat. Ia juga seorang pemikir dan aktivis dalam hubungan intra-agama dan antarperadaban.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut pria kelahiran 1369 H/1949 M di kota Haib, Suriah itu, kunjungannya selama di Indonesia sejak 21 hingga 26 Mei telah membuat dirinya kagum. Ia sempat berdialog dengan para tokoh agama: Hindu, Budha, Kristen Katolik dan Protestan hingga pemuka agama Islam berpengaruh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika berada di Yogyakarta, ia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC), menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah pondok pesantren terkemuka seperti Gontor dan Krapyak, melihat kemajuan teknologi pembangunan pesawat di Bandung dan terakhir diterima Wapres Yusuf Kalla (24/5) dan dijamu makan siang di Istana Cipanas oleh Menag M. Maftuh Basyuni.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai umat Islam, ada tiga "kitab" yang harus dipelajari di Indonesia. Selain yang pertama Al Quran, kedua tentang alam semesta dan ketiga tentang manusianya. "Saya menemukan ketiga kitab tersebut ada di Indonesia," kata Hassoun.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Di Suriah, Hassoun dikenal sebagai pemegang otoritas keagamaan negara Sunni. Kendati begitu ia juga seorang relegious leader. Namun ia juga bisa memposisikan sebagai community leader, yang berfikir dan bersikap luas, lintas batas dan universal sebagai bagian dari kewargaan dunia.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dalam penjelasannya kepada Menag, ia mengatakan, membaca "kitab" Indonesia amat menarik. "Karena itu, perlu pula membacanya secara komprehensif," jelas Hassoun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dubes RI untuk Suriah, H. M. Muzammil Basyuni mengatakan, di negerinya Hassoun termasuk mufti yang amat dihormati. Baik karena pemikirannya maupun upayanya dalam memajukan peradaban dunia, moderat, universal dan membawa rahmat bagi semua umat manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu Menag M. Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya berharap Mufti Besar Suriah itu dapat berkunjung lagi ke Indonesia dalam jangka waktu lama. Sesuai permintaan Wapres, kedatangan Hassoun ke berbagai tempat ibadah nanti diharapkan akan mendorong pencerahan bagi pembangunan peradaban dunia lebih maju.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menanggapi permintaan itu, Hassoun menjawab, jangankan seminggu. Sebulan pun ia bersedia berada di Indonesia. Hanya saja, karena kesibukan, dalam waktu dekat ini saja ia harus memenuhi undangan umat muslim di Inggeris.&lt;br /&gt;(es/ts)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="pengirim"&gt; Diupload oleh TS (-) dalam kategori Mentri Agama pada tanggal 26-05-2008 00:00 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-3485647513254621530?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/3485647513254621530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=3485647513254621530&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/3485647513254621530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/3485647513254621530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/05/grand-mufti-suriah-umat-islam-dunia.html' title='Grand Mufti Suriah: Umat Islam Dunia Perlu Pelajari Kebhinekaan RI'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-6441970591578942737</id><published>2008-04-24T07:30:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T03:18:24.079-07:00</updated><title type='text'>SYAHKAH KEISLAMANAN AHMADIYAH?</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Menurut Assunnah&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Rasulullah SAW. bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Man sholl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; shol&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;tan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa istaqbala qiblatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa akala dzab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ĥ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;atan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; fadz&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;lika al-muslim alladz&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; lahu dzimmatullahi wa dzimmatu ras&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;lihi fal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; tukhfir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;lloha f&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; dzimmatihi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; (Barangsiapa shalat sebagaimana shalat kita, menghadap kiblat kita, dan memakan sembelihan kita maka orang seperti itu adalah seorang muslim, baginya berhak mendapatkan perlindungan Allah dan Rasul-Nya. Maka &lt;span style="color:blue;"&gt;janganlah kalian membatalkan (perjanjian) Allah dalam hal perlindungan-Nya itu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Tidak diragukan lagi bahwa Ahmadiyah shalat sebagaimana Shalat Rasulullah SAW., menghadap kiblat Rasulullah SAW. dan memakan sembelihan Umat Islam. Siapa yang berani melanggar syariat (hukum) Allah dan Rasul-Nya ini? Dan siapa yang berani mengkafirkan orang yang sudah dinyatakan keislamannya oleh Rasulullah SAW.? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Na’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;dzubillah tsumma na’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;dzubillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; jika masih ada orang yang &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;karena ketaburannya&lt;/span&gt; berani menon-muslimkan orang yang telah dinyatakan Islam oleh Rasulullah SAW. Ketakaburan inilah nampaknya yang menjadi sumber azab dan bencana di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Rasulullah SAW. bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Umirtu an uq&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ŏ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;tilann&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;sa hatta yaq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; il&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ha illallohu, faidz&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; q&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ŏ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;h&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa sholl&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;shol&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;tan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa istaqbal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; qiblatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa dzaba&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ĥū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dzab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;īĥ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;atan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; faqod hurrimat ‘alain&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; dim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;uhum wa amw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;luhum ill&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; bihaqqih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; wa his&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;buhum ‘alallohi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(Aku diperintah untuk memerangi orang-orang [dalam kondisi perang] sampai mengucapkan “Tidak ada Tuhan selain Allah”, maka apabila sesorang telah mengucapkan &lt;b&gt;”l&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; il&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ha illallohu, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;shalat seperti shalat kita, menghadap kiblat kita, menyembelih sebagaimana kita menyembelih, maka benar-benar telah diharamkam darah dan harta-harta mereka [untuk dibunuh atau dijarah] keculia dengan sebab haknya [seperti karena membunuh atau tindakan kriminal lain] sedangkan perhitungan yang sebenarnya ada pada Allah [karena hakim bisa saja salah dalam menjatuhkan putusan]. Betul-betul sangat keliru jika ada tokoh-tokoh &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;muslim radikal&lt;/span&gt; atapun &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;teroris&lt;/span&gt; yang menghalalkan darah orang Ahmadiyah dengan sebab keyakinan akan datangnya &lt;i&gt;nabi ghair musyarri’&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(nabi yang tidak membawa syari’at), karena keyakinan semacam itu telah diyakini pula oleh para wali, seperti Asy-Sya’rani rh., Al-Jili rh., dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi. As-Suyuthi berkata:&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, ”tapi dalilnya adalah, ’Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, ”Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;”Dalilnya adalah hadits, &lt;i&gt;Tidak ada nabi setelahku&lt;/i&gt;”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah&lt;i&gt;: &lt;b&gt;tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Menurut Imam Syafi’i&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Seandainya Imam Syafi’I rh. masih hidup, mungkin sekali beliau akan menjadi salah seorang Imam Mazhab yang menentang “Patwa MUI” tentang Pengkafiran Ahmadiyah. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kanapa demikian? Karena Ahmadiyah meyakini dan mengucapkan &lt;i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;syahadatain&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(dua kalimah Syahadat), menetapi dan mengamalkan Rukun Islam dan Rukun Iman. Keyakinan Ahmadiyah sama sekali bukan keyakinan baru, melainkan keyakinan Islam yang hakiki yang digali berdasarkan bimbingan wahyu dan ilmu pengetahuan. Perbedaan antara Ahmadiyah dengan para penentangnya hanyalah terletak pada perbedaan &lt;i&gt;Tafsir &lt;/i&gt;(tafsiran/interprestasi) atau &lt;i&gt;Ta’wil&lt;/i&gt; (penakwilan/penjelasan) ayat Al-Qur’an dan beberapa Hadits Rasulullah SAW.belaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Imam Syafi’i, seorang Imam Mazhab yang pada masanya dituduh bahwa ia seorang pengikut Syi’ah pernah dinyatakan &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;kafir&lt;/span&gt; dan &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;sesat&lt;/span&gt; oleh lawan-lawan beliau. Oleh karena itu wajarlah jika Imam Syafi’i rh. dengan tegas menyatalkan: &lt;span style="color:navy;"&gt;“Saya tidak mengkafirkan ahli ta’wil dengan sebab kekeliruan mereka”&lt;/span&gt;. Dalam riwayat lain: &lt;span style="color:navy;"&gt;“Saya tidak mengkafirkan seorangpun dari &lt;i&gt;ahli kiblat&lt;/i&gt; (yang shalatnya menghadap Ka’bah) dengan sebab kekeliruan mereka”. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam riwayat lain beliau berkata: &lt;span style="color:navy;"&gt;“Saya tidak mengkafirkan ahli ta’wil, yang berpaling dari tekstual ayat Al-Qiur’an dengan sebab kesalahan (kekeliruan) mereka”.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;color:navy;"   &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Oleh karena itu, kepada segenap Bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; (khususnya para pengikut Mazhab Syafi’i) untuk tidak mengikuti Fatwa MUI atau patwa ulama-ulama yang berani mengkafirkan Ahmadiyah karena Ahmadiyah dengan jelas dan nyata bahwa mereka adalah &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;ahli kiblat&lt;/span&gt;, mereka tidak mempunyai kiblat lain selain Ka’bah di Makkah al-Mukarramah dan mereka tidak mempunyai kitab suci lain selain Al-Qur’an. Sekali lagi, Ahmadiyah dengan non-Ahmadiyah hanya beda Tafsir atau Ta’wil saja.&lt;span style="color:navy;"&gt;Takutlah kepada Allah dan berhentilah mencap kafir kepada pengucap dua kalimah syahadat atau orang-orang yang shalatnya menghadap Ka’bah. Kita jangan mengambil resiko jadi kafir dengan sebab mencap kafir kepada mereka&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="width: 750px;"&gt;&lt;img src="http://www.ghanaweb.biz/GHP/img/pics/85974907.jpg" alt="Tsunami Aceh" height="294" width="450" /&gt;&lt;h2&gt;Tsunami Aceh&lt;/h2&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Azab dan Bencana Penganiayaan Ahmadiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Rasulullah SAW. bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Takutilah do’a (kutukan) orang yang dizalimi, karena do’a (kutukannya) akan dibawa Malaikat ke angkasa (langit). Allah Ta’ala berfirman: ‘Demi keagungan dan kegagahan-Ku, pasti Aku akan menolong engkau (orang yang dizalimi) walaupun telah berlalunya masa (kutukan itu tetap akan turun) ”.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Takutilah do’a (kutukan) orang yang dizalimi,      karena do’a (kutukannya) akan naik ke langit seperti percikan bunga api”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Do’a (kutukan) orang yang dizalimi mustajab (dikabulkan), walaupun orang itu seorang ahli maksiat karena akibat kemaksiatannya itu untuk dirinya”.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam hal ini, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. menerima wahyu: &lt;span style="color:navy;"&gt;“Seorang pemberi peringatan telah datang ke dunia dan dunia tidak menerimanya, tetapi Tuhan akan menerimanya dan Dia akan menampakkan kebesaran-Nya dengan serangan yang dahsyat”&lt;/span&gt;.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penulis menghimbau kepada segenap elemen Bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; untuk dengan serius dan segera menghentikan dan menolak segala bentuk penganiayaan, penyerangan, pengrusakkan, dan penjarahan atas Ahmadiyah. Jika tidak, penulis khawatir azab dan bencana besar akan terus turun seiring dengan penganiayaan (penzaliman) terhadap Ahmadiyah itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Terakhir, kepada Forum Umat Islam (FUI) penulis sampaikan bahwa Bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; pada akhirnya akan tahu bahwa: &lt;span style="color:navy;"&gt;Tuduhan “Penodaan Agama” yang kalian kemukakan, dalam istilah &lt;i&gt;Sullamul Munauraq&lt;/i&gt; (mantiq) disebut HUJJAH SAFSATHIYYAH (argumentasi yang seolah-olah benar padahal salah alias akal-akalan) BELAKA. Untuk itu berhentilah menzalimi Ahmadiyah dan jangan terus-menerus mengundang azab dan kesengsaraan. Jadikan “kehancuran” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Afghanistan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;, negeri yang telah &lt;i&gt;merajam&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(menghukum mati) dua murid Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. sebagai pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Alhamdulillahi Rabbil &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;lamiin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lihat, Abu Abdillah bin Ismail al-Bukhari, &lt;b&gt;Shahih Bukhari&lt;/b&gt;, Darul Fikr, 2005, jilid 1, halaman 102&lt;i&gt;, bab &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Fadhli istiqbā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;lil qiblat.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, 2008, hal 90-91.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Yusuf bin Isnail an-Nahabani, asy-Syaikh, &lt;i&gt;Syaw&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;hidul haqq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;, Darul Fikr, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Beirut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;, 1983, halaman 50. Dan Abdul Wahhab Sya’rani, asy-Syaikh, Al-Yaw&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;qit wa Al-Jaw&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" &gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;hir, al-Haramain, Singapura, tth, juz I,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;halaman 126.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hadits Riwayat Ath-Thabarani, &lt;i&gt;Al-J&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ặ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;mi’ Al-Shaghîr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, Jilid I, halaman 28,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hadits no 148.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hadits Shahih Riwayat Al-Hakim, &lt;i&gt;Al-J&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ặ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;mi’ Al-Shaghîr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, Jilid I, halaman 28,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hadits no 149.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Hadits Shahih Riwayat Ath-Thayalis, &lt;i&gt;Al-J&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ặ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;mi’ Al-Shaghîr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, Jilid I, halaman 648,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hadits no 4204.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=6441970591578942737#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Mirza Hulam Ahmad, &lt;i&gt;Sirrul Khil&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ặ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;fah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, Riyadhul Hindi, Amritsar India, 1312 H, halaman 1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="width: 750px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-6441970591578942737?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/6441970591578942737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=6441970591578942737&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6441970591578942737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/6441970591578942737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/04/syahkah-keislamanan-ahmadiyah.html' title='SYAHKAH KEISLAMANAN AHMADIYAH?'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-2202477205091900849</id><published>2008-04-13T06:55:00.001-07:00</published><updated>2008-04-29T20:40:32.387-07:00</updated><title type='text'>DESAK PEMERINTAH BUBARKAN AHMADIYAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Allah Ta’ala berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, Maka telitilah dan &lt;b&gt;janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin"&lt;/b&gt; (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, Maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;span style="color:blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;(Q.S. An-Nisa [4]:94)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Republika, edisi hari ini, Ahad, &lt;/span&gt;&lt;st1:date year="2008" day="13" month="4"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;13 April 2008&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, halaman B1 kembali menulis tentang Ahmadiyah. Kali ini &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; kabar yang getol memuat tulisan-tulisan anti Ahmadiyah dengan tidak berimbang ini menulis dengan judul &lt;b&gt;Pemerintah Didesak Bubarkan Ahmadiyah. &lt;/b&gt;Dalam tulisan ini dikemukakan pendapat dan desakan dari KH. A Cholil Ridwan, Ahmad Sumargono, dan Munarman kepada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Setelah penulis membaca komentar-komentar ketiga tokoh tersebut penulis tergerak hati untuk memberikan tanggapan-tanggapan sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;: Aqidah dan Jemaat Ahmadiyah meyakini dan mengamalkan 100% aqidah-aqidah yang telah dirumuskan dalam Rukun Islam dan Rukun Iman oleh Nabi Paling Mulia, Muhammad SAW. Penulis ingin bertanya kepada ketiga tokoh tersebut, Rukun Islam dan Rukun Iman yang mana yang dilanggar oleh Ahmadiyah sehingga Ahmadiyah difatwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;non-muslim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; alias &lt;b&gt;&lt;i&gt;kafir&lt;/i&gt;?&lt;/b&gt; Penulis yakin bahwa Bapak KH. A Cholil Ridwan, Ahmad Sumargono, dan Munarman tidak mempunyai Rukun Islam atau Rukun Iman yang lain atapun Rukun Islam dan Rukun Iman hasil revisi. Oleh karena itu &lt;i&gt;absurd &lt;/i&gt;(salah sama sekali) jika K.H. A.Cholil Ridwan menyamakan aqidah atau kasus Ahmadiyah dengan Al-Qiyadah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kedua: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Menyatakan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam (kafir), bertentangan dengan Al-Qur’an, khususnya Surah An-Nisa [4]:94 seperti tersebut di atas, karena ada qaidah: &lt;i&gt;al-‘ibratuhu bi’um&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;mil lafzhi l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; bikhush&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;shi sababi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; dan bertentangan pula dengan hadits-hadits shahih Imam Bukhari berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Rasulullah SAW. bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Man shollā sholātanā wa istaqbala qiblatanā wa akala dzabī&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ĥ&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;atanā fadzālika al-muslim alladzī lahu dzimmatullahi wa dzimmatu rasūlihi falā tukhfirūlloha fī dzimmatihi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; (Barangsiapa shalat sebagaimana shalat kita, menghadap kiblat kita, dan memakan sembelihan kita maka orang seperti itu adalah seorang muslim, baginya berhak mendapatkan perlindungan Allah dan Rasul-Nya. Maka &lt;span style="color:blue;"&gt;janganlah kalian membatalkan (perjanjian) Allah dalam hal perlindungan-Nya itu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;. Tidak diragukan lagi bahwa Ahmadiyah shalat sebagaimana Shalat Rasulullah SAW., menghadap kiblat Rasulullah SAW. dan memakan sembelihan Umat Islam. Siapa yang berani melanggar syariat (hukum) Allah dan Rasul-Nya ini? Dan siapa yang berani mengkafirkan orang yang sudah dinyatakan keislamannya oleh Rasulullah SAW.? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Na’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;dzubillah tsumma na’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;dzubillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; jika masih ada orang yang &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;karena ketaburannya&lt;/span&gt; berani menon-muslimkan orang yang telah dinyatakan Islam oleh Rasulullah SAW. Ketakaburan inilah nampaknya yang menjadi sumber azab dan bencana di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Rasulullah SAW. bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Umirtu an uqŏtilannāsa hatta yaqūlū lā ilāha illallohu, faidzā qŏlūhā wa shollū&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;sholātanā wa istaqbalū qiblatanā wa dzabaĥū &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dzabīĥatanā faqod hurrimat ‘alainā dimāuhum wa amwāluhum illā bihaqqihā wa hisābuhum ‘alallohi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;(Aku diperintah untuk memerangi orang-orang [dalam kondisi perang] sampai mengucapkan “Tidak ada Tuhan selain Allah”, maka apabila sesorang telah mengucapkan &lt;b&gt;”lā ilāha illallohu, &lt;/b&gt;shalat seperti shalat kita, menghadap kiblat kita, menyembelih sebagaimana kita menyembelih, maka benar-benar telah diharamkam darah dan harta-harta mereka [untuk dibunuh atau dijarah] keculia dengan sebab haknya [seperti karena membunuh atau tindakan kriminal lain] sedangkan perhitungan yang sebenarnya ada pada Allah [karena hakim bisa saja salah dalam menjatuhkan putusan]. Betul-betul sangat keliru jika ada tokoh-tokoh &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;muslim radikal&lt;/span&gt; atapun &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;teroris&lt;/span&gt; yang menghalalkan darah orang Ahmadiyah dengan sebab keyakinan akan datangnya &lt;i&gt;nabi ghair musyarri’&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(nabi yang tidak membawa syari’at), karena keyakinan semacam itu telah diyakini pula oleh para wali, seperti Asy-Sya’rani rh., Al-Jili rh., dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi. As-Suyuthi berkata:&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, ”tapi dalilnya adalah, ’Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, ”Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;”Dalilnya adalah hadits, &lt;i&gt;Tidak ada nabi setelahku&lt;/i&gt;”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah&lt;i&gt;: &lt;b&gt;tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Ketiga: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Mengenai “senjata pamungkas” yang sering dipamerkan yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ijma’ &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;atau kata-kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;mujma’an ‘alaih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(kutifan dari &lt;i&gt;Sulam Taufiq&lt;/i&gt;) dalam memfatwai kafir atau sesat Ahmadiyah. Perhatikan pendapat K.H. Moenawar Chalil berikut ini: &lt;span style="color:blue;"&gt;Ijmak yang diakui dan dibenarkan oleh mereka itu, ialah ijmak para sahabat Nabi; dan selain dari itu tidaklah mungkin, bahkan mustahil terjadi. Di antara para ulama mujtahid besar yang mengingkari (tidak membenarkan) adanya ijmak di masa sesudah para sahabat Nabi, ialah Imam Ahmad bin Hanbal (pemuka mazhab Hanbali) yang hidup di antara pertengahan abad kedua dan pertengahan abad ketiga Hijrah. Antara lain beliau berkata: “Barang siapa yang mendakwakan ijma, maka ia berdusta”.....Jelasnya, barangsiapa mendakwakan ada terjadi ijmak sesudah para sahabat, maka ia berdusta&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Mengenai Ijma’ ini untuk lebih jelasnya KH. A Cholil Ridwan, Ahmad Sumargono, dan Munarman agar menelaah kembali &lt;b&gt;Tanya Jawab&lt;/b&gt; A.Hassan, bundel &lt;b&gt;Majalah Pembela Islam&lt;/b&gt;, dan bundel &lt;b&gt;Majalah Al-lisan. &lt;/b&gt;Penulis heran kenapa masalah &lt;i&gt;tafkir&lt;/i&gt; dan fatwa sesat yang sangat serius ini dasarnya hanya Ijma’ ulama, bukan Al-Qur’an atau As-Sunnah? Bukankah K.H. Moenawar Chalil dan A. Hassan yang anti ijma’ itu sangat dekat dengan ketiga tokoh itu? Penulis tahu hal ini karena penulis adalah mantan pengagum A.Hassan, K.H. Moenawar Chalil, Mohammad Natsir, HOS.Tjokroaminoto, bahkan Imam Kartosuwiryo. &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Keempat: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Pemerintah, rakyat dan bangsa Indonesia sekarang ini lagi susah. Mari kita bantu pemerintah dan rakyat Indonesia untuk segera keluar dari berbagai kesulitan dengan amal nyata, keteduhan, kestrabilan politik dan sosial. Tidak ada gunanya &lt;i&gt;“ngopenan”&lt;/i&gt; Ahmadiyah yang sudah jelas punya hak hidup dan dijamin oleh Konstitusi Negara, bahkan HAM PBB. Penulis meyakini bahwa&lt;span style="color:blue;"&gt; “penyerangan” dan “penzaliman” terhadap Ahmadiyah hanya akan membuat noda dan dosa yang akan menyebabkan munculnya bencana-demi bencana serta malapetaka.&lt;/span&gt; Lebih baik kita amalkan Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam hadits ini: Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW. “Amalan Islam yang mana yang paling bagus?” Rasulullah SAW. menjawab&lt;span style="color:blue;"&gt;: “Memberi makan orang miskin (lapar) dan mengucapkan salam kepada siapa yang engkau kenal dan yang tidak”.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;color:blue;"   lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kelima: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kepada Pemerintah, penulis do’akan agar tetap tegar memegang teguh Konstitusi Negara (Pancasila dan UUD 45) dan jangan terpengaruh dengan keinginan segelintir orang yang ingin merusak nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Realitas dan fakta membuktikan bahwa Negara Pakistan dan Afghanistan dua buah negara dimana di sana Jemaat Ahmadiyah sudah sejak lama dianiaya, dikafirkan, pengikutnya banyak yang dibunuh atas nama agama, dan harta mereka banyak yang dijarah kondisinya dapat kita saksikan sekarang. &lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Seandainya menganiaya orang Ahmadiyah bukan dosa besar dan bahkan diridhai Allah, kenapa negeri mereka dilanda banyak mencana, peperangan dan pembunuhan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Afghanistan, adalah negeri yang rajanya (Amir Habibullah Khan) pertama kali mensyahidkan dengan cara &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;dirajam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dua orang shahabat Imam Mahdi as. (Pendiri Jemaat Ahmadiyah), yakni Sahibzada Sayyid Abdul Latif (keturunan Nabi SAW.) dan Maulwi Abdurrahman di Kabul. Kemudian disusul dengan pensyahidan Hadhrat Ni’matullah Khan pada 1924, Maulana Abdul Halim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Hadhrat Qari Nur Ali pada 1925 dengan cara yang sama (&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;rajam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;). &lt;span style="color:blue;"&gt;Seandainya membunuh pengikut dan sahabat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. itu jihad atau apapun namanya, kenapa Afghanistan terus menerus dilanda kemalangan (penderitaan), bukannya diberikan “pahala” oleh Allah berupa “ketentraman” dan “kemakmuran”?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Semoga bangsa kita tidak terjerumus ke dalam jurang kekerasan, radikalisme dan penganiayaan. Kita doakan agar pemerintah kita tidak mengikuti langkah-langkah keliru pemerintah Afghanistan maupun Pakistan. &lt;b&gt;Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:date year="2008" day="28" month="4"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;    &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="DE" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Qaidah Ushul menyatakan: “faktor hukum itu berdasarkan keumuman lafal bukan pada khusunya sebab“. Jadi walaupun ayat ini sebabnya berkenaan dengan perang, dalam keadaan damaipun menyatakan orang yang mengaku beriman dengan sebutan bukan orang beriman adalah melanggar hukum Allah dan rasulnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lihat, Abu Abdillah bin Ismail al-Bukhari, &lt;b&gt;Shahih Bukhari&lt;/b&gt;, Darul Fikr, 2005, jilid 1, halaman 102&lt;i&gt;, bab &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Fadhli istiqbā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;lil qiblat.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, 2008, hal 90-91.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Moenawar Chalil, KH&lt;b&gt;. Kembali Kepada Al-Qur’an Dan Assunnah&lt;/b&gt;, Bulan Bintang, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, 1999,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;halaman 360.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=2202477205091900849#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;Shahih Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;, Darul Fikr, 2005, jilid 1, halaman 9 dan 13&lt;i&gt;, bab Ith’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;mith tha’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;m minal isl&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;ām&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-2202477205091900849?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/2202477205091900849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=2202477205091900849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/2202477205091900849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/2202477205091900849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/04/desak-pemerintah-bubarkan-ahmadiyah.html' title='DESAK PEMERINTAH BUBARKAN AHMADIYAH'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8499525775006288730</id><published>2008-04-06T23:10:00.000-07:00</published><updated>2008-04-06T23:11:22.701-07:00</updated><title type='text'>SURAT TERBUKA BUAT ALI GHUFRON DKK</title><content type='html'>Assalamu ‘alaikum.&lt;br /&gt;Surat kabar Republika, edisi hari ini (Senin), 7 April 2008, halaman 7 memuat artikel antum (Ali Ghufron) dengan judul Bantahan Terhadap Artikel Dr. Syafii Maarif. Dalam pojok akhir artikel antum menulis: “Nasihat saya, sebaiknya mulai sekarang menumpukan perhatian untuk mengoreksi diri, dan mengurangkan kesibukan mengoreksi orang lain, serta menghentikan sama sekali kegemaran mengoreksi ayat-ayat Allah dan syari’at-Nya”.&lt;br /&gt;Menurut ana, kata-kata “sebaiknya mulai sekarang menumpukan perhatian untuk mengoreksi diri, dan mengurangkan kesibukan mengoreksi orang lain”, Sebelum buat orang lain seperti Dr. Syafii Maarif sebenarnya nasihat itu lebih cocok buat diri antum dan kawan-kawan antum dari Al-Qaeda dan Jamaah Islamiyah. Tidaklah antum tahu bahwa ngebom dan membunuh orang secara sadis melalui aksi terorisme adalah pekerjaan dajjal (syaitan), sedangkan mengoreksi orang lain yang sesuai dengan akhlakul karimah adalah pekerjaan para Nabi dan para pengikutnya. Bukankah Nabi Muhammad SAW. sendiri diantaranya bertugas sebagai korektor atas aqidah-aqidah dan terorisme jahiliyah?&lt;br /&gt;Adapun kata-kata: “serta menghentikan sama sekali kegemaran mengoreksi ayat-ayat Allah dan syari’at-Nya”. Saya tidak percaya seorang Dr. Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah akan melakukan koreksi terhadap ayat-ayat Allah ataupun Syari’at-Nya. Memangnya ada Ayat-ayat Allah atau Syari’at Allah yang salah? Menurut saya, sebagai mantan pengikut Islam Radikal yang sudah bertobat sejak 20 tahun yang lalu, yang salah itu bukan Ayat-ayat Allah ataupun Syari’atnya, akan tetapi cara antum berfikir dan melaksanakan manjah dakwah. Maaf, antum berfikiran sangat kerdil, fiqhiyyah (dokriner), dan tekstual terhadap Atar-ayat Allah dan Syari’at-Nya. Cara berfikir dan beraqidah begini adalah cara-cara Khawarij yang terkutuk itu. Ingatlah bahwa cara secara efektif akan dapat merusak citra Islam dan ummatnya sebagai agama dan ummat yang cinta damai dan memberi kedamaian.&lt;br /&gt;Kepada saudara Ali Ghufron dan kawan-kawan saya sarankan untuk memperhatikan nubuwwat dan peringatan ghaib Allah dan Rasul-Nya berikut, Allah berfirman: "Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci." Ibnu Jarir menyebutkan bahwa (kemenangan Islam II itu) akan terjadi 'inda nuzūli 'Isa Ibni Maryām (Ketika turun Isa Ibnu Maryam). Abu Hurairah ra. berkata: Khurūju 'Isa Ibnu Maryām (Ketika keluarnya Isa Ibnu Maryam). (Tafsir Jāmi'ul Bayān, Darul Fikr, Beirut, 1995, jilid 14, halaman 112.)&lt;br /&gt;Adakah dalam ayat ini mengisyatkan kemengan dan kejayaan Islam akan melalui terorisme, Al-Qaeda ataupun Jamaah Islamiyah? Bahkan sebailknya, kemenangan dan kejayaan Islam II di akhir zaman ini akan terjadi melalui ajaran cinta kasih dan keindahan Islam sesuai dengan sifat jamali nama Ahmad dari salah satu nama Rasulullah SAW. Bukankah hadits mutawatir maknawi tentang turunnya Isa Ibnu Maryam yang melibatkan 32 sahabat ra. itu sebagai bukti yang kuat bahwa secara isti’arah Islam akan dijadikan menang dan jaya kembali melalui ajaran cinta kasih Rasulullah SAW. Melalui Al-Masih Al-Mau’ud? Di mana ada Firman Allah yang menyebutkan bahwa Islam akan berjaya dengan terorisme?&lt;br /&gt;Selanjutnya antum perhatikan firman Allah berikut: "Dan (juga Rasulullah SAW.) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.". Imam Bukhari meriwayatkan, dari Abi Hurairah ra. beliau berkata: "Kami sedang duduk bersama Nabi SAW. ketika itu Surah al-Jumu'ah diturunkan atasnya; wa ākharīna minhum lammā yalhaqū bihim, beliau bertanya, aku bertanya: "Siapakah mereka itu Wahai Rasulullah!" Rasul tidak menjawab sampai ditanya tiga kali, bersama kami ketika itu ada Salman al-Farsi. Kemudian Rasulullah SAW. meletakkan tangannya di atas tubuh Salman seraya berkata: "Seandainya iman sudah terbang ke bintang Tsurayya, iman itu akan diambilnya kembali oleh beberapa laki-laki atau seorang laki-laki dari mereka (keturunan Farsi)" (Abu Abdillah bin Ismail al-Bukhari, Shahih Bukhari, Darul Fikr, 2005, jilid 3, halaman 63, bab Tafsir Sūratil Jumu'ah. )&lt;br /&gt;Walhasil, perlu Ali Ghurfon dan kawan-kawan ketahui bahwa kemenangan Islam II akan terjadi bukan melalui jalan perang terlebih-lebih terorisme, kemenangan Islam kedua melalui dakwah bil baraahin (argumentasi kuat dan rasional) dan dakwah bil haal (amal nyata dan aksi-aksi sosial dan kemanusiaan) yang telah dipelopori oleh Mirza Ghulam Ahmad as. seorang ketutunan Farsi, keturunan Sayyidatina Fatimah ra. dan orang yang telah dijanjikan kedatangannya oleh Yang Mulia Rasulullah SAW. Kedua manhaj dakwah beliau ini sedang dan telah dikerjakan oleh Jemaat Ahmadiyah Internasional di bawah Khilafah Ahmadiyah. Insya Allah, Ahmadiyah hanya membutuhkan waktu 3 abad saja untuk menaklukkan Erofah, Amerika, Asia, Afrika, Australia dan negeri-negeri lain di dunia. Satu abad telah berlalu, pengkhidmatan Ahmadiyah terhadap Islam dengan cepat terus berlanjut, tanpa ada satu bangsa atau kelompok manusia manapun yang mampu menggagalkan dan menghentikannya. Kini, Jemaat Ahmadiyah Internasional telah mempunyai pengikut lebih dari 200 juta-an dan tersebar di lebih dari 216 negara.&lt;br /&gt;Bilakhir, saya do’akan semoga anda dan teman teman anda segera bertobat dan mendapat hidayah Allah untuk kembali kepada Islam yang Rahmatan lil’alamin. Katakanlah bahwa jalan terorisme yang antum tempuh adalah jalan keliru dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam. Saya khawatir bahwa khabar ghaib Rasulullah SAW. berikut ini berkenaan dengan aksi terorisme antum dan kawan-kawan: ”Akan datang atas manusia suatu zaman, ketika itu tidaklah menyisa dari Al-Qur’an melainkan tinggal tulisannya saja, tidak menyisa juga dari Islam melainkan tinggal namanya saja, orang-orang (dengan semangat fanatisme dan emosi) mereka menamai (segala sesuatu atau organisasi mereka) dengan nama Islam (yatasammûna bihi), padahal mereka itu orang-orang yang paling jauh dari Islam (ab’adunnāsi minhu), mesjid-mesjid mereka melimpah (dengan jamaah) padahal (pada hakikatnya) mesjid-mesjid itu bobrok dari petunjuk, fuqahā (ahli-ahli fiqih) pada zaman itu sejahat-jahat fuqaha di kolong langit, dari mereka muncul huru hara (fitnah), dan kepada mereka pula (akibat) huru hara itu akan kembali”. (H. R. Hakim dalam tarikhnya dari Ibnu Umar, dan Riwayat Ad-Dailami dari Mu’adz. Kanz ‘al-‘Ummāl, jilid XI, hadits no 31135)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda: “Hampir-hampir datang atas manusia suatu zaman, ketika itu tidaklah menyisa dari Islam melainkan tinggal namanya saja, demikian juga dari Al-Qur’an tidak menyisa melainkan tinggal tulisannya saja, mesjid-mesjid mereka melimpah (dengan jamaah) padahal (pada hakikatnya) mesjid-mesjid itu bobrok dari petunjuk, ulama-ulama mereka (’ulamā uhum) sejahat-jahat ulama di kolong langit, dari mereka akan muncul huru hara (fitnah), dan kepada mereka pula huru hara itu akan kembali”. (H.R. Baihaqi dan Ibnu Adi dari Ali ra. Kanz ‘al-‘Ummāl, jilid XI, hadits no 31136)&lt;br /&gt;Ingat!, munculnya film “Fitna” Geert Wilders akhir Maret 2008 ini sangat terilhami oleh perilaku dan manhaj dakwah antum dan teman-teman dari ”Gerakan Terorisme Internasional”. Sekali lagi, bertobatlah sebelum ajal menjemput!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Pasundan, 07 April 2008.&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Almuftaqir ilallah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Waras Jagat Pakuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8499525775006288730?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8499525775006288730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8499525775006288730&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8499525775006288730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8499525775006288730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/04/surat-terbuka-buat-ali-ghufron-dkk.html' title='SURAT TERBUKA BUAT ALI GHUFRON DKK'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-5660834243464203833</id><published>2008-04-05T07:35:00.001-07:00</published><updated>2008-04-05T07:35:47.274-07:00</updated><title type='text'>“FITNA” ITU TELAH KEMBALI KEPADA “FUQAHA” DAN “ULAMA” MEREKA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Bernard MT Condensed&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Bernard MT Condensed&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ketika dunia diguncang oleh film ”Fitna” karya biadab dari Geert Wilders pada akhir bulan Maret 2008 ini, penulis teringat kepada dua buah hadits Nabi SAW. yang pada tahun 2005 yang lalu sempat penulis ajarkan di depan para mahasiswa. Dua hadits dimaksud terdapat dalam kitab hadits &lt;b&gt;Kanz al-’Umm&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;, sebuah kitab ensiklopedi hadits terbesar di sepanjang sejarah ummat Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Hadits pertama, Rasulullah SAW. bersabda: ”Akan datang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atas manusia suatu zaman, ketika itu tidaklah menyisa dari Al-Qur’an melainkan tinggal tulisannya saja, tidak menyisa juga dari Islam melainkan tinggal namanya saja, orang-orang (dengan semangat fanatisme dan emosi) mereka menamai (segala sesuatu atau organisasi mereka) dengan nama Islam (&lt;b&gt;&lt;i&gt;yatasammûna bihi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;, padahal mereka itu orang-orang yang paling jauh dari Islam (&lt;b&gt;&lt;i&gt;ab’adunn&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;si minhu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;), mesjid-mesjid mereka melimpah (dengan jamaah) padahal (pada hakikatnya) mesjid-mesjid itu bobrok dari petunjuk, &lt;b&gt;&lt;i&gt;fuqah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;(ahli-ahli fiqih) pada zaman itu sejahat-jahat fuqaha di kolong langit, dari mereka muncul huru hara &lt;b&gt;(&lt;i&gt;fitnah)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan kepada mereka pula (akibat) huru hara itu akan kembali”. &lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Hadits kedua, Rasulullah SAW. bersabda: “Hampir-hampir datang atas manusia suatu zaman, ketika itu tidaklah menyisa dari Islam melainkan tinggal namanya saja, demikian juga dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al-Qur’an tidak menyisa melainkan tinggal tulisannya saja, mesjid-mesjid mereka melimpah (dengan jamaah) padahal (pada hakikatnya) mesjid-mesjid itu bobrok dari petunjuk, ulama-ulama mereka (&lt;b&gt;&lt;i&gt;’ulam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt; uhum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;) sejahat-jahat ulama di kolong langit, dari mereka akan muncul huru hara &lt;b&gt;(&lt;i&gt;fitnah)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dan kepada mereka pula huru hara itu akan kembali”.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Essensi khabar ghaib dua hadits di atas tidak dipungkiri lagi kebenaran dan ketelah sempurnaannya. Terlebih-lebih dengan munculnya film&lt;b&gt; Fitna &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Geert Wilders, yang tudahan-tuduhannya banyak mempunyai persamaan dengan doktrin para &lt;b&gt;fuqaha&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;ulama&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Wahabi Afghani&lt;/b&gt; (Thaliban, Al-Qaeda, Jamaah Islamiyah) dan para pendukung mereka dari harakah-harakah &lt;b&gt;neo-Khawarij&lt;/b&gt;. Al-Qur’an dan Hadits dengan tegas dan jelas menyatakan bahwa Islam dan Rasulullah SAW. adalah &lt;b&gt;Rahmatan lil’alamin, &lt;/b&gt;sementara &lt;b&gt;&lt;i&gt;’ulam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt; uhum &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;dan para orientalis yang memusuhi Islam menggambarkan (&lt;i&gt;na’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;dzubillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;) bahwa Islam dan Rasulullah SAW. sebagai agama dan sosok nabi yang mengerikan, keras, kejam dan haus darah. Sampai-sampai jalan &lt;b&gt;terorisme&lt;/b&gt; mereka jadikan satu-satunya terakhir dan mutakhir dalam perjuangan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bilakhir, mari kita berdo’a: ”Ya Allah, janganlah Engkau jadikan fuqaha dan ulama-ulama kami termasuk kepada fuqaha dan ulama yang gemar menebar&lt;b&gt; fitnah&lt;/b&gt; baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam bentuk huru hara, pemberontakan, kerusuhan, provokasi, dan fatwa-fatwa sesat atau &lt;i&gt;takfir &lt;/i&gt;bagi para pengucap dua kalimah syahadat. Dan janganlah Engkau jadikan kami orang yang gemar mengatasnamakan Islam dalam berbagai tindakan keliru dan kekerasan. Ya Allah, jadikanlah kami para pengikut Muhammad SAW. yang mampu merefleksikan ajaran-ajaran beliau yang benar, indah dan mempesona.” &lt;i&gt;Wahlahdulillah rabbil ’alami&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;n. Ăm&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;n.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Fitna (Belanda-English) dalam hahasa Arab &lt;b&gt;Fitnah&lt;/b&gt; berarti kegaduhan, huru hara, cobaan, ujian, bujukan dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;H. R. Hakim dalam tarikhnya dari Ibnu Umar, dan Riwayat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ad-Dailami dari Mu’adz. &lt;b&gt;Kanz ‘al-‘Ummāl, &lt;/b&gt;jilid XI, hadits no 31135.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;H.R. Baihaqi dan Ibnu Adi dari Ali ra.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kanz ‘al-‘Ummāl, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;jilid XI, hadits no 31136.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-5660834243464203833?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/5660834243464203833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=5660834243464203833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/5660834243464203833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/5660834243464203833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/04/fitna-itu-telah-kembali-kepada-fuqaha.html' title='“FITNA” ITU TELAH KEMBALI KEPADA “FUQAHA” DAN “ULAMA” MEREKA'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-431403132496588206</id><published>2008-03-31T23:18:00.001-07:00</published><updated>2008-04-05T07:25:53.474-07:00</updated><title type='text'>FILM “FITNA” PENGHINAAN ATAU KRITIK SOSIAL YANG KEBABLASAN?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Seandainya Geert Wildert, Pemimpin Freedom Party Belanda itu mau belajar Islam dari Ahmadiyah tentu ia akan mengerti bahwa apa yang ia lakukan hanyalah satu &lt;b style=""&gt;kekonyolan,&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;penghinaan&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;fitnahan&lt;/b&gt; belaka terhadap agama Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perlu kita sampaikan kepada Bangsa Erofa adakah ajaran yang lebih baik dari ajaran berikut ini&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;: "Dan janganlah kamu memaki (menghina) sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka akan memaki Allah dengan malampaui batas tanda dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (&lt;i style=""&gt;Q.S. Al-An'am&lt;/i&gt; [6]:108)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Al-Qur'an dengan sangat jelas melarang umat Islam mencaci maki dan menghina sembahan pengikut agama non-Islam. Dengan adanya larangan mencaci maki sembahan secara &lt;i style=""&gt;qiyasi&lt;/i&gt; akan mempunyai makna melarang pula mencaci maki para pembawa agama maupun kitab suci bagi agama non-Islam tersebut. &lt;i style=""&gt;Sirah nabawiyyah&lt;/i&gt; dengan sangat jelas menggambarkan betapa ajaran Islam itu sangat indah, toleran, dan jauh dari apa yang digambarkan oleh musuh-musuh Islam dari semenjak datangnya Islam sampai kini. Hinaan terhadap Yang Mulia Rasulullah SAW. dengan sebutan-sebutan: si gila, tukang sihir, si nista dan perilaku-perilaku yang menyakitkan dari musuh-musuh Islam ternyata tidak ada satupun yang dibalas Oleh Nabi SAW dengan penghinaan lagi apalagi dengan mengukum mati penghina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Saya sangat khawatir dengan munculnya Film Fitna karya biadab dan tidak etis dari Geert Wildert akan memancing sebagian umat Islam dari kelompok muslim radikal untuk berbuat yang sama bahkan melebihi. Kita berharap jangan ada umat Islam yang menggunakan hadits dhaif berikut untuk berbuat anarki atas nama agama: "Barangsiapa mencaci-maki (menghina) para nabi ia harus dibunuh, dan barangsiapa yang mencaci maki (menghina) shahabat-shahabatku ia harus didera". Hadits ini dinyatakan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;dhaif (lemah)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; oleh Jalaluddin as-Suyuthi, Imam Hadits termashur dalam kitabnya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;al-Jaami' al-Shaghiir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juz II, bagian huruf mim.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, mengingat keselamatan nyawa atau jiwa itu sangat dihargai dan diperhatikan oleh Islam maka saya berpendapat mengamalkan hadits dhaif seperti ini &lt;b style=""&gt;haram hukumnya&lt;/b&gt;, karena tidak sesuai dengan Al-Qur'an maupun Sunnah Nabi SAW.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Munculnya Film Fitna sebenarnya menggambarkan etika dan moral si pembuat dan kelompok yang ia wakili, di samping salah satu bentuk kritik sosial yang kebablasan atas perilaku sebagain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecil umat Islam yang seneng menggambarkan Islam dengan wajah yang menyeramkan, seperti yang dilakukan Thaliban, Al-Qaeda, Jamaah Islamiyah dan kelompok-kelompok &lt;i style=""&gt;harakah&lt;/i&gt; yang mengadopsi &lt;b style=""&gt;aqidah Wahabisme&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;manhaj&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khawarij&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam berdakwah. Yang jelas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Geert Wildert telah memanfaatkan kekeliruan pemahaman dan tindakan-tindakan kekerasan atas nama agama Islam yang sebenarnya &lt;i style=""&gt;ghair Islami&lt;/i&gt; yang dilakukan kelompok muslim radikal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Menurut penulis, film Fitna sama sekali tidak akan dapat menghalangi Islam untuk berjaya di Erofa dan di seluruh dunia. Karena Islam melalui Khilafah Ahmadiyah telah jauh menembus, berada dan berakar di Erofa termasuk Belanda, MTA (Moslem Television Ahmadiyya) yang mengudara dari London secara non-stop ke segenap penjuru dunia akan terus menyampaikan ajaran Islam yang hakiki dan &lt;i style=""&gt;rahmatis&lt;/i&gt; sekaligus mengikis kedustaan dan fitnahan musuh-musuh Islam. Sesuai dengan khabar ghaib yang disampaikan Allah Al-Khabiir bahwa &lt;b style=""&gt;dalam tempo 3 abad saja Islam akan kembali berjaya di segenap penjuru dunia.&lt;/b&gt; Kini Khilafah Ahmadiyah baru berumur satu abad, dua abad kemudian (sekitar tahun 2200 M) Benua Erofa dan benua-benua yang lainnya Insya Allah akan dikuasai Islam secara damai atas kehendak Allah karena Ahmadiyah akan menaklukkan dunia dengan akhlak Nabi Muhammad SAW. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tanpa "pedang" terhunus sebagaimana Isyarat beliau SAW. dengan munculnya "Al-Masih Al-Mau'ud" di akhir zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Terakhir, semoga Geert Wildert segera bertobat dan memahami kekeliruan dan kekonyolannya. Karena Erofa maupun Dunia Kristen sama sekali tidak akan menjadi mulia dengan jalan menghina dan mencaci maki agama lain, terlebih-lebih penghinaanya dengan membuat film atau visualisasi dan lain sebagainya&lt;b style=""&gt;. Hidup Islam! wal Alhamdulillah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-431403132496588206?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/431403132496588206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=431403132496588206&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/431403132496588206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/431403132496588206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/03/film-fitna-penghinaan-atau-kritik.html' title='FILM “FITNA” PENGHINAAN ATAU KRITIK SOSIAL YANG KEBABLASAN?'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8497938161410869933</id><published>2008-03-23T20:59:00.001-07:00</published><updated>2008-06-25T20:57:40.662-07:00</updated><title type='text'>DISKURSUS KENABIAN AHMADIYAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;I. "KHÃTAMAN NABIYYîN" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;MENURUT ULAMA DAN PARA WALI ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Teks Ayat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;n"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="right" dir="rtl"&gt;&lt;span dir="ltr"  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Mengenai kesempurnaan Syari'at Islam, derajat dan kedudukan Rasulullah SAW. Allah Ta'ala telah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan &lt;i&gt;Khātam An-Nabiyy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr"  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; (Nabi yang paling sempurna) , dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu".&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Asbābun Nuz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;l (Latar Belakang Historis) Ayat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;n"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam suatu riwayat dikemukakan, ketika Rasulullah SAW. kawin dengan Zainab, banyak orang ribut memperbincangkannya:"Muhammad kawin dengan bekas istri anaknya". Maka turunlah ayat ini (Q.S. 33 al-Ahz&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;b:40) yang menegaskan bahwa Zaid itu bukan putra Rasulullah. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang bersumber dari 'Aisyah.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Selain dari itu,&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;di Makkah pada waktu semua putra Rasulullah SAW. wafat di waktu masih kanan-kanak, musuh beliau mengejek beliau seorang &lt;i&gt;abtar &lt;/i&gt;(yang tidak punya anak laki-laki sebagai generasi penerus)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan tidak mempunyai ahli waris lelaki untuk menggantikan beliau, oleh karena itu menurut orang-orang kafir Quraiys cepat atau lambat Jemaat (Umat Islam) yang beliau SAW. pimpin akan segera berakhir. Sebagai jawaban terhadap ejekan orang-orang kafir, secara tegas dinyatakan dalam &lt;i&gt;Surah al-Kautsar, &lt;/i&gt;bahwa yang &lt;i&gt;abtar&lt;/i&gt; itu bukan Rasulullah SAW. melainkan musuh-musuh beliau.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sesudah &lt;i&gt;al-Kautsar &lt;/i&gt;diturunkan, tentu saja terdapat anggapan di kalangan kaum Muslimin di masa permulaan bahwa Yang Mulia Rasulullah SAW. akan dianugerahi anak-anak lelaki yang akan hidup hingga dewasa. Ayat 40 Surah al-Ahzab di atas menghilangkan kesalahfapaham itu juga disamping mengemukakan &lt;i&gt;maqam&lt;/i&gt; tertinggi kenabian SAW., larangan mengubah nasab seseorang dengan mengubah nama bapak asli anak angkat dengan bapak angkatnya, pewarisan anak angkat dan kebolehan menikahi janda anak angkat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Makna "Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;n" Menurut Ulama Salafush-shalih dan Para Wali Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;" dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;1. Imam al-Rabbanī al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani rh.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; (898 – 983 H.), beliau seorang ulama dan sekaligus Wali Allah Ta'ala yang mendalami fan-fan dari ilmu Tafsir, Hadits, Ushul Fiqh, Tashawwuf, bahasa/sastera Arab, Akhlaq, Kedokteran dan Kimia. Nasab beliau berasal dari keluarga 'Alawiyyah Hasyimiyyah, salah seorang kakek beliau adalah Muhammad bin al-Hanafiyyah bin Ali bin Abi Thalib ra.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Barckelmann, seorang orientalis menyebutkan bahwa kitab-kitab karangan Sya'rani ra. mencapai 60 karya tulis yang masih terawat dan diterbitkan oleh penerbit Darul Ilmi Internasional.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Imam al-Rabbani asy-Sya'rani rh. menjelaskan tentang makna &lt;i&gt;Khātam An-Nabiyyiin&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Allah telah menyelesaikan segala syari'at dengan syari'at Nabi Muhammad SAW, maka tidak ada lagi seorang Rasul yang membawa syari'at baru sesudah beliau dan tidak pula seorang Nabi pun yang mendapat syari'at baru untuk mengikutinya sendiri, karena manusia perlu mengikuti syari'at Muhammad SAW. sampai hari Qiamat".&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;2. Syaikh Abdul Karim ibn Ibrahim al-Jili rh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(767 - 811 H), beliau adalah seorang sufi terkenal dari Baghdad, beliau lahir di &lt;i&gt;al-Jili&lt;/i&gt;, sebuah negeri di kawasan Baghdad dan meninggal dunia di tempat yang sama. Al-Jili rh. adalah murid dari &lt;b&gt;Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rh&lt;/b&gt;, seorang pendiri dan pemimpin tarekat Qadiriyah dan murid &lt;b&gt;Syaikh Syarafuddin Ismail ibn Ibrahim al-Jabarti&lt;/b&gt; rh, seorang tokoh tasawuf terkenal di negeri Zabit Yaman. Dalam dunia tulis menulis al-Jili termasuk seorang sufi yang cukup kreatif, karangannya tentang tasawuf tidak kurang dari 20 buah, yang paling terkenal diantaranya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Insān al-Kāmil f&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Ma'rifati al- al-Aw&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;āil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; wa al-Aw&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ākhir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;dan&lt;i&gt; &lt;b&gt;al-Kahf wa al-Raqīm. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Syaikh Abdul Karim ibn Ibrahim al-Jili rh. menjelaskan tentang makna &lt;i&gt;Khātam An-Nabiyyiin&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;"Maka terputuslah hukum kenabian tasyri'[pembawa syari'at/hukum baru] setelah beliau, oleh karena itu pula beliau sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;khātaman nabiyīn&lt;/i&gt;, karena beliau telah datang dengan membawa kesempurnaan yang tidak pernah dibawakan oleh seorang rasul manapun."&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebelum itu Syaikh al-Jili menerangkan tentang &lt;b&gt;&lt;i&gt;ayat "Al-Yauma akmaltu lakum d&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;nakum..." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;beliau menyatakan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;"Rasulullah SAW. telah menjadikan agama yang beliau bawa menjadi termasyhur dengan segala kesempurnaanya. Allah Ta'ala berfirman: &lt;i&gt;" ...pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku...&lt;/i&gt;"&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Ayat ini belum pernah diturunkan Allah Ta'ala kepada nabi selain Nabi Muhammad SAW, dan seandainya ayat ini diturunkan kepada salah seorang nabi sebelum beliau tentu dia akan menjadi &lt;i&gt;khātaman nabiyīn, &lt;/i&gt;akan tetapi hal itu tidak sah kecuali kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena ayat ini telah diturunkan kepada beliau maka jadilah beliau sebagai&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;khātaman nabiyīn &lt;/i&gt;(nabi yang paling sempurna)."&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;3. Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(560 – 638). Beliau seorang wali agung, seorang sufi dan filosof Andalusia (Spanyol). Syaikhul Akbar berhasil menulis 289 buku atau risalah, semua tulisannya berbicara dalam bidang tasawuf. Karya tulisnya yang paling termasyhur adalah kitab &lt;i&gt;al-fut&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;t al-Makkiyyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, yang sekarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dicetak dalam empat jilid, merupakan sebuah ensiklopedia besar tentang tasawuf. Salah satu nasihat beliau begini: "Apabila anda membaca al-Qur'an, jadikanlah diri anda berada dalam al-Qur'an, dan bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkan isinya, sebagaimana anda bersungguh-sungguh membacanya..."&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Syaikh al-Akbar Ibnu Arabi menjelaskan tentang makna &lt;i&gt;Khātam An-Nabiyyiin&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Sebagian dari yang diturunkan dalam kenabian itu ialah syari'at baru, maka dengan syari'at Nabi Muhammad SAW. itu Allah telah menghabiskan turunnya syari'at baru, oleh karena itulah Nabi kita menjadi Kh&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;tamun-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n".&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Ayat "Khātaman Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;n" Adalah ayat &lt;i&gt;'Am &lt;/i&gt;(bersifat umum) Yang Memerlukan &lt;i&gt;Takhsis &lt;/i&gt;(Pengkhususan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Seandainya ayat &lt;i&gt;khātam an-Nabiyy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; harus dipahami dengan pengertian bahwa Yang Mulia Rasulullah SAW. adalah &lt;i&gt;penghabisan atau penutup para nabi &lt;/i&gt;maka ayat ini mau tidak mau harus ditakhsis dengan ayat yang lain agar tidak menimbulkan seolah-olah ada pertentangan dengan ayat-ayat yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain, seperti ayat 3 &lt;i&gt;Surah al-Jumu'ah&lt;/i&gt; yang menerangkan tentang &lt;i&gt;kedatangan "Nabi Muhammad" kedua kali&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ayat 9 &lt;i&gt;Surah Ash-Shaff&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang menerangkan tentang &lt;i&gt;kemenangan Islam II ketika turunnya "Isa Ibnu Maryam"&lt;/i&gt; dan juga dengan hadits &lt;i&gt;mutawatir&lt;/i&gt; yang diriwayatkan oleh 35 orang shahabat ra. tentang datangnya seorang nabi yang secara &lt;i&gt;isti'arah &lt;/i&gt;disebut Isa Ibnu Maryam pada akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Semua ulama sepakat &lt;i&gt;mentakhsis &lt;/i&gt;lafal yang umum, karena pada dasarnya semua ayat-ayat al-Qur'an mengandung kebolehan mentakhsiskannya karena ada kaidah yang menyatakan bahwa:&lt;b&gt; "Sesungguhnya pengkhususan lafal-lafal 'am itu diperbolehkan"&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pentakhsisan dimaksud mencakup pentakhsisan ayat al-Qur'an dengan ayat al-Qur'an ataupun pentakhsisan ayat al-Qur'an dengan Hadits.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebagian ulama merumuskan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa &lt;b&gt;hanya 5 ayat yang tidak memerlukan pengkhususan&lt;/b&gt;, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Masalah kesempurnaan dan keagungan Allah SWT., seperti Q.S. al-Baqarah:282.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Keharaman menikahi ibu, baik itu karena nasab, karena persusuan, seperti dalam Q.S. an-Nisa:22.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Setiap individu pasti mengalami kematian Q.S. Ali Imran:185.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Allah selalu menanggung rezeki makhluk hidup Q.S. Hud:6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Allah SWT. yang memiliki apa yang ada di langit dan di bumi Q.S. al-Baqarah:284.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kelima macam ayat itu tidak perlu dikhususkan karena konteksnya sudah jelas dan tidak mungkin mengalami perubahan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lebih dari itu kaidah yang lain menjelaskan bahwa dalil atau lafal yang bersifat &lt;i&gt;'am&lt;/i&gt; (umum) tidak boleh diamalkan sebelum ditakhsis:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Pelaksanaan dalil &lt;i&gt;'am&lt;/i&gt; (yang bersifat umum) sebelum diteliti kengkhususannya maka tidak diperbolehkan"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Dengan demikian jelaslah apa yang disampaikan oleh para ulama &lt;i&gt;shalafussh-shalih&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;aulia &lt;/i&gt;(para wali) di atas adanya pengkhususan &lt;i&gt;nubuwwat tasyri'&lt;/i&gt; saja yang tertutup sedangkan &lt;i&gt;nubuwat ghair tasyri'&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;nubuwwat al-wilayah&lt;/i&gt; tidak tertutup. Demikian ini karena Allah dan Rasul-Nya telah berjanji akan datangnya Isa Ibnu Maryam (al-Mahdi al-Muntazhar)&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di akhir zaman yang akan memenangkan Islam di akhir zaman ini dengan ajaran Islam yang Indah dan menawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Kalimat "Khātaman Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" lang="IN" &gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;n" Ditinjau dari segi Fiqh Lughah dan Mantiq&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;" dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Berdasarkan pendekatan &lt;i&gt;fiqh lughah &lt;/i&gt;(Filologi) dan &lt;i&gt;mantiq&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khātam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang secara &lt;i&gt;lughat&lt;/i&gt; mempunyai makna &lt;i&gt;musytarak&lt;/i&gt; diantaranya; cincin, cap, dan dan akhir jika di-&lt;i&gt;idhafat&lt;/i&gt;-kan (disandarkan) kepada kata jama' misalnya &lt;i&gt;Al-Nabiyyiin&lt;/i&gt; maka tidak ada arti lain selain arti &lt;i&gt;afdhalu&lt;/i&gt; (yang paling mulia), yang paling bagus atau kata yang semakna dengan itu. Dengan demikian arti yang sangat tepat untuk kata &lt;i&gt;Khātam An-Nabiyy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;adalah Nabi yang paling utama, paling sempurna atau paling baik di antara para Nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Menurut Fiqh Lughah dan Mantiq pengambilan kesimpulan seperti di atas disebut &lt;i&gt;Istiqra'. &lt;/i&gt;Secara bahasa Istiqra' adalah &lt;i&gt;istikhrāj al-'ām au al-kullī min al-khāsh au al-tafshīlī &lt;/i&gt;(mengambil kesimpulan umum atau menyeluruh dari dari bagian atau rincian)&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Yakni penarikan kesimpulan secara induktif, yang dimulai dengan percobaan-percobaan kecil untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan kecil yang diharapkan, setelah bercobaan-percobaan berikutnya, akan bermuara kepada penemuan kesimpulan yang sifatnya umum (general). Besi, misalnya, melalui percobaan-percobaan memanaskannya, ternyata memuai. Percobaan dilakukan berulang ulang di berbagai tempat dan waktu. Hasilnya terbukti sama, yaitu memuai. Kesimpulan umum lantas ditarik bahwa besi, jika dipanaskan memui.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Demikian juga ternyata jika kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khātam &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;diidhafatkan kepada kata jama' taksir atau mudzakkar salim maka akan selalu mempunyai pengertian "paling" mulia dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Berikut adalah hasil penelitian secara &lt;i&gt;istiqra'i&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;mengenai kata &lt;i&gt;Khātam &lt;/i&gt;yang disandarkan kepada kata jama', baik &lt;i&gt;jama mudzakar salim&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;jama' taksir : &lt;/i&gt;Sayyyidina Ali dijuluki&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul Auliya&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;, Plato dijuluki &lt;i&gt;Khātamul Hukama&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; , Syamsuddin dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Huffadz&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; ,Rasyid Ridha dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mufassirin&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn22" name="_ftnref22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; , Abu Tammam dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātam asy-Syu'ara&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn23" name="_ftnref23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; , Imam Jalaluddin As-Suyuti dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muhaqqiqin&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn24" name="_ftnref24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;/i&gt;Muhammad Abduh dijuluki &lt;i&gt;Khātamul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aimmah&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn25" name="_ftnref25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;/i&gt;Manusia disebut &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul Makhlūqāt Jasmānyian&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn26" name="_ftnref26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; , Syaikh Waliullah Dehlawi dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul Muhadditsin&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn27" name="_ftnref27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; , dan Syaikhul Akbar Ibnu Arabi dijuluki &lt;i&gt;Khātamul Auliya&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn28" name="_ftnref28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;Walhasil, apabila kita memahami kata &lt;i&gt;Khātam&lt;/i&gt; dengan pengertian terakhir atau penutup dalam konteks seperti ungkapan kalimat-kalimat di atas tidak dengan makna yang paling utama, paling mulia, terbaik, paling sempurna, ataupun yang sepadan dengan itu, maka akan ada konsekuensi logis bahwa setelah Rasulullah SAW tidak akan turun Isa Ibnu Maryam (Al-Masih Al-Mau'ud), padahal kedatangannya dijanjikan dan dinyatakan oleh Rasulullah SAW sendiri secara mutawatir. Demikian juga dengan Sayyyidina Ali dijuluki&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul auliya&lt;/i&gt; dengan otomatis akan menafikan adanya para wali setelah beliau, termasuk Dewan Wali Songo di Jawa. Demikian juga Rasyid Ridha yang dijuluki &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Khātamul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mufassirin&lt;/i&gt;, apakah mungkin bahwa Dr.Wahbah Al-Zuhaili, Muhammad Ali Ash-Shabuni, Mushfafa Al-Maraghi, Hussain Thabathaba'i, Prof.Dr. Hamka, Prof Dr. Hasybi Ash-Shidiqi, Prof. Muhammad Yunus, A Hassan Persis, Dr. Quraisy Syihab dan lain-&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;lain&lt;b&gt; &lt;/b&gt;itu&lt;span style="color:blue;"&gt; &lt;/span&gt;"bukan ahli tafsir" atau "ahli tafsir palsu"? Karena ahli tafsir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah ditutup oleh Rasyid Ridha? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;II. "LÃ NABIYYA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BA'DÎ" MENURUT PENDAPAT ULAMA PARA WALI ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Teks (Matan) Hadits Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Ketika peperangan Tabuk, Rasulullah saw. mengangkat Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya (di Madinah). Kemudian Sayyidina Ali berkata: 'Wahai Rasulullah, Tuan meninggalkan saya hanya untuk menjaga anak-anak dan wanita-wanita'?. Maka Nabi Muhammad saw. menjawab: "Tidakkah engkau suka kedudukanmu di sampingku seperti Harun di samping Musa? Hanya saja, tidak ada nabi sesudahku."&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn29" name="_ftnref29" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam Shahih Bukhari matan hadits di atas sedikit berbeda redaksi walaupun dalam topik yang sama yaitu Perang Tabuk, yakni pada kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;khollafa=&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;mengangkat sebagai penggantinya, dalam Shahih Muslim menjadi &lt;b&gt;&lt;i&gt;istakhlafa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dalam Shahih Bukhari dalam arti yang sama, &lt;b&gt;&lt;i&gt;tukhollifunī=&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Tuan meninggalkan saya?,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dalam Shahih Muslim dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;atukhollifunī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dalam Shahih Bukhari dalam arti "apakah Tuan meninggalkan saya?", dan pada kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;ghoiro annahu lā nabiyya ba'dī=&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Hanya saja, tidak ada nabi sesudahku, dalam Shahih Muslim dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;illā annahu laisa nabiyyun ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam Shahih Bukhari dengan arti yang sama.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn30" name="_ftnref30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Hadits di atas tergolong hadits &lt;i&gt;mutawatir&lt;/i&gt; dimana telah &lt;b&gt;diriwayatkan oleh 12 orang shahabat ra.&lt;/b&gt; seperti dari &lt;b&gt;Sa'ad bin Abi Waqqas&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;ra.&lt;/b&gt; oleh Imam Muslim, Nasa'i , Tirmidzi, Ahmad, dan ath-Thayalis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dari &lt;b&gt;Abu Hurairah ra. &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad. Dari &lt;b&gt;Jabir bin Abdullah ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad . Dari &lt;b&gt;Abu Sa'id al-Khudri ra. &lt;/b&gt;yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Asma binti Umais&lt;/b&gt; yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Ummu Salamah ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Thabrani dan Abu Ya'la. Dari&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Abdullah bin Amr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;bin Ash ra. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Anas bin Malik ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Ummu Karz al-Ka'biyah ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Majah, al-Humaid. Dari &lt;b&gt;Ummul Muminin&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Aisyah ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Abu Thufail ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Abbas ra. &lt;/b&gt;yang&lt;b&gt; &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, ad-Darimi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn31" name="_ftnref31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;Asbābul Wurūd (Latar Belakang Historis) Hadits&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Hadits ini mengisahkan ketika Yang Mulia Nabi SAW. hendak pergi ke peperangan Tabuk pada tahun 9 H, ketika itu beliau meninggalkan Sayyidina Ali &lt;i&gt;Karramallahu Wajhah&lt;/i&gt; sebagai pengganti beliau di Madinah untuk menjaga ahli famili Nabi SAW. Sebagai seorang sahabat dan pahlawan Islam yang bergelar &lt;i&gt;asadullah&lt;/i&gt; (singa Allah), Sayyidina Ali merasa agak heran kenapa ia tidak diberangkatkan ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;medan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; perang Tabuk seraya berkata: &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;'Wahai Rasulullah, Tuan meninggalkan saya hanya untuk menjaga anak-anak dan wanita-wanita'?. Maka Nabi Muhammad saw. menjawab: "Tidakkah engkau suka kedudukanmu di sampingku seperti Harun di samping Musa? Hanya saja, tidak ada nabi sesudahku."&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn32" name="_ftnref32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Kaidah Ushul Tentang &lt;i&gt;Takhsis&lt;/i&gt; Hadits Lā Nabiyya Ba'dī.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Hadits &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Lā Nabiyya Ba'dī"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Tidak ada nabi setelahku) atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Laisa nabiyyun ba'dī" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Tidak ada lagi nabi setelahku) adalah dalil &lt;i&gt;'am&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(umum) yang menghendaki adanya &lt;i&gt;takhshis &lt;/i&gt;(penghususan) sebagaimana kaidah ushul membolehkan adanya takhsis as-Sunnah dengan as-Sunnah (&lt;i&gt;takhshīs as-Sunnah bi as-Sunnah&lt;/i&gt;)&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn33" name="_ftnref33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.45pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Ternyata hadits &lt;i&gt;mutawatir &lt;/i&gt;tentang tidak ada nabi setelah Rasulullah SAW. telah &lt;i&gt;ditakhsis&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;oleh hadits &lt;i&gt;mutawatir &lt;/i&gt;juga, yakni hadits-hadits tentang akan datangnya lagi nabi setelah Rasulullah SAW. dengan bergelar &lt;b&gt;&lt;i&gt;Isa Ibnu Maryam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Masih al-Mau'ud &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(al-Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Rasulullah SAW.). Hal ini telah dipahami oleh Para Shahabat Nabi SAW.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:13;color:black;"   lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;Imam Jalaluddin as-Suyuthi meriwayatkan dalam Tafsir Ad-Durul-Mantsur, Juz V, hal. 204 bahwa pada satu hari seorang telah berkata di hadapan Mughirah bin Syu'bah ra, orang itu berkata:&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; "Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Muhammad Khataman-Nabiyyin yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada Nabi lagi sesudahnya." Mendengar perkataan orang itu Hadhrat Mughirah bin Syu'bah berkata kepadanya: "Cukuplah engkau berkata bahwa Nabi Muhammad itu Khatamun-Nabiyyin, karena kami sedang menerangkan Hadis Nabi SAW. bahwa Isa akan keluar. Jadi, jika dia (Isa Ibnu Maryam) keluar maka sudah tentu ada lagi nabi sebelum dan sesudahnya Nabi SAW."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Adapun hadits &lt;i&gt;mutawatir&lt;/i&gt; tentang &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;datangnya nabi yang bergelar Isa Ibnu Maryam tersebut telah &lt;b&gt;diriwayatkan oleh tidak kurang dari 35 shahabat ra.&lt;/b&gt; seperti dari &lt;b&gt;Sa'id bin al-Musayyab ra. &lt;/b&gt;oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam sahih mereka. Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Abu Hurairah ra. &lt;/b&gt;oleh Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, al-Haitsami, Ibnu Majah, al-Bazzar, dan Ibnu Asakir. Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Nawas bin Sam'an ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Amr ra&lt;/b&gt;.&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Tsaubah ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Nasa'i dan Ahmad. Dari &lt;b&gt;Mujammi' bin Jariyah al-Anshari ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Abu Umamah al-Bahili ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Mas'ud ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Imam Ahmad dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Utsman bin Abu al-Ash ra.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Hakim dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Samurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin Jundub ra.&lt;/b&gt; diriwayatkan oleh Abu Dawud, Imam Ahmad, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Hudzaifah bin Usaid ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Hakim. Dari &lt;b&gt;Abu Thufail al-laits ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Hakim. Dari &lt;b&gt;Anas ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Hakim. Dari &lt;b&gt;Watsilah bin al-Asqa ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Haitsami. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Salam ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Tirmidzi. Dari &lt;b&gt;Ibnu Abbas ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Nasa'i dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Jabir bin Abdullah ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Hakim dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Aus bin Aus ats-tsaqafi ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Tabrani dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Imran bin Hushain ra&lt;/b&gt;. diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Ummul Mu'min Aisyah ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Umar ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Sufainah ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Hitsami. Dari &lt;b&gt;Hudzaifah bin al-Yaman ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim dan Ibnu Jarir ath-Thabari. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Mughaffal ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Thabrani, Baihaqi dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Abdurrahman bin Samurah ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Hakim. Dari &lt;b&gt;Abdullah bin Thariq ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Asakir dan Haitsami. Dari &lt;b&gt;Ibnu al-Asy'ats ash-Shan'ani ra. &lt;/b&gt;dimuat dalam Kanz Ummal (7/267). Dari &lt;b&gt;Qatadah ra. &lt;/b&gt;dikelurkan oleh Imam Suyuthi dalam ad-Dururl Mantsur diriwayatkan oleh a. Dari &lt;b&gt;Ibnu Zaib bin al-Muhajid ra.&lt;/b&gt; dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Tarikh al-Umam wa al-Muluk (6/14). Dari &lt;b&gt;Abu Malik al-Ghifari ra.&lt;/b&gt; dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dari &lt;b&gt;Mujahid bin Jubair al-Makkii ra. &lt;/b&gt;dikeluarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dari &lt;b&gt;Abu Rafi' Naufai' bin rafi' ra. &lt;/b&gt;dikeluarkan oleh Imam Ahmad. Dari &lt;b&gt;Ibnu Zaid ra.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;dikeluarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Ibnu Jarir dalam tafsirnya dan Imam Suyuthi dalam ad-Durul-nya. Dari &lt;b&gt;Ka'ab al-Akbar ra. &lt;/b&gt;diriwayatkan oleh Ibnu Asakir.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn34" name="_ftnref34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Para ulama Ahmadiyah memahami kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;pada kata&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā li al-kam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;untuk menunjukkan kesempurnaan) seperti halnya dalam hadits: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"lā hijrota ba'da fathi Makkata"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Tidak ada hijrah setelah penaklukkan Makkah yang menyamai kesempurnaan hijran nabi SAW. dan para shahabat beliau ra.)&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn35" name="_ftnref35" title=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;. Fakta sejarah membuktikan bahwa setelah fath Makkah ummat Islam masih melakukan hijrah-hijrah lain, seperti yang dilakukan oleh Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa, yang menjadi leluhur para wali yang tergabung dalam "Dewan Wali Songo" dan para Habib Indonesia. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Imam Ahmad bin Isa diberi &lt;i&gt;laqab&lt;/i&gt; (gelar) &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Muhajir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; karena hijrah dari &lt;b&gt;Bashrah&lt;/b&gt; setelah kota itu menghadapi serangan umum &lt;b&gt;Khawarij &lt;/b&gt;dan pemberontakan orang-orang kulit hitam. Ketika itu ia memutuskan berangkat ke Hijaz dan menetap setahun di Madinah Al-Munawwarah ketika Makkah Menghadapi serangan orang-orang &lt;b&gt;Qaramithah&lt;/b&gt;. Kemudian beliau melaksanakan haji dan thawaf mengelilingi ka'bah tanpa ada Hajar Aswad yang ketika itu dibawa ke Hijr sehingga tempat batu itu menjadi kosong. Kemudian Imam Ahmad bin Isa memutuskan hijrah ke &lt;b&gt;Hadhramaut&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dengan demikian, pengertian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang tepat dan sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Yang Mulia Rasulullah SAW. adalah: &lt;b&gt;"Tidak ada lagi nabi yang akan datang setelahku yang sesempurnaku dan yang akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghapuskan syari'atku".&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Pemahaman Ulama Salafush-Shalih dan Para Wali Allah Tentang Hadits &lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Imam Abdurrahman bin Abu Bakar Jalaluddin as-Suyuthi rh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(849 – 911 H.), seorang ahli Tafsir, Hadits, bahasa Arab, Mujaddid abad 9 H. dan Wali Allah Ta'ala yang pengalaman spiritualnya telah memasuki dunia &lt;i&gt;ghaibiyyah Ilahi&lt;/i&gt;.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Kitab-kitab beliau banyak dijadikan bahan kajian dan rujukan di pesantren-pesantren tradisional dan perguruan tinggi di Indonesia, seperti &lt;i&gt;Tafsir ad-Durul Mantsur fī tafsir al-Ma'tsūr,&lt;b&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Tafsir al-Jalalain, al-Itqān fī 'ulūm al-Qur'an, al-Jāmi' al-Shāghir, Jam'ul Jawāmi fī al-'Arabiyyah&lt;/i&gt; dan lain-lain dengan jumlah karya tulis sebanyak 415 judul. &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn36" name="_ftnref36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Imam Jalaluddin as-Suyuthi memahami hadits &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, "tapi dalilnya adalah, 'Tidak ada wahyu setelahku'". Kami berkata, "Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar". Orang yang berprasangka itu berkata, "Dalilnya adalah hadits, &lt;i&gt;Tidak ada nabi setelahku&lt;/i&gt;". Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah&lt;i&gt;: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari'atku,&lt;/i&gt; sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn37" name="_ftnref37" title=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Imam al-Rabbanī al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani rh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; (898 – 983 H.).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Imam Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani rh. memahami hadits &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; "&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Walā Rasūla&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; itu berarti:Tidak ada Nabi dan Rasul yang membawa syari'at&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baru sesudahku"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn38" name="_ftnref38" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:13;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;III.&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(560 – 638)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan hadits &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Maksud Hadis "&lt;i&gt;Lā Nabiyya Ba'dī&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ialah tidak akan ada lagi Rasul dan Nabi yang mengikuti syari'at yang menyalahi syari'atku bahkan apabila ada Nabi nanti dia akan mengikuti hukum syari'atku"&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn39" name="_ftnref39" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:14;"  lang="IN" &gt;Pemahaman Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Tentang Kenabian Setelah Rasulullah SAW.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 9.6pt; text-align: justify; text-indent: 20.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;Dalam tahun 1889 beliau meletakkan dasar-dasar dari Jemaat Ahmadiyah dan mengeluarkan seruan kepada orang-orang yang bertakwa untuk mengikuti perjanjian (bai'at) dan persekutuan keruhanian dengan beliau sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Mujadid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di dalam Islam dan ummatnya. Seruan beliau disambut oleh beberapa orang yang berbai'at (berjanji setia) akan membantu beliau dan akan taat kepada beliau dalam segala hal yang bersifat keruhanian, akhlak, dan kemanusiaan. Seruan beliau juga menimbulkan penentangan dari antara umat Muslim yang kemudian dengan berjalannya waktu menjadi permusuhan yang getir dimana beberapa kelompok non-Muslim bergabung dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 9.6pt; text-align: justify; text-indent: 20.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;Sesuai petunjuk dan pengangkatan Tuhan, Mirza Ghulam Ahmad as. menyatakan diri sebagai Al-Masih yang Dijanjikan (Masih Maud) dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dinubuatkan oleh Rasulullah SAW. Inti serangan terhadap beliau oleh para ulama Muslim adalah karena beliau mengaku sebagai nabi yang dianggap bertentangan dengan petunjuk Al-Quran yang menyatakan: Muhammad bukanlah bapak salah seorang dari antara kaum laki-lakimu, akan tetapi ia adalah Rasul Allah dan Nabi yang paling sempurna (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;) dan Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn40" name="_ftnref40" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 9.6pt; text-align: justify; text-indent: 20.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;Menjawab serangan itu, Mirza Ghulam Ahmad as. menjelaskan bahwa beliau sejujurnya dan sepenuh hati meyakini bahwa Rasulullah SAW. adalah &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt; dalam konotasinya yang paling agung. Beliau meyakini bahwa Rasulullah SAW. dikaruniai Allah s.w.t. dengan segala keluhuran kenabian pada tingkat yang paling utama. Beliau meyakini bahwa dengan kedatangan Rasulullah SAW. maka semua kenabian dari nabi-nabi sebelumnya yang ajarannya saat itu masih berlaku dan mengikat bagi umat mereka telah berakhir dan setelah kedatangan itu yang berlaku hanyalah kenabian Rasulullah SAW. saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 9.6pt; text-align: justify; text-indent: 20.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;Status keruhanian dari nabi &lt;i&gt;ummati &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn41" name="_ftnref41" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;zhill&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;ī &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn42" name="_ftnref42" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;yang datang setelah Rasulullah SAW. hanya bisa diberikan kepada seorang pengikut beliau yang paling saleh dan takwa serta merupakan cermin yang merefleksikan dan mengambil sinarnya dari nur cahaya Muhammad SAW. Sosok demikian secara keruhanian menjadi satu dengan Rasulullah SAW. dan tidak mempunyai identitas terpisah miliknya sendiri. Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya sebagai nabi dalam pengertian demikian itu dan beliau mendakwakan bahwa dengan kedatangannya itu telah terpenuhi nubuatan tentang kedatangan Masih Mau'ud dan Imam Mahdi. &lt;b&gt;Beliau menyangkal dan menganggap­nya sebagai hinaan terhadap kewibawaan Rasulullah SAW. sebagai &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Khātam An-Nabiyy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adanya kepercayaan yang mengatakan bahwa Nabi Isa (Yesus), Nabi yang oleh Al-Qur'an telah dikhusukan buat Bani Israil akan datang secara &lt;i&gt;haqiqi&lt;/i&gt; kembali dari langit untuk menghidupkan kembali Islam.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 9.6pt; text-align: justify; text-indent: 20.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;"  lang="IN"&gt;Mirza Ghulam Ahmad menegaskan bahwa menurut Al-Quran&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn43" name="_ftnref43" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[43]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Hadits, fakta sejarah, dan khabar ghaib dari &lt;i&gt;'Alimul Ghaib&lt;/i&gt; bahwa Nabi Isa as. telah wafat secara biasa sebagaimana para nabi yang lain pada umur 120 tahun dan dimakamkan di &lt;i&gt;Rauzabal&lt;/i&gt; (kuburan nabi) Srinagar Kasymir. Adapun nubuwwatan (khabar ghaib) Yang Mulia Rasulullah SAW. tentang kedatangan Isa ibnu Maryam di akhir zaman beliau pahami secara &lt;i&gt;isti'arah &lt;/i&gt;(majazi), sebagaimana kelaziman-kelaziman yang sering dikemukakan Allah Ta'ala. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sehubungan dengan Keutamaan Rasulullah SAW. dan syari'at Islam, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Sebagaimana Tuhan kami benar-benar Esa, Dialah satu-satunya Tuhan yang berkah disembah, demikian juga Rasul kami (Muhammad SAW.) adalah satu, yang tidak ada nabi (pembawa syari'at) setelahnya dan tidak pula ada bandingannya karena sungguh beliau adalah &lt;i&gt;Khātaman Nabiyy&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn44" name="_ftnref44" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  &gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. bersabda tentang hadits Yang Mulia Rasulullah SAW. yang menyatakan: &lt;i&gt;Lam yabqa minannubuwwati ill&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; al-mubasysyir&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;āt&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; :&lt;b&gt;"Hadis itu menunjukkan bahwa kenabian yang sempurna yang mengandung wahyu syari'at baru itu memang sudah terputus, akan tetapi Kenabian yang tidak mengandung syari'at, melainkan al-mubasy-syir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; saja itu tetap ada sampai hari Qiamat, tidak akan putus selama-lamanya".&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftn45" name="_ftnref45" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[45]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam masalah ini juga, beliau telah menjelaskan apakah yang dimaksud dengan &lt;i&gt;al-mubasysyir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;āt&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; itu, sabda beliau: "Mubasysyirat adalah mimpi-mimpi, kasyaf-kasyaf, wahyu yang turun kepada para wali dan nur yang nyata bagi hati orang-orang (para wali) yang disakiti manusia.".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Natijah wa at-Taushiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kalau saja kita mau jujur, kita akan dapat melihat bahwa Ahmadiyah dan pendirinya berada di atas jalan kebenaran (&lt;i&gt;al-haqq&lt;/i&gt;) dan cahaya (ilmu pengetahuan/makrifat). Tuhan, fenomena alam, fakta-fakta sejarah dan paradaban menjadi saksi akan kebenarannya sehingga lepas tiga abad setelah jemaat ini (Ahmadiyah) didirikan manusia akan mengenal bahwa Islam tidak lain adalah Ahmadiyah dan Ahmadiyah tidak lain adalah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Oleh karena itu, kepada segenap orang yang senantiasa memusuhi Ahmadiyah maupun pendirinya penulis ingatkan agar &lt;b&gt;segera bertobat&lt;/b&gt;, jika tidak penulis khawatir azab Tuhan akan terus datang silih berganti sedangkan do'a-do'a untuk menolak azab itu tidak lagi akan dikabulkan Tuhan. Bukankah Yang Mulia Nabi SAW. telah bersabda :"Barangsiapa memusuhi wali Allah, maka sama halnya dengan menyatakan perang terhadap Allah". Atau bukankah Tuhan telah berfirman: "Allah telah menetapkan bahwa Aku (Allah) dan Rasul-rasul-Ku pasti menang"?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Alhamdulillahi rabbil 'alam&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style=""&gt;   &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="NormalWeb3" style="background: rgb(255, 243, 219) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Q.S. Al-Ahzab:40.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="NormalWeb3" style="background: rgb(255, 243, 219) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt; K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan, &lt;b&gt;Asbābun Nuzūl&lt;/b&gt;, CV Penerbit Diponegoro, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;, 2000, halaman 433.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="NormalWeb3" style="background: rgb(255, 243, 219) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adalah suatu fakta bahwa para wali yang tergabung dalam &lt;b&gt;"Dewan Wali Songo"&lt;/b&gt; dan para habib yang menyebarkan Islam di Indonesia adalah keturunan Yang Mulia Rasulullah SAW. Mereka pada umumnya adalah para wali yang berasal dari keturunan &lt;b&gt;Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa&lt;/b&gt;. Beliau diberi &lt;i&gt;laqab&lt;/i&gt; (gelar) Al-Muhajir karena hijrah dari Bashrah setelah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt; itu &lt;b&gt;menghadapi serangan umum&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khawarij &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dan pemberontakan orang-orang kulit hitam. Ketika itu ia memutuskan berangkat ke Hijaz dan menetap setahun di Madinah Al-Munawwarah ketika Makkah Menghadapi serangan orang-orang &lt;b&gt;Qaramithah&lt;/b&gt;. Kemudian beliau melaksanakan haji dan thawaf mengelilingi ka'bah tanpa ada Hajar Aswad, karena ketika itu Hajar Aswad dilarikan ke pangkalan kaum Qaramithah di sebelah timur semenanjung Arabi hingga ke Kufah selama periode 317-339. Kemudian Imam Ahmad bin Isa memutuskan hijrah ke &lt;b&gt;Hadhramaut.&lt;/b&gt; Disana ia menghadapi orang-orang Khawarij, sehingga ia dan anak cucunya dapat menghapus mazhab Ibadhiy dan menyebarkan mazhab Syafi'i. Setelah itu salah satu cucunya Muhammad Shohib Marbath menyempurnakan perjalanannya dan menyebarkan mazhab Syafi'i di daerah Zhufar. Para syarif hadhramaut juga hijrah ke Afrika Timur, India, dan Asia Tenggara untuk menyebarkan dakwah Islamiyah dan mengajarkan para penduduknya pokok-pokok ajrab agama yang hanif (lurus) ini. Peristiwa hijrahnya Imam Ahmad bin Isa yang diberi gelar &lt;i&gt;al-Muhajir, &lt;/i&gt;ini sekaligus menjadi bukti bahwa setelah Fath Makkah masih ada hijrah. Dengan demikian arti &lt;b&gt;&lt;i&gt;l&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt; hijrota ba'da fathi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt; (Tidak ada hijrah setelah penaklukan Makkah) tidak berarti secara mutlak tidak ada hijrah lagi, akan tetapi bermakna "Tidak ada lagi hijrah yang secara histori dan derajat menyamai Hijrahnya Nabi SAW. dan para shahabt ra." Demikian juga makna &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Lā Nabiyya Ba'dī"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di antaranya akan mempunyai makna semacam itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalWeb3" style="background: rgb(255, 243, 219) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="NormalWeb3" style="background: rgb(255, 243, 219) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Lihat, Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani, Tanbihul Mughtarīn, Darul Kutub al-'Ilmiyyah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Beirut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, 2003, halaman 3 – 9.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Yawāqit wa al-Jawahir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;al-Haramain,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Singapura, t.t. Juz II, hal. 37, bahasan ke-35.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili&lt;i&gt;, &lt;b&gt;al-Insān al-Kāmil&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Ma'rifati al- al-Aw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;āil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; wa al-Aw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ākhir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, al-Maktabah al-Taufiqiyyah, 132 – 133.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Al-Maidah [05]:3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;al-Insān al-Kāmil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Ma'rifati al- al-Aw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;āil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; wa al-Aw&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ākhir, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;132.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Lihat, &lt;b&gt;Ensiklopedi Islam Indonesia&lt;/b&gt;, Djambatan, Jakarta 1992, halaman 347 – 348.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu Arabi rh., &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-fut&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;t al-Makkiyyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; , Juz II, hal. 56.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Allah berfirman: "Dan (juga Rasulullah SAW.) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.". Imam Bukhari meriwayatkan, dari Abi Hurairah ra. beliau berkata: "Kami sedang duduk bersama Nabi SAW. ketika itu Surah al-Jumu'ah diturunkan atasnya; &lt;b&gt;&lt;i&gt;wa &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;khar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;na minhum lamm&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; yalhaq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; bihim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, beliau bertanya, aku bertanya: "Siapakah mereka itu Wahai Rasulullah!" Rasul tidak menjawab sampai ditanya tiga kali, bersama kami ketika itu ada Salman al-Farsi. Kemudian Rasulullah SAW. meletakkan tangannya di atas tubuh Salman seraya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata: "Seandainya iman sudah terbang ke bintang Tsurayya, iman itu akan diambilnya kembali oleh beberapa laki-laki atau seorang laki-laki dari mereka (keturunan Farsi)"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abu Abdillah bin Ismail al-Bukhari, &lt;b&gt;Shahih Bukhari&lt;/b&gt;, Darul Fikr, 2005, jilid 3, halaman 63&lt;i&gt;, bab Tafsir S&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;ratil Jumu'ah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Allah berfirman: &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;"Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.&lt;i&gt;" &lt;/i&gt;Ibnu Jarir menyebutkan bahwa (kemenangan Islam II itu) akan terjadi&lt;b&gt;&lt;i&gt; 'inda nuz&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;li 'Isa Ibni Mary&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;m &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(Ketika turun Isa Ibnu Maryam). Abu Hurairah ra. berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khur&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;ju 'Isa Ibnu Mary&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;m &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;(Ketika keluarnya Isa Ibnu Maryam). Tafsir &lt;b&gt;&lt;i&gt;J&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;mi'ul Bay&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Darul Fikr, Beirut, 1995, jilid 14, halaman 112.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Abdul Hakim Hakim, &lt;b&gt;Al-Bayan&lt;/b&gt;, al-Maktabah as-Sa'diyyah Putera, Jakarta, t.t., hal. 53&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Mushlih Usman, Drs, MA&lt;b&gt;, Kaidah-Kaidah Ushuliyah Dan Fiqhiyah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997, halaman 44.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Abdul Hakim Hakim, &lt;b&gt;Al-Bayan&lt;/b&gt;, al-Maktabah as-Sa'diyyah Putera, Jakarta, t.t., hal. 51&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah SAW. bersabda dalam hadits Ibnu Majah: &lt;i&gt;" &lt;b&gt;lā mahdiyya illā 'Isa ibna Maryām&lt;/b&gt;" &lt;/i&gt;(Tidak ada Mahdi melainkan Isa ibnu Maryam)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Atabik Ali dan A.Zuhdi Mudhlor, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Qāmus Karabyāk al-'Ashrī&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Pondok Krapyak, Yogyakarta, cetakan kedelapan, halaman 108.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; H. Baihaqi A.K., Prof.Dr&lt;b&gt;, Ilmu Mantik&lt;/b&gt;, Darul Ulum Press, 2002, hal 113. Lihat: Muhammad Al-Mubarak, &lt;b&gt;Fiqhu Al-Lughah wa Khashāisul 'Arabiyyah&lt;/b&gt;, Darul Fikr, tt, hal 30.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam &lt;i&gt;Tafsir Ash-Shāfi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam kitab &lt;i&gt;Mir'atu al-suruh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn21"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam kitab &lt;i&gt;Al-Tajridu al-Shariih&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn22"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref22" name="_ftn22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam kitab &lt;i&gt;Al-Jami' Al-Islam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn23"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref23" name="_ftn23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam kitab &lt;i&gt;Wafiatul 'Ayan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn24"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref24" name="_ftn24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt; Dalam kitab &lt;i&gt;Al-Itqan fii 'ulūm Al-Qur'an&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn25"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref25" name="_ftn25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Dalam &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt;Tafsir &lt;i&gt;Sūrat Al-Fātihah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn26"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref26" name="_ftn26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt;Al-Tafsir Al-Kabir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn27"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref27" name="_ftn27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Dalam kata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt;Ujala Nafi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn28"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref28" name="_ftn28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt;Al-Futuh Al-Makiyyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn29"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref29" name="_ftn29" title=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-family:Tahoma;"&gt; Muslim bin Hajaj al-Qusyairi an-Naisaburi, &lt;b&gt;Shahih Muslim&lt;/b&gt;, Darul Fikr, 1993,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jilid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;II, hal. 448, bah &lt;b&gt;Min Fadhāili 'Alliyibni Abi Thālib&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn30"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref30" name="_ftn30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Lihat, Abu Abdillah bin Ismail al-Bukhari, &lt;b&gt;Shahih Bukhari&lt;/b&gt;, Darul Fikr, 2005, jilid 3, halaman 129&lt;i&gt;, bab Ghazwati Tabūka. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn31"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref31" name="_ftn31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lihat, Abdul Hakim bin Amir Abdat, &lt;b&gt;Al-Masaa-il&lt;/b&gt;, Darus Sunnah, Jakarta, 2007, jilid 2, halaman 110-111.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn32"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref32" name="_ftn32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Lihat, Dede A. Nasruddin, &lt;b&gt;Ahli Sunnah Menjawab Ahmadiyah&lt;/b&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LPPI, Jakarta, 2002, halaman 13.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn33"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref33" name="_ftn33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Abdul Hakim Hakim, &lt;b&gt;Al-Bayan&lt;/b&gt;, al-Maktabah as-Sa'diyyah Putera, Jakarta, t.t., hal. 64&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn34"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref34" name="_ftn34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Lihat, Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi&lt;b&gt;, Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman&lt;/b&gt;, terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, Jakarta, 2008, hal. 103-151.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn35"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref35" name="_ftn35" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;H.R. Bukhari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jalaluddin as-Suyuthi, &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Jāmi' al-Shāghir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Syirkah al-Ma'arif, Bandung, t.t., juz II, hal. 204. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Alauddin al-Hindi, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kanz al-Ummal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Muassaatur Risalah, Beirut, 1989,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jilid 16, hadits nomor 46251.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn36"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref36" name="_ftn36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="DE" style="font-family:Tahoma;"&gt; Menurut &lt;b&gt;Yorkleman&lt;/b&gt; sebanyak 415 karya tulis, sedangkan menurut &lt;b&gt;Asy-Sya'rani&lt;/b&gt; karya Imam Jalaluddin mencapai 460.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn37"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref37" name="_ftn37" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;, 2008, hal 90-91.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn38"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref38" name="_ftn38" title=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Abdul Wahhab asy-Syafi'i asy-Sya'rani, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Yawāqit wa al-Jawahir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, al-Haramain, Singapura, t.t, Juz II, hal. 22.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn39"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref39" name="_ftn39" title=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu Arabi rh., &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Futuhat al-Makkiyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Juz II, hal. 73.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn40"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref40" name="_ftn40" title=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; QS. &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Ahzab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; [33]: 40&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn41"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref41" name="_ftn41" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="IN"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;rang yang dikaruniai derajat kenabian pada umat Muhammad SAW. dan dalam lingkup syari'at Islam (&lt;i&gt;nabi ghair mustaqil&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn42"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref42" name="_ftn42" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;span lang="IN"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;rang yang memperoleh kemulian (keluhuran) kenabian dengan sebab mengikui Nabi Muhammad SAW.secara sempurna.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn43"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref43" name="_ftn43" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[43]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Prof.DR. Hamka (mantan ketua MUI), Prof.DR. Ahmad Syalaby, Syaikh Mahmud Saltut, Muhammad Rasyid Ridha dan lain-lain meyakini bahwa menurut Al-Qur'an, Nabi Isa telah wafat seperti biasa. DR. Hamka menulis:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Tidak ada dalam al-Qur'an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa a.s. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya. Adapun sabda Tuhan mengatakan: "Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada oarng-orang kafir itu!". Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirnya (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris a.s. dikatakan Tuhan: "dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi". Dan inipun jelas pula yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga". (&lt;b&gt;Tafsir Al Azhar&lt;/b&gt;, PT. Pustaka Panjimas, Jakarta, 2006, juz III, halaman 256.) DR. Ahmad Syalaby menulis: "Mahaguru Al-Azhar itu menambahkan keterangannya sebagai berikut. Bahwasanya Isa-Al-Masih itu meninggal dunia secara wajar seperti manusia biasa meninggal. Bahwa yang diangkat naik ke langit itu ialah rohnya, dinaikkan bersama-sama roh para nabi, siddikin, dan syuhada". (&lt;b&gt;Perbandingan Agama Agama Kristen&lt;/b&gt;, alih bahasa DR.JS.Badudu, PT. Al-Ma'arif, Bandung, cetakan ke-10, hal. 25)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn44"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref44" name="_ftn44" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad&lt;b&gt;&lt;i&gt;, Minanur Rahm&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, Ruhani Khazain Vol 9,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Additional Nazir Isya'at, London, halaman 49.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn45"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8497938161410869933#_ftnref45" name="_ftn45" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[45]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad&lt;b&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;at-Tabligh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Additional Nazir Isya'at, London, halaman &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8497938161410869933?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8497938161410869933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8497938161410869933&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8497938161410869933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8497938161410869933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/03/ahmadiyah-di-atas-jalan-kebenaran-dan.html' title='DISKURSUS KENABIAN AHMADIYAH'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8259502375104266283</id><published>2008-03-12T02:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T06:34:22.258-07:00</updated><title type='text'>Ki Waras Jagat Pakuan:MEMBONGKAR KEBOHONGAN  DAN SHOFISME AMIN DJAMALUDDIN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Republika, salah satu surat kabar nasional yang kerap memuat berita-berita anti Ahmadiyah, pada tanggal 11 Maret, halaman 5, dibawah judul &lt;b&gt;FUI Temui Komnas HAM&lt;/b&gt;, diantaranya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menulis (italic dari penulis): &lt;i&gt;Sementara itu, Amin Djamaluddin meminta agar Komnas HAM bisa membedakan kebebasan beragama dan mana yang merupakan kebebasan merusak agama.”Ahmadiyah telah merusak agama,” tegas Amin.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Bagi penulis, sosok Amin Djamaluddin lebih dikenal sebagai seorang &lt;i&gt;shofis &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;safsathi&lt;/i&gt; (yang pandai memutar balikkan fakta) tidak asing lagi dalam hal berbohong (berdusta) tentang Ahmadiyah. Dia tidak segan-segan memfitnah dan ’menyerang’ Ahmadiyah dengan mengatas namakan ”pemberantasan aliran sesat”, ”membelaan aqidah” dan lain-lain. Padahal cara-cara semacam itu bagi seorang muslim yang mengerti ajaran Islam secara &lt;b&gt;&lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (menyeluruh), segi tauhid, fiqih, akhlak maupun &lt;i&gt;tashawwuf&lt;/i&gt;-nya akan merupakan satu bentuk &lt;b&gt;pengrusakkan nilai-nilai agama &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; pembunuhan karakter muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Kebohongan-demi kebohongan semakin nampak dan menyebar melalui gerakan &lt;i&gt;shofisme&lt;/i&gt; Amin Djamaluddin dan kawan-kawan, kenyataan itu sungguh &lt;b&gt;&lt;i&gt;sangat menggelikan&lt;/i&gt;, kenapa tidak! Sebagai seorang Ahmadi atau orang dalam Ahmadiyah sangat tahu persis bahwa apa yang dituduhkan Amin Djamaluddin adalah bentuk kebohongan, fitnah dan pemutar balikkan fakta belaka. &lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;Dalam istilah ilmu &lt;i&gt;mantiq&lt;/i&gt;, ilmu yang Amin Djamaluddin kemukakan untuk menyerang Ahmadiyah dinamakan &lt;i&gt;’ilmuzh-zhanni ghairu muthābiq lilwāqi’&lt;/i&gt; (ilmu praduga yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan)&lt;/span&gt;. &lt;/b&gt;Dalam hal ini, orang-orang Ahmadiyah sangat memahami bahwa serangan-serangan semacam itu tidak akan dapat merubah keyakinan dan aqidah mereka. Apalagi harus tertipu oleh gerakan-gerakan &lt;i&gt;shofisme&lt;/i&gt; Amin Djamaluddin maupun kelompok-kelompok pendukungnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Yang sangat mengkhawatirkan kita adalah bahwa Amin Djamaluddin terus-menerus mendustai kaum Muslimin, dengan fitnah-fitnah dan kebohongan-kebohongannya yang secara efektif dapat menimbulkan rasa permusuhan antar sesama muslim dan dapat &lt;b&gt;mengadu domba umat Islam&lt;/b&gt;, bahkan &lt;b&gt;Bangsa Indonesia&lt;/b&gt;. Kenapa tidak! Amin Djamaluddin dan kawan-kawan sampai-sampai berani menyatakan bahwa Ahmadiyah telah menodai atau merusak agama, padahal yang dilakukan Ahmadiyah tiada lain melainkan &lt;b&gt;pemuliaan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;pembaharuan&lt;/b&gt; agama, sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, Muhammad Mushthafa SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Tuduhan Shofisme ”Merusak Agama” Amin Djamaluddin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Amin Djamaluddin telah menuduh bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ahmadiyah telah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;merusak agama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, padahal kenyataan yang sebenarnya adalah bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ahmadiyah telah memuliakan agama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan mengadakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;tajdīd&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt; (pembaharuan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; pemikiran atas berbagai pemahaman yang keliru tentang aqidah Islam di akhir zaman ini dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;tasyyīd&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt; (pengokohan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; syari’at Islam. Salah satu keyakinan pokok Ahmadiyah adalah bahwa Imam Mahdi AS. mempunyai tugas: &lt;b&gt;&lt;i&gt;yuhyiddīna wa yuqīmusy-syari’ah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (mengadakan pembaharuan dalam agama dan mengokohkan/menegakkan syari’ah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Ahmadiyah telah mengadakan pembaharuan pemikiran dan etika berda’wah dalam agama Islam dan mengokohkan/menegakkan syari’ah secara damai, toleran, santun dan tidak melanggar HAM. Kesemuanya itu dilakukan dalam rangka menggenapi dan menetapi ajaran Al-Qur’an dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Surah Al-Fath&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ayat 28 dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ash-Shaff&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ayat 9 yang menyatakan&lt;i&gt;: ”Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.”&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;”Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Perbedaan Antara Amin Djamaluddin dan Ahmadiyah dalam Memahami Islam dan Sumber Pokok Ajarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:13;"&gt;Amin Djamaluddin sangat cenderung memahamin ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits secara &lt;i&gt;tekstual&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;fiqhiyyah &lt;/i&gt;(doktrinal), suatu cara yang menjadi ciri khas kaum&lt;b&gt; Wahabiyah&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;al-Muwahhidun&lt;/i&gt;) dan &lt;b&gt;Khawarij&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;al-Muhakkimun&lt;/i&gt;), mereka berfikiran sangat kerdil dan tanpa memperhatikan &lt;i&gt;asfek tashawwuf &lt;/i&gt;sama sekali. Dengan demikian Islam yang ia kemukakan adalah Islam versi Wahabi dan Khawarij yang sangat radikal serta menampakkan wajah Islam yang sangat mengerikan. Amin Djamaluddin memang seorang penulis dan aktifis Wahabi Indonesia yang terkenal anti Ahmadiyah, sufisme dan kelompok-kelompok Islam yang lain. Sejarah mencatat bahwa dalam ’menyerang’ lawan, biasanya kaum Wahabi sangat melampaui batas, tanpa sopan santun, penuh caci maki, penghinaan dan kalau perlu dengan jalan pengrusakkan dan kekerasan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:13;color:green;"  lang="FI" &gt;Ahmadiyah dalam memahami ajaran Islam dan sumber pokok ajarannya bersifat &lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt; (menyeluruh), tekstual dan sekaligus kontestual. Artinya Islam oleh Ahmadiyah difahami secara utuh baik asfek &lt;i&gt;aqidah,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;fiqih, akhlak, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maupun &lt;i&gt;tashawuf-&lt;/i&gt;nya. Dengan demikian, Islam yang dikemukakan Ahmadiyah adalah Islam yang &lt;i&gt;Rahmatan lil’alamin, &lt;/i&gt;Islam yang Indah dan mempesona, Islam yang sudah menetapi sistem khilafah, dan Islam yang moderat. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Karena Ahmadiyah bukan organisasi politik dan anti kekerasan, Ahmadiyah sering menjadi korban pengrusakkan dan kekerasan atas nama agama oleh kelompok-kelompok radikal. Walaupun demikian, sebagai jema’at yang didirikan atas perintah Allah, jema’at ini akan terus maju dan berkembang dalam perlindungan-Nya di segenap antero dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Contoh-contoh Kasus Pemahaman yang Berbeda Antara Amin Djamaluddin dan Ahmadiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Amin Djamaluddin dkk. memahami ayat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khātaman nabiyyīn&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; secara &lt;i&gt;varsial &lt;/i&gt;dan tekstual, mereka sangat ngotot dengan satu pengertian saja, yakni bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah nabi penutup dan tidak akan ada lagi nabi yang datang ke dunia ini. Hal ini bertentangan dengan hakikat kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;khātam &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;itu sendiri yang memiliki arti yang plural seperti; cincin, cap, dan stempel. Selain itu berbeda dengan pemahaman ulama-ulama &lt;i&gt;mutaqaddimin&lt;/i&gt; dari kalangan &lt;i&gt;aulia&lt;/i&gt; dan para &lt;i&gt;shufiyyin&lt;/i&gt; yang memahami ayat itu secara &lt;i&gt;integral&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kontekstual, isyari ilahiyyah&lt;/i&gt;, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;i&gt;rasional&lt;/i&gt;. Mereka memahami ayat &lt;b&gt;&lt;i&gt;Khātaman nabiyyīn &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dengan pengertian bahwa Nabi &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;Muhammad SAW. sebagai Nabi Paling Mulia dan Sempurna&lt;/span&gt; karena kesempurnaan pribadi dan ajaran yang dibawanya, jika harus diartikan penutup maka ayat ini hanya memberi pengertian penutup kenabian&lt;i&gt; tasyri’&lt;/i&gt; (kenabian yang membawa syari’at baru) saja, sedangkan kenabian&lt;i&gt; ghair tasyri’&lt;/i&gt; (kenabian yang tidak membawa syari’at baru) seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;nubuwwat al-wilāyah &lt;/i&gt;tetap terbuka. &lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Pendapat dan hasil ijtihad para ulama &lt;i&gt;khawas&lt;/i&gt; dan Ahmadiyah di atas tidak bisa digugurkan dengan adanya pendapat yang berlawanan dengannya karena ada qaidah ushul yang menyatakan :&lt;i&gt;al-ijtihādu lā yūzalu bil ijtihādi.&lt;/i&gt; Secara ilmiah, penafsiran dan hasil ijtihad yang telah dibangun di atas hujjah-hujjah &lt;i&gt;naqliyyah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;aqliyyah &lt;/i&gt;adalah syah dan dibenarkan oleh Islam, bahkan dalam istilah &lt;i&gt;fiqh al-lughah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mantiq&lt;/i&gt; hal ini sudah termasuk kepada kriteri &lt;i&gt;istiqra’i. &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:13;"  lang="FI" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Amin Djamaluddin dkk. memahami hadits &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā nabiyya ba’dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;secara &lt;i&gt;vartial &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;tekstual&lt;/i&gt; juga, mereka terhenti pada pengertian tunggal yakni ”tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.” Lebih dari itu, menurut mereka orang yang memahami lain selain pengertian seperti itu &lt;i&gt;kafir&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;murtad&lt;/i&gt;. Pemahaman ini sebenarnya bisa&lt;b&gt; &lt;/b&gt;menimbulkan dampak negatif dan &lt;i&gt;zhalimi&lt;/i&gt; yang dapat&lt;b&gt; menodai agama, &lt;/b&gt;karena tidak ada satu ayat pun dari Al-Qur’an maupun Hadits yang menyatakan demikian, bahkan Rasulullah SAW. sendiri sangat mengkhawatirkan hal itu terjadi, terbukti dengan sabda beliau yang menggunakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;harf takyif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berikut: &lt;i&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;Kaifa&lt;/span&gt; antum idzā nazala ’Isabnu Maryam fīkum wa imāmukum minkum” &lt;/i&gt;(Bagaimana sikap kalian apabila Isa ibn Maryam turun pada kalian sedang ia menjadi imam kalian dan berasal dari kalian).&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:13;"  lang="FI" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Ahmadiyah dan ulama-ulama&lt;i&gt; mutaqaddimin &lt;/i&gt;memandang bahwa dalil &lt;b&gt;&lt;i&gt;Lā nabiyya ba’dī &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah dalil &lt;i&gt;’am &lt;/i&gt;(umum) yang tidak boleh diamalkan sebalum &lt;i&gt;ditakhsis &lt;/i&gt;sebagaimana kaidah ushul menyatakan demikian. Kenapa harus ditakhsis? Karena Rasulullah SAW. dalam hadits &lt;i&gt;mutawatir ma’nawi&lt;/i&gt; sudah menyatakan akan adanya lagi Nabi yang datang ke dunia ini dengan sebutan Isa Ibnu Maryam. Jadi hadits ini memberikan pengertian khusus bahwa nabi yang tidak mungkin ada setelah Rasulullah SAW. adalah nabi pembawa syari’at yang membatalkan syari’at Islam. Sebagaimana Imam Jalaluddin As-Suyuthi berkata:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt; &lt;b&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, ”Dalilnya adalah hadits, &lt;i&gt;’Tidak ada nabi setelahku&lt;/i&gt;’”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h3 style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:13;" lang="FI" &gt;Demikianlah jawaban singkat II saya mengenai jawaban atas berbagai tuduhan dan kebohongan Amin Djamaluddin, semoga bermanfaat bagi kaum Muslimin, para pencari kebenaran, orang yang mempunyai hati yang bersih, dan bagi para pencinta keadilan. Jawaban pertama (sebelum ini) dengan judul&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:13;" lang="FI" &gt;:&lt;a href="http://endyen.blogspot.com/2008/01/menjawab-kebohongan-ahmadiyah.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Menjawab Kebohongan Amin Jamaludin Tentang Ahmadiyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah saya muat dalam: kiwaras.blogspot.com (Gapura Cinta Pakuan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;Alhamdulillahi rabbil ’alamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Istidlal Istiqra’i &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;adalah penarikan kesimpulan secara induktif, yang dimulai dengan percobaan-percobaan kecil untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan kecil yang diharapkan, setelah percobaan-percobaan berikutnya, akan bermuara kepada penemuan kesimpulan yang sifatnya umum (general). Kata &lt;i&gt;Kh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;tam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; jika diidhafatkan dengan jama taksir atau jama mudzakkar salim maka tidak ada makna lain melainkan makna “paling”, misalnya,paling mulia, paling sempurna dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6339945357497656649&amp;amp;postID=8259502375104266283#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;, 2008, hal 90-91.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8259502375104266283?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8259502375104266283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8259502375104266283&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8259502375104266283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8259502375104266283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/03/ki-waras-jagat-pakuanmembongkar_12.html' title='Ki Waras Jagat Pakuan:MEMBONGKAR KEBOHONGAN  DAN SHOFISME AMIN DJAMALUDDIN'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-4209503454049996333</id><published>2008-03-09T22:17:00.001-07:00</published><updated>2008-03-17T07:39:08.163-07:00</updated><title type='text'>HIZBUT TAHRIR GETOL MENCAP “SESAT” DAN “MENYESATKAN” AHMADIYAH TERNYATA DICAP “SESAT” JUGA.</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Belakangan ini Hizbut Tarhir sering mewarnai dunia maya, pertelevisian dan penerbitan maklum mereka adalah organisasi tergolong &lt;i&gt;anyar &lt;/i&gt;di Indonesia. Mereka sangat gigih dalam mempopulerkan kelompoknya melalui pengajian-pengajian kampus, terutama di masjid Al-Ghifari IPB yang merupakan 'bidan' kelahiran Hizbut Tahrir dan PKS ini. Banyak sudah demontrasi, seminar dan kampanye besar-besaran lewat dunia maya telah mereka lancarkan, mereka sangat aktif mengintai dan mempengaruhi mangsanya dari kalangan mahasiswi dan mahasiswa Islam agar ikut kepada kelompok mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah &lt;i&gt;turunan&lt;/i&gt; dari Hizbu Tarhir Palestina, negeri yang penuh dengan sejuta kepiluan itu. Berikut adalah tulisan Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam bukunya, &lt;b&gt;Al-Masaa-il&lt;/b&gt; (masalah-masalah agama), terbitan Darul Qalam, Jakarta, tahun 2004 M, halaman 90.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sang penulis menyatakan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;" &lt;i&gt;Firqah &lt;/i&gt;yang sesat dan menyesatkan ini pun masuk dalam kelompok kaum pergerakan (&lt;i&gt;haraqah&lt;/i&gt;). Sama dengan &lt;i&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;firqah&lt;/i&gt; ini mempunyai imam dan adanya ketetapan dan kewajiban bai'at. Di antara bid'ah besar &lt;i&gt;firqah Hizbut Tahrir&lt;/i&gt; ialah menolak hadits &lt;i&gt;ahad &lt;/i&gt;untuk dasar aqidah. Berbeda dengan &lt;i&gt;Ikhwanul Muslimin, &lt;/i&gt;mereka mengharamkan demokrasi, pemilihan umum dan masuk ke dalam parlemen. Rupanya di dalam masalah demokrasi &lt;i&gt;Ikhwanul Muslimin &lt;/i&gt;lebih lembut dan luwes ketimbang saudarannya dari &lt;i&gt;Hizbut Tahrir &lt;/i&gt;sesama kaum pergerakan (&lt;i&gt;harakah&lt;/i&gt;). Akan tetapi keduanya sama di dalam &lt;i&gt;manhaj&lt;/i&gt; dan da'wah dan sama dalam menyelisih perjalanan Nabi yang mulia &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersama para sahabat".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam buku &lt;b&gt;Al-Masaa-il &lt;/b&gt;itu juga penulis mencap &lt;b&gt;"sesat" &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;"ahlul bid'ah" &lt;/b&gt;bahkan &lt;b&gt;"kufur"&lt;/b&gt; kemompok-kelompok muslim yang lain seperti: Syi'ah, Khawarij, Qadariyah, Mu'tazilah, Jahmiyyah, Murji'ah, Jabariyyah, Musyabbihah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Falaasifah (Para filosof muslim seperti Ibnu Sina dll.), Asy'ariyyah dan Maturidiyyah, Kelompok &lt;i&gt;Shufi (Tashawuf)&lt;/i&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jama'ah Tabligh, Islam Jama'ah, Jama'atul Muslimin, Negara Islam Indonesia (N.I.I), Isa Bugis, Inkarus Sunnah, Ahmadiyah, dan Jama'ah Arqam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Komentar khusus Ki Waras Jagat: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seandainya manusia itu diberi hak oleh Tuhan untuk mencap "sesat-menyesatkan" atau "kafir" atas para pengucap &lt;i&gt;syahadatain&lt;/i&gt; (dua kalimah syahadat), maka &lt;b&gt;di dunia ini sudah tidak ada lagi orang yang tidak sesat atau tidak kafir&lt;/b&gt; termasuk di Indonesia. Kaum &lt;i&gt;Wahabi&lt;/i&gt;, para pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab yang sering mendapat sokongan dana yang besar dari Saudi Arabia, demikian juga para pengikut Ibnu Taimiyah sekalipun ternyata telah dicap "sesat" bahkan "kafir" oleh lawan-lawan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jadi kalau budaya "sesat-menyesatkan" dan budaya "tafkir" (pengkafiran sesama muslim) yang dikembangkan sekarang oleh kelompok &lt;i&gt;neo-Khawarij&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;neo-Wahabiyah&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;yang getol memprovokasi umat agar bertindak anarkis atas nama agama &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;tiada lain melainkan ingin menghancurkan umat Islam, menodai wajah Islam yang indah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan berbuat makar atas nama Islam. Selama budaya sesat-menyesatkan dan pengkafiran itu dibiarkan maka di Indonesia akan terus bermunculan para teroris yang mengatasnamakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Jihad&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;Islam &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;untuk membunuh manusia dan menghancurkan sendi-sendi keamanan dan ketentraman masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kepada pemerintah NKRI penulis menghimbau agar memperhatikan dan menindak secara serius gerakan-gerakan yang senantiasa memprovokasi umat agar bertindak anarkis atas nama &lt;i&gt;aqidah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;pemberantasan aliran sesat&lt;/i&gt; dan bahkan atas nama &lt;i&gt;Syari'ah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Khilafah&lt;/i&gt;, ataupun &lt;i&gt;Daulah Islamiyyah&lt;/i&gt;. Pancasila dan NKRI harus tetap dipertahankan secara bersama-sama segenap komponen bangsa Indonesia, bangsa Indonesia tidak perlu tertipu oleh &lt;b&gt;iming-iming khilafah&lt;/b&gt; dan sejenisnya karena kita semua terikat dengan Perjanjian Luhur Bangsa, yakni Pancasila dan UUD 45. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kepada segenap elemen Bangsa Indonesia saya menghimbau agar tetap bersatu dalam &lt;i&gt;Bhineka Tunggal Ika&lt;/i&gt;, kita tolak keras budaya radikalisme atas nama agama apapun dan kita tumbuh kembangkan budaya &lt;b&gt;&lt;i&gt;Cinta-Kasih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; karena musuh kita bersama adalah &lt;b&gt;kekerasan, kemiskinan dan kebodohan&lt;/b&gt;. Semoga dengan cinta dan kasih kita akan menarik Cinta dan Kasih Tuhan. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Wassalam: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10;" lang="EN-GB" &gt;Ki Waras Jagat Pakuan (&lt;a href="http://kiwaras.blogspot.com/"&gt;kiwaras.blogspot.com&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-4209503454049996333?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/4209503454049996333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=4209503454049996333&amp;isPopup=true' title='31 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/4209503454049996333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/4209503454049996333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/03/hizbut-tahrir-getol-mencap-sesat-dan.html' title='HIZBUT TAHRIR GETOL MENCAP “SESAT” DAN “MENYESATKAN” AHMADIYAH TERNYATA DICAP “SESAT” JUGA.'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-7484879525268222778</id><published>2008-03-05T00:50:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T00:51:32.547-08:00</updated><title type='text'>FIQIH  DAN TEOLOGI  TERORISME  KONTEMPORER</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Bernard MT Condensed&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh: Almukarram Abu Jihad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terorisme (&lt;i&gt;irhābiyyah&lt;/i&gt;) menjadi momok yang sangat menakutkan pasca serangan WTC 11 September 2001 yang lalu, kalau kita perhatikan sejarah Islam klasik (tempo dulu) kelompok ini sangat identik dengan sekte &lt;b&gt;Khawarij&lt;/b&gt;. Di Indonesia, di era reformasi ini gerakan Islam radikal yang dikembangkan oleh DI/TII, Ikhwanul Muslimin (IM), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI) dan organisasi-organisasi masa pendukung mereka tumbuh bagai cendawan di musim penghujan. Penulis berasumsi bahwa organisasi-organisasi Islam radikal semacam ini akan menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya para &lt;i&gt;teroris&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;irhābiyyūn&lt;/i&gt;) dan terorisme di Indonesia maupun di Asia Tenggara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Lukman bin Muhammad Ba’abduh, penulis buku &lt;i&gt;Mereka Adalah Teroris &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang isinya mencaunter buku Imam Samudera “Aku Melawan Teroris”. Sebuah tinjauan syari’at sekaligus bantahan syar’i terhadap buku Imam Samudera, menetapkan bahwa &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;DI/TII, Hizbu Tahrir (HTI), dan Ikhwanul Muslimin (IM) adalah gerakan dan pemikiran yang sesat yang mengatasnamakan Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berikut ini adalah ajaran-ajaran fiqh politik, teologi dan identitas &lt;i&gt;terorisme &lt;/i&gt;yang dapat mudah kita kenali:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ciri-ciri kepribadian mereka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt; &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sangat       panatik kelompok;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berasal dari       kampung/desa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berpendidikan       rendah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berpegang       teguh makna lahiriyah (tekstual) soal jihad;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketat dalam       beribadah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terdiri dari       pemuda-pemuda;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sangat berani       mati;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menentang       kekuasaan pemerintah yang ada;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Suka       membawa Al-Qur’an;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keras       dan beringas;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kuat       solidaritas sesama;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Slogan-slogan       keimanan: &lt;b&gt;”Allahu Akbar”&lt;/b&gt;; dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fanatisme       buta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ciri-ciri pemikiran politik dan teologi mereka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Setiap muslim harus mengikuti cara dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt; hidup mereka;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Harus menghindar dari pemerintah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Khalifah dipilih secara bebas;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Khalifah tidak harus Jawa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Khalifah permanen dari kalangan mereka;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang yang bersekutu dengan AS, Inggeris, Australia adalah kafir;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;AS, Inggeris, dan Australia adalah kafir yang harus dibasmi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menentang AS dan sekutunya adalah jihad;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memutarbalikan &lt;i&gt;nash, &lt;/i&gt;dan data keagamaan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia bebas melakukan apa saja dalam rangka memerangi AS dan sekutunya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin Negara sebelum dan sesudah masa kini batil;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin Negara haruslah Khalifah bukan Presiden; dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demontrasi, penculikan, intimidasi, anarkisme, peledakan, dan teror fisik dan pemikiran.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semoga dengan mengenal ciri-ciri kelompok &lt;i&gt;irhabiyyah&lt;/i&gt; secara utuh seperti tersebut di atas umat Islam akan mampu membentengi diri dan generasi muda Islam dari &lt;b&gt;virus-virus terorisme&lt;/b&gt; yang sangat berbahaya. Umat Islam harus yakin bahwa kemenangan Islam pada era akhir zaman ini hanya akan mungkin dicapai apabila Islam dengan segala asfek keindahan dan keluhuran nilai ajaran yang dibawanya diperjuangkan melalui budaya cinta kasih, demokratis, tanpa paksaan dan kekerasan sesuai dengan isyarat Yang Mulia Rasulullah SAW. tentang kedatangan Al-Masih Isa ibn Maryam atau yang terkenal dengan Al-Masih Al-Mau’ud yang diterangkan dalam hadits-hadits Nabi SAW. secara &lt;i&gt;mutawatiri&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Kenapa Yang Mulia Rasulullah SAW. tidak menyebut orang yang dijanjikan oleh beliau akan memenangkan Islam di akhir zaman ini sebagai Musa atau Daud?&lt;/b&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ini semua adalah &lt;i&gt;isyarat ilahiyah&lt;/i&gt; bahwa &lt;b&gt;Islam periode akhir zaman ini akan diunggulkan kembali bukan melalui gerakan Islam politik atau kekuasaan teritorial.&lt;/b&gt; Allah Ta’ala akan membuktikan bahwa tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui peperangan atau kekuasaan politik sekalipun, Islam akan tetap unggul dan dapat menguasai Timur dan Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ajaran terorisme sama sekali bukan ajaran Islam, tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. dan sangat menodai wajah Islam sebagai agama yang &lt;i&gt;Rahmatan lil’alamin. &lt;/i&gt;Pada akhir zaman ini Allah Ta’ala telah menakdirkan Jemaat Ahmadiyah Internasional sebagai pengemban amanat Allah Ta’ala dan Rasul-Nya untuk memenangkan Islam secara damai, mempesona, terhormat dan mulia. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="SV"&gt;AHMADIYAH ADALAH ”POHON” YANG DITANAM ALLAH, DIJAGA DAN DIPELIHARA OLEH-NYA. WALAUPUN SEGENAP PENGHUNI DUNIA MEMUSUHI DAN BERUSAHA MENCABUT POHON INI, POHON INI AKAN TETAP KOKOH DAN LESTARI SAMPAI DUNIA INI BERAKHIR.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Insya Allah Ta’ala. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Bahtiar Effendy, Prof.Dr dan Soetrisno Hadi, &lt;b&gt;Agama &amp;amp; Radikalisme Di Indonesia&lt;/b&gt;, Nuqtah, Jakarta, 2007, hal.319. Lebih lanjut merujuk Lukman bin Muhammad Ba’abduh, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Mereka Adalah Teroris&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;: &lt;/i&gt;Bantahan Buku Aku Melawan Teroris, Sebuah Tinjauan Syari’at, Pustaka Qaulan Sadida, Malang, 2005, hal. 67-71.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Lihat, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agama &amp;amp; Radikalisme Di Indonesia, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hal. 320-321.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-7484879525268222778?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/7484879525268222778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=7484879525268222778&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7484879525268222778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7484879525268222778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/03/fiqih-dan-teologi-terorisme-kontemporer.html' title='FIQIH  DAN TEOLOGI  TERORISME  KONTEMPORER'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-8320714057562390888</id><published>2008-02-29T20:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:17:00.448-08:00</updated><title type='text'>SURAT TERBUKA BUAT SEGENAP PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: navy;" lang="SV"&gt;Perihal: &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seruan Untuk Kembali Memperhatikan Tujuan Dibentuknya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="SV"&gt; MUI dan Reposisi Kepemimpinan Internal.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: blue;" lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bismill&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;ahirrahmaanirrahiim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Allahumma shalli 'ala Muhammad wa aali Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Assalaamu `alaikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Tujuan dari dibentuknya MUI pada 26 Juli 1975 adalah untuk ikut serta berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang aman, damai, adil dan makmur yang diridhai Allah dan sesuai dengan Pancasila, UUD 45 dan GBHN. Demikianlah tujuan dari MUI seperti yang tercantum dalam pasal 3 Pedoman Pokok MUI.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Semenjak munculnya fatwa "Ahmadiyah sesat dan menyesatkan" yang dikeluarkan MUI pada Musyawarah Nasional ke-11 Majelis Ulama Indonesia 1980 di Jakarta disusul dengan fatwa MUI pada 29 Juli 2005 tentang haramnya mengikuti paham pluralisme, sekulerisme, liberalisme serta aliran sesat, telah terjadi banyak pengrusakkan, pembakaran, dan penutupan Mesjid milik Jemaat Ahmadiyah. Demikian juga dengan pengrusakkan dan penjarahan harta benda milik para pengikut Jemaat Ahmadiyah kerap terjadi, seperti di Lombok Timur NTB, Mataram NTB, Kampus Mubarak Bogor, Manislor Kuningan, Sadasari Majalengka, Sukapura Tasikmalaya, Singparna Tasikmalaya, Cikukulu Garut, dan lain-lain. Dari alasan-alasan pengrusakkan yang dilakukan mereka itu yang paling pokok adalah adanya "fatwa sesat" tentang Ahmadiyah dari MUI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Oleh karena kondisi yang demikian membahayakan inilah saya sebagai warga negara Indonesia yang syah berhak berpendapat dan mengusulkan kepada segenap Pimpinan MUI akan hal-hal sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Pertama: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi masa Islam biasa (bukan luar biasa) yang dibiyai oleh APBN harus lebih memperhatikan kembali tujuan semula, yakni: &lt;b&gt;Ikut serta berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang &lt;span style="background: lime none repeat scroll 0%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;aman, damai, adil dan makmur&lt;/span&gt; yang diridhai Allah dan sesuai dengan Pancasila, dan UUD 45. &lt;/b&gt;Fatwa-fatwa "sesat" yang tidak dibarengi dengan fatwa "sesat" bagi para pelaku anarkis, pengrusakkan mesjid dan penjarahan rumah orang yang dicap sebagai pengikut aliran sesat adalah sangat tidak sesuai dengan ruh Islam, ruh Pancasila dan UUD 45. Menurut pendapat saya, sudah waktunya sekarang MUI tampil kemuka untuk membantu Pemerintah dalam membebaskan rakyat dari kebodohan dan kemiskinan dengan &lt;b&gt;amal nyata&lt;/b&gt; (yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat) dan fatwa-fatwa yang &lt;b&gt;menyejukkan&lt;/b&gt; serta tidak menimbulkan permusuhan dan anarkisme atas nama agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kedua: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Saya mengusulkan adanya reposisi internal kepengurusan dan kepemimpinan MUI dengan mengutamakan para ulama yang RAHMATIS, NASIONALIS, MODERAT, arif dan bijaksana. Saya melihat secara kasat mata dan secara spiritual, bahwa MUI di era reformasi sekarang ini telah banyak dipengaruhi oleh pemikiran kelompok ISLAM GARIS KERAS atau WAHABISME. Saya khawatir lambat laun MUI akan sepenuhnya dikuasai secara &lt;i&gt;de facto &lt;/i&gt;oleh kelompok garis keras dan hal ini sangat berbahaya mengingat Indonesia sangat berbeda dengan &lt;b&gt;Afghanistan&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Irak&lt;/b&gt; maupun &lt;b&gt;Saudi Arabia&lt;/b&gt;. Kalau tidak ada perubahan, saya mengusulkan agar MUI untuk sementara dibubarkan sampai terbentuknya MUI yang moderat dan menyejukkan masyarakat. Kebiasaan buruk &lt;b&gt;memaksakan kebohongan dan fitnahan&lt;/b&gt; agar kedua hal itu diakui oleh si tertuduh dan si terfitnah adalah &lt;b&gt;sumber kebencian yang bisa merusak persatuan umat Islam&lt;/b&gt;, ini adalah salah satu PR yang harus segera dibasmi oleh MUI masa depan, yakni MUI yang menjadi harapan bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Ketiga: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Saya khawatir fatwa-fatwa MUI tentang haramnya pluralisme, sekulerisme, liberalisme dan aliran sesat akan dimanfaatkan kelompok-kelompok &lt;b&gt;Islam Radikal&lt;/b&gt; atau bahkan oleh &lt;b&gt;Al-Qaeda&lt;/b&gt; untuk mempengaruhi masyarakan Indonesia agar mempunyai pemikiran extra radikal dan mengklaim tafsir kebenaran tunggal dan &lt;i&gt;tekstual&lt;/i&gt; atas dalil-dalil agama. Alhamdulillah, saya tahu banyak tentang strategi dan cara kelompok Islam radikal untuk menyusup dan mempengaruhi opini masyarakan agar terjadi sikap antipati terhadap kelompok Islam Moderat, Islam Liberal, atau pun Ahmadiyah karena saya belajar Islamologi dan dibesarkan dari dan pada keluarga besar Syarikat Islam (SI) bahkan sebelum ini saya termasuk anggota bai'atnya. Lebih dari itu saya memahami apa arti &lt;i&gt;hijrah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;jihad&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;khilafah&lt;/i&gt; (Negara Islam) dan teori merebut kekuasaan melaui kekuatan &lt;i&gt;parlemen&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;militer&lt;/i&gt; versi kelompok Islam radikal. Dari segi sosiologis hal ini sangat mungkin karena salah seorang paman (sepupu ayah) saya, Alm. Sa'ad, adalah salah seorang mantan komandan Teritorial DI/TII di wilayah Kabupaten Majalengka, ayah saya pun salah seorang tokoh SI di Majalengka dan saya sendiri mendapat pendidikan dasar keagamaan di lingkungan Syarikat Islam (SI) dan Persatuan Islam (PERSIS). Oleh karena itu, wajar saja saya dahulu sangat mengidolakan H.O.S Tjokroaminoto, Sekarmaji Kartosuwiryo, A. Hassan Bangil, dan Mohammad Natsir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Keempat: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;MUI dalam menggeluarkan fatwa-fatwanya hendaknya betul-betul arif, bijaksana, penuh pertimbangan dan memperhatikan dampak negatif dari fatwanya itu bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa. MUI sudah sepantasnya mencontoh kearifan dan kebijaksanaan para Ulama dan Pemimpin Bangsa Indonesia yang tergabung dalam &lt;b&gt;Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai &lt;/b&gt;seperti Ir.Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr.A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosuyoso, Abdulkahar Muzakir, H.Agus Salim, Akhmad Subarjo, K.H. Wahid Hasyim, dan Mr.Muhammad Yamin yang pada 22 Juni 1945 dan 18 Agustus 1945 telah penetapan Piagam Jakarta dan UUD 45. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Coba kita ingat lagi betapa mulia langkah yang telah mereka tempuh, ketika itu tokok tokoh Islam menjadi mayoritas mutlak di&lt;b&gt; Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai&lt;/b&gt; akan tetapi mereka tetap sabar dan bersikap proporsional, disamping itu mereka sama sekali &lt;b&gt;tidak &lt;/b&gt;mempunyai keyakinan bahwa menyetujui Pancasila dan UUD 45 sebagai Dasar Negara RI adalah &lt;i&gt;kafir&lt;/i&gt; karena melanggar ayat: &lt;b&gt;....w&lt;i&gt;aman lam yakhum bim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt; anzalallah fa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;laika humul k&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;fir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Bayangkan, jika ayat ini diartikan secara sempit dan &lt;i&gt;tekstual&lt;/i&gt; sebagaimana pemahaman kelompok Islam radikal, mungkinkah RI bisa terwujud seperti sekarang? Atau seandainya ketika itu sudah ada organisasi semacam MUI, mungkinkah para ulama dan pemimpin bangsa yang tergabung dalam &lt;b&gt;Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai&lt;/b&gt; difatwa kafir, zalim, fasik atau sesat? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Sehubungan dengan ekses dan dampak negatif fatwa sesat MUI, mari kita perhatikan teori mantiq tentang &lt;i&gt;dil&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;lah 'aqliyyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt; berikut ini:&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;"&gt;Banyaknya tindakan anarki yang menodai Islam dan m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: lime none repeat scroll 0%; font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;" lang="DE"&gt;embahayakan persatuan bangsa yang dipicu oleh fatwa sesat MUI terhadap Jemaat Ahmadiyah, menjadi &lt;i&gt;dilalah&lt;/i&gt; (petunjuk) bahwa fatwa MUI itu berbahaya, tidak arif dan tidak bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Kelima: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Mengenai pemahaman dan keyakinan masih adanya &lt;i&gt;nabi ghair musyarri'&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;nubuwwat ghair tasyri'&lt;/i&gt; dan wahyu non syari'at setelah Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya telah dijawab oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi rh, seorang mujaddid Islam abad ke-9 Hijriah, seorang ahli tafsir dan hadits yang kitab-kitabnya jadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, dalam hal ini beliau menulis: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;"Ya, benar demikian. Muslim, Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan lain-lain meriwayatkan hadits dari Nawas bin Sam'an, Rasulullah bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;……..bainamā huwa kadzālika idz auhallahu ila 'isa 'alaihis-salām&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; "Sementara keadaan demikian Allah memberi wahyu kepada Isa bin Maryam". Dalam hadits di atas Allah memberi wahyu kepada Isa as. setelah turun di bumi nanti, dan tampaknya yang menyampaikan wahyu malaikan Jibril as., bahkan pasti dia, karena memang itu tugasnya, sebagai duta utusan antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, yang tak ada malaikat lain menyandang jabatan ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Na'im dalam kitab Dalāilun Nubuwwah"&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, "tapi dalilnya adalah, 'Tidak ada wahyu setelahku'". Kami berkata, "Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar". Orang yang berprasangka itu berkata, "Dalilnya adalah hadits, 'Tidak ada nabi setelahku'". Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: &lt;b&gt;tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari'atku&lt;/b&gt;, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama."&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Pemahaman dan keyakinan Imam Jalaluddin As-Suyuthi seperti ini sebenarnya telah dipegangi pula oleh para &lt;i&gt;Ulama Khawas&lt;/i&gt; dari kalangan ulama tasawuf, dimana mereka bukan saja fakar dalam Ilmu-ilmu Al-Qur'an, Hadis, dan bahasa Arab akan tetapi mereka termasuk para aulia yang pengalaman spiritual dan dunia &lt;i&gt;khaibiyah&lt;/i&gt;nya tidak diragukan lagi. Mereka adalah, Syaikh Ar-Rabbani Abdul Wahhab Sya'rani rh, Syaikh Abdul Karim ibn Ibrahim Al-Jili rh, Syaikhul Akbar Ibnu Arabi rh. dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Demikian juga tuduhan bahwa Ahmadiyah telah &lt;b&gt;membajak Al-Qur'an&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;salah besar,&lt;/b&gt; &lt;b&gt;keliru&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;sangat berbahaya&lt;/b&gt;, karena yang sebenarnya terjadi hanyalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;iqtibas.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dimana iqtibas sendiri adalah:&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt; An yudhammina al-mutakallimu mantsūrahu au manzhūmahu syai'an minal Qur'ani au al-hadiitsi 'ala wajhi lā yus'iru biannahu minhumā.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Artinya: "Pembicara menyimpan prosa atau puisinya dengan sesuatu dari Al-Qur'an atau Hadits dengan cara yang tidak memberikan isyarat bahwa sesuatu itu berasal dari keduanya." Qaidah Ilmu Badi membolehkan mutakallim (pembicara) merubah sedikit pada kata yang diambil dari Al-Qur'an atau Hadits, yaitu karena untuk penyesuaian wazan atau sebab lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;;" lang="IN"&gt;.. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Iqtibas lazim dilakukan oleh Rasulullah SAW, para Shahabat ra, para Wali Allah, para Ulama, dan para Pujangga Muslim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Secara logika, sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau'ud sangat wajar jika Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad AS. &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;banyak menerima &lt;b&gt;wahyu iqtibasi &lt;/b&gt;karena kedatangan beliau sendiri adalah penggenapan nubuwwatan Al-Qur'an, demikian juga wahyu-wahyu iqtibasi yang beliau terima sebagai bukti nyata bahwa &lt;b&gt;wahyu dan bahasa Al-Qur'an adalah wahyu dan bahasa yang paling bagus&lt;/b&gt;, dimana atas kehendak Allah perlu diingatkan dan diwahyukan kembali melalui &lt;b&gt;wahyu iqtibasi&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Keenam: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Para pengikut Jemaat Ahmadiyah mengucapkan, meyakini dan mengamalkan &lt;b&gt;Rukun Islam&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Rukun Iman&lt;/b&gt; yang diajarakan oleh Yang Mulia Rasulullah SAW. &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Oleh karena itu tidak ada alasan mereka dinyatakan non-Muslim atau kafir. &lt;i&gt;Takfir&lt;/i&gt; (pengkafiran sesama muslim) adalah &lt;b&gt;budaya lama&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;pengalaman pahit umat Islam masa lampau&lt;/b&gt;, kenapa kita mau mengulanginya kembali? Kalau saja manusia diberi wewenang oleh Allah untuk mengkafirkan orang yang tidak sefaham dengannya, maka di dunia ini sudah &lt;b&gt;tidak ada lagi orang Islam&lt;/b&gt;. Bukankah ulama-ulama Rabbani dari kalangan sufi telah dikafirkan, diponis zindiq, dan diponis sesat oleh lawan-lawan mereka? Demikian juga ulama-ulama Wahabi yang seneng mengumbar fatwa &lt;b&gt;bid'ah, sesat&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;masuk neraka&lt;/b&gt; juga telah difatwa sesat dan kafir oleh lawan-lawan mereka? Bukankah Ahlus-sunnah dan Syai'ah pun telah terlibat saling mengkafirkan atau saling menyesatkan dari semenjak dahulu dengan alasan mereka masing-masing? &lt;b&gt;Kalau saja saya (Ki Waras Jagat Pakuan)&amp;nbsp; dibolehkan oleh Islam pengkafiran sesama Muslim pasti saya akan kafirkan para pimpinan MUI dan RABITHAH ALAM ISLAMI yang telah mengeluarkan fatwa kafir dan sesat atas Ahmadiyah. &lt;/b&gt;Tapi Alhamdulillah, saya sadar bahwa &lt;b&gt;TIDAK ADA HAK BAGI SESEORANG UNTUK MENCAP KAFIR PARA PENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT&lt;/b&gt;, karena saya &lt;b&gt;BUKAN TUHAN&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;BUKAN PULA NABI&lt;/b&gt; yang senantiasa dibimbing wahyu. Kita sangat mungkin keliru dan salah, jadi &lt;b&gt;KENAPA HARUS AMBIL RESIKO "JADI KAFIR" KARENA "MENGKAFIRKAN" PARA PENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="DE"&gt;Ketujuh: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Terakhir, munculnya bencana dan musibah yang datang silih berganti di negeri kita dewasa ini, secara faktual dan spiritual &lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;saya memahaminya sebagai teguran agar bangsa Indonesia &lt;b&gt;kembali membudayakan cinta kasih&lt;/b&gt; terhadap sesama makhluk Tuhan, tidak memamerkan &lt;b&gt;kemurkaan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;kebencian &lt;/b&gt;terhadap sesama, tidak membiarkan adanya &lt;b&gt;penganiayaan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;penindasan&lt;/b&gt; kelompok mayoritas terhadap minoritas, dan tidak menghianati perjanjian luhur bangsa Indonesia, &lt;b&gt;Pancasila&lt;/b&gt;. Ambisi untuk membumihanguskan Ahmadiyah dari Indonesia harus dikubur jauh-jauh, karena hal itu hanya akan membuat Indonesia lebih merana dan &lt;b&gt;mengundang kemurkaan Allah Ta'ala.&lt;/b&gt; Insya Allah dengan mengamalkan beberapa poin ini rahmat, karunia dan perlindungan Allah SWT akan segera memenui bumi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jazakumullah khairal jaza, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;'DAMAI DAN JAYALAH INDONESIA' &lt;i&gt;Billahi f&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt; sab&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;lilhaqq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;, &lt;i&gt;walhamdulillahi rabbil `alamiin&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="IN"&gt;Bumi Pasundan, 22 Safar 1429 H (29 Feb. 2008).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="IN"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;al-muftaqir ilallah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;Ki Waras Jagat Pakuan*&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 18pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; color: rgb(51, 51, 51); font-style: normal;" lang="FI"&gt;*Penulis adalah seorang ex penganut Islam Radikal, pengamat Budaya Sunda,&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan mantan stap pengajar dan seksi kurikulum Pesantren As-Salam Maja-Majalengka. Coment: &lt;a href="mailto:kijagat@gmail.com"&gt;&lt;i&gt;kijagat@gmail.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://kiwaras.blogspot.com"&gt;kiwaras.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);" lang="DE"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;br clear="all"&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Lihat, &lt;b&gt;Ensiklopedi Islam Indonesia&lt;/b&gt;, Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, Penerbit Djambatan, 1992, hal. 595.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Maidah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; [5]:44&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Pada Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan AK.Hamdi, CV.Haji Masagung, Jakarta, 1989, hal 46 � 47.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, Jakarta, 2008, hal 90-91.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-8320714057562390888?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/8320714057562390888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=8320714057562390888&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8320714057562390888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/8320714057562390888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/02/surat-terbuka-buat-segenap-pimpinan.html' title='SURAT TERBUKA BUAT SEGENAP PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-7530565272454362616</id><published>2008-02-27T22:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:57:21.719-08:00</updated><title type='text'>SURAT TERBUKA BUAT YANG MULIA PRESIDEN RI DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO</title><content type='html'>Perihal:     Das Sein Anarkisme atas Nama Agama Dapat Menghancurkan Das Sollen Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad&lt;br /&gt;Assalaamu `alaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Mulia, Bapak Presiden NKRI, saya sangat prihatin, khawatir dan sedih melihat  berbagai tindakan anarkis dan arogansi seperti; pengrusakan, pembakaran, dan penyegelan banyak mesjid milik saudara-saudara kita dari Jemaat Ahmadiyah dan gereja-gereja milik saudara-saudara sebangsa kita dari kaum Kristiani. Sungguh ironis benar bahwa di negara NKRI yang notabene negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 di masa orde reformasi dewasa ini banyak kita saksikah das sein munculnya radikalisme, anarkisme dan arogansi dari orang-orang yang merasa diri mereka sebagai kaum mayoritas terhadap kaum minoritas yang mereka anggap sebagai lawan yang harus dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mulia, bangsa Indonesia akan sangat merugi jika momentum reformasi bangsa Indonesia yang sangat berharga ini dinodai oleh tindakan-tindakan melawan hukum dari beberapa kelompok masyarakat yang punya agenda untuk mengganti Dasar Negara, Pancasila dan UUD 45 dengan dasar yang lain. Terus terang, hamba sebagai warga negara merasa risau dengan adanya gejala-gejala pemaksaan kehendak, keyakinan dan penafsiran tunggal dari suatu keyakinan agama yang kesemuanya itu sudah dilindungi oleh konstitusi negara (Pasal 28 E UUD 1945) dan HAM yang bersifat universal (bukan HAM ala Munarman cs.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Presiden, kemunculan kelompok Muslim radikal seperti Fron Pembela Islam (FPI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) beserta kelompok-kelompok sejenis lainya menurut analisa lahiriah dan bathiniyah hamba akan sangat banyak mempengaruhi kondisi dan stabilitas keamanan negara dan masyarakat Indonesia. Hamba khawatir bahwa generasi muda bangsa akan meniru atau mencontoh perilaku-perilaku kasar, radikal, anarki, pemaksaan kehendak, dan pelanggaran hukum atas nama agama (aqidah) hal itu dapat kita saksikan setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Presiden,  bangsa Indonesia perlu waspada bahwa dari pemahaman keagamaan yang kaku, kerdil dan tekstual akan mudah dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya agenda khusus dan terorganisir dari gerakan ALQAEDA (Terorisme Global). Generasi muda bangsa seperti Imam Samudra dan Amrozi cs. telah menjadi bukti dan korban dari pemahaman keagamaan yang kaku, kerdil dan tekstual tersebut. Oleh karena itu, hamba mengusulkan kepada Pemerintah agar dengan serius membentengi generasi muda dan masyarakat dari bahaya besar jebakan radikalisme dan anarkisme atasnama agama hal ini demi terciptanya kedamaian, perdamaian, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia sehingga das sollen bangsa Indonesia yaitu menuju masyarakat yang adil, makmur dan sentosa dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus mengenai pengrusakan, dan penutupan mesjid serta gereja, hamba menyatakan bahwa hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan cenderung ’menodai Islam’ sebagai agama yang toleran dan rahmatan lil’alamiin. Merusak mesjid dengan anggapan bahwa mesjid-mesjid Ahmadiyah adalah ’mesjid dirar’ adalah satu anggapan dan pemahaman yang absurd (salah sama sekali), karena Yang Mulia Rasulullah SAW. menghancurkan satu-satunya mesjid dirar itu atas bimbingan wahyu (Jibril) sehingga tidak mungkin terjadi kekeliruan, sedangkan kelompok muslim radikal yang melakukan penghancuran mesjid-mesjid Ahmadiyah sama sekali tidak dijamin oleh bimbingan wahyu (Jibril) dan tidak ada jaminan bahwa itu adalah memang mesjid dirar. Demi Allah, Jemaat Ahmadiyah meyakini dan mengamalkan Rukun Iman dan Rukun Islam sebagaimana yang diajarakan oleh Yang Mulia Rasulullah SAW. sehingga tidak ada satu alasanpun yang dibenarkan Al-Qur’an maupun Sunnah untuk menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kelompok Muslim radikal memfitnah bahwa Ahmadiyah telah menodai agama sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 UU PNPS No. Tahun 1965 karena berbeda penafsiran atas beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits dalam masalah wahyu dan kenabian. Padahal pemahaman Ahmadiyah itu sama dengan pemahaman sebagian besar ulama khawas dan tashawuf yang derajat keilmuan dan jangkauan dunia kasyaf (penyingkapan tirai ghaibiyah Allah) mereka tidak diragukan lagi. Mereka itu diantaranya adalah Imam Jalaluddin As-Suyuthi, seorang mujaddid Islam abad ke-9 Hijriah, seorang ahli tafsir dan hadits yang kitab-kitabnya jadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, dalam hal ini beliau menulis:&lt;br /&gt;“Ya, benar demikian. Muslim, Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan lain-lain meriwayatkan hadits dari Nawas bin Sam’an, Rasulullah bersabda: ……..bainamā huwa kadzālika idz auhallahu ila ‘isa ‘alaihis-salām “Sementara keadaan demikian Allah memberi wahyu kepada Isa bin Maryam”. Dalam hadits di atas Allah memberi wahyu kepada Isa as. setelah turun di bumi nanti, dan tampaknya yang menyampaikan wahyu malaikan Jibril as., bahkan pasti dia, karena memang itu tugasnya, sebagai duta utusan antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, yang tak ada malaikat lain menyandang jabatan ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Na’im dalam kitab Dalāilun Nubuwwah”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, ”tapi dalilnya adalah, ’Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, ”Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata, ”Dalilnya adalah hadits, ’Tidak ada nabi setelahku’”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, kelompok muslim radikal yang dimotori Amin Jamaluddin menuduh bahwa Jemaat Ahmadiyah telah membajak Al-Qur’an, sehubungan dengan hal ini hamba jawab:&lt;br /&gt;Istilah membajak Al-Qur’an yang digembar-gemborkan oleh Amin Jamaluddin cs sama sekali tidak dikenal dalam islamologi baik dalam ‘ulūmul Qur’an, ilmu kalam maupun ilmu-ilmu lainnya. Mungkin karena kebencian yang sangat terhadap Ahmadiyah dan emosi yang tidak terkendali itulah ia dengan semangatnya mengeluarkan istilah yang sangat asing di dunia ilmu itu.&lt;br /&gt;Amin melemparkan tuduhan pembajakan Al-Qur’an terhadap Ahmadiyah dengan beralasan bahwa Mirza Ghulam Ahmad as dalam wahyu-wahyu yang beliau terima ada yang sama atau mirip dengan beberapa ayat atau kalimat yang ada dalam Al-Qur’an. Bagi orang yang berilmu, kenyatan semacam itu tidak bisa disebut “pembajakan Al-Qur’an”, karena hal-hal semacam itu telah banyak sekali dilakukan oleh Yang Mulia, Nabi Muhammad Saw dalam hadits-hadits beliau. Demikian juga halnya para Shahabat ra., Imam Mujtahid, ulama-ulama besar sufi (seperti Syaikh Abdul Qadir Jailani) dan para pujangga Muslim kenamaan.&lt;br /&gt;Adanya beberapa ayat atau kata yang mirip atau sama dengan Al-Qur’an pada hadits-hadits Nabi Saw, ucapaan para Shahabat ra, para wali dan ulama-ulama shalafush shalih dengan tanpa menyebutkan bahwa ucapan-ucapan yang mereka sampaikan baik secara lisan maupun tulisan itu diambil dari Al-Qur’an maka itu dinamakan iqtibas, bukan pembajakan Al-Qur’an&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, baiklah pembaca saya ajak sejenak untuk mengetahui lebih dekat tentang iqtibas dimaksud. Iqtibas adalah salah satu materi bahasan dari Ilmu Balaghah, khusunya pada Ilmu Badi. &lt;br /&gt;Dalam Ilmu Badi, iqtibas didefinisikan sebagai berikut: An yudhammina al-mutakallimu mantsūrahu au manzhūmahu syai’an minal Qur’ani au al-hadiitsi ‘ala wajhi lā yus’iru biannahu minhumā. Artinya: “Pembicara menyimpan prosa atau puisinya dengan sesuatu dari Al-Qur’an atau Hadits dengan cara yang tidak memberikan isyarat bahwa sesuatu itu berasal dari keduanya.” Qaidah Ilmu Badi membolehkan mutakallim (pembicara) merubah sedikit pada kata yang diambil dari Al-Qur’an atau Hadits, yaitu karena untuk penyesuaian wazan atau sebab lainnya.&lt;br /&gt;Contoh iqtibas yang dilakukan oleh Nabi Saw: Allahumma ghāratin-nujūmu wa hadaatil ‘uyūnu wa anta al-hayyul qayyūmu lā ta’khuduka sinatun wa lā naum yā hayyu  yā qayyūmu  ahdi’ lailiy wa anmi ‘ainiy.”Ya Allah, bintang-bintang telah lenyap dan mata telah tenang sedangkan Engkau Tuhan Yang Maha Hidup kekal dan selalu mengurusi makhluk-Nya. Engkau tidak dapat dikalahkan oleh kantuk dan tidak pula oleh tidur. Ya Tuhan yang hidup kekal, ya Tuhan yang selalu mengurusi makhluk-Nya, tenangkanlah malamku dan tidurkan mataku.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Silahkan pembaca perhatikan kalimat-kalimat yang digaris bawahi, itulah iqtibas, kemudian bandingkan kalimat-kalimat tersebut dengan beberapa kalimat dari Ayat Kursi.&lt;br /&gt;Contoh iqtibas yang dilakukan Sayyidina Ali ra: Alā innallaha qad kasyafal khalqa kasyfatan lā annahu jahila mā akhfauhu min mashūbi asrārihim wa makūni dhamāirihim walākin liyabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amalan. “Ingatlah, sesungguhnya Allah benar-benar telah mengetahui makhluk-Nya tentang semua kondisinya hanya dengan satu kali penyingkapan saja, Dia tidak bodoh dari apa yang mereka sembunyikan dari-Nya, yakni dari rahasia-rahasia dan hati-hati mereka yang disembunyikan. Akan tetapi  agar Dia menguji siapakah di antara mereka yang lebih baik amalnya.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah kata-kata yang digaris bawahi di atas dengan kata-kata dari ayat 7 Surat Hud, iqtibas ini disertai sedikit perubahan kata ganti kum (antum) dalam Al-Qur’an menjadi hum dalam iqtibas ini.&lt;br /&gt;Contoh wahyu iqtibasiy yang diturunkan Tuhan kepada Imam Syafi’i rh : Yā Muhammad utsbut ‘ala diini Muhammadin wa iyyaka an tuhayyida fatudhallu wa tudhillu alasta biimāmil qaumi lā khaufa ‘alaika minhu iqra innā ja’alnā fii aqnāqihim aghlālan fahiya ilal adzqāni fahum muqmahūn. “Wahai Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I tetaplah engkau pada agama Nabi Muhammad saw dan janganlah sekali-kali engkau tergelincir darinya, kalau engkau tergelincir maka engkau pun akan sesat dan akan menyesatkan pula orang lain. Bukankah engkau Imam orang-orang Islam ini? Janganlah engkau takut akan raja (yang ada sekarang) ini dan ucapkanlah: Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, Maka karena itu mereka tertengadah.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang digaris bawahi adalah wahyu yang bersifat iqtibasiy yang turun kepada Imam Syafi’i, beberapa kalimatnya persis sama dengan beberapa kalimat dalam Surah Yasin ayat 8.&lt;br /&gt;Contoh wahyu iqtibasiy yang turun kepada Syaikh Abdul Qadir Jailani rh: Yā ghautsal a’zham al-insānu sirriy wa anā sirruhu lau ‘arafal insānu manzilatahu ‘indiy laqāla fii kulli nafsin minal anfāsi limanil mulku al-yauma. “Hai ghauts ‘azham, manusia adalah rahasia-Ku, dan Aku adalah rahasianya. Andaikata manusia itu mengerti tentang kedudukannya di sis-Ku, niscaya ia akan berkata di setiap hembusan nafasnya: “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;Syaikh Abdul Qadir Jailani adalah salah seorang wali Allah yang banyak sekali mendapat wahyu, beberapa di antaranya wahyu iqtibasiy dari Al-Qur’an. Yang digaris bawahi adalah persis sama dengan kata-kata dalam Surah Al-Mu’min ayat 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.                  Contoh iqtibas Imam Abdul Mu’min Al-Asfahani, pujangga Islam termasyhur: Lā taghurannaka minazh-zhalamati katsratul juyūsi wal anshāri, Innamā nu’akh-khiruhum liyaumin taqsykhashu fiihil abshār. “Jangan sekali-kali anda tertipu oleh orang-orang zalim karena banyaknya pasukan dan pembantu mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka sampai kepada hari yang pada waktu itu mata mereka akan terbelalak”. &lt;br /&gt;Yang diiqtibas oleh Imam Al-Ashfahani adalah kalimat Innamā nu’akh-khiruhum liyaumin taqsykhashu fiihil abshār dengan sedikit perbedaan pada dhamir huwa (yuakh-khiruhum) pada fiil mudharinya menjadi dhamir nahnu (nuakh-khiruhum). Ini adalah iqtibas dari Surah Ibrahim ayat 42.&lt;br /&gt;Demikianlah contoh-contoh iqtibas yang masih mudah kita dapati dalam literatur-literatur Islam,  baik iqtibas secara umum maupun secara khusus (wahyu yang bersifat iqtibasiy). Demikian juga halnya dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as banyak menerima wahyu yang diantaranya adalah wahyu iqtibasiy dari Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, alangkah keliru dan kebilngernya jika Ahmadiyah mau dihadapkan dengan ancaman pasal penodaan agama. Kalau saja Ahmadiyah melakukan penodaan agama, kenapa pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Soeharto, BJ.Habibi, dan Megawati Ahmadiyah tidak diajukan ke pangadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, munculnya bencana dan musibah yang datang silih berganti di negeri kita dewasa ini, secara spiritual  saya memahaminya sebagai teguran agar bangsa Indonesia kembali membudayakan cinta kasih terhadap sesama ciptaan Tuhan, tidak memamerkan kemurkaan dan kebencian terhadap sesama, tidak membiarkan adanya penganiayaan dan penindasan kelompok mayoritas terhadap minoritas, dan tidak menghianati perjanjian luhur bangsa Indonesia, Pancasila. Insya Allah dengan mengamalkan beberapa poin ini rahmat, karunia dan perlindungan Allah SWT akan segera memenui bumi Indonesia, hamba berharap semoga Bapak Presiden dan segenap aparat pemerintahan akan menjadi benteng yang kokoh dan kuat untuk melindungi segenap rakyat dan tanah air Indonesia. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khairal jaza, ’DAMAI DAN JAYALAH INDONESIA’ walhamdulillahi rabbil `alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Pasundan, 16 Safar 1429 H (23 Feb. 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;al-muftaqir ilallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Waras Jagat Pakuan*&lt;br /&gt;*Penulis adalah seorang ex penganut Islam Radikal, pengamat Budaya Sunda,   dan mantan stap pengajar dan seksi kurikulum Pesantren As-Salam Maja-Majalengka. Coment: &lt;a href="mailto:kijagat@gmail.com"&gt;kijagat@gmail.com&lt;/a&gt; atau kiwaras.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, Turunnya Isa bin Maryam Pada Akhir Zaman, terjemahan AK.Hamdi, CV.Haji Masagung, Jakarta, 1989, hal 46 – 47.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, Jakarta, 2008, hal 90-91.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; H.R. Thabrani dan Ibnu Suni.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Nahjul Balaghah, Darul Hijrah, Qum, Iran, hal 200-201.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Al-Mathalibul-Jamaliyah, Cetakan Mesir, tahun 1344 Hijriyah, hal. 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6339945357497656649#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Ismail bin Sa’id, Dialogh Suci, terjemahan K.H.Haderani HN, Nur Ilmu, Surabaya, cet IV, hal 183-184.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-7530565272454362616?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/7530565272454362616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=7530565272454362616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7530565272454362616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/7530565272454362616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/02/surat-terbuka-buat-yang-mulia-presiden_27.html' title='SURAT TERBUKA BUAT YANG MULIA PRESIDEN RI DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-137825032331784619</id><published>2008-02-27T19:38:00.001-08:00</published><updated>2008-02-27T19:38:53.603-08:00</updated><title type='text'>KESEMPURNAAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 14pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Oleh: Syaikh Abdul Karim ibn Ibrahim Al-Jili&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;(Diterjemahakan: Ki Waras Jagat Pakuan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; mso-ansi-language: FI"&gt;Al-Jili: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; mso-ansi-language: FI"&gt;Nama lengkapnya Abdul Karim ibn Ibrahim al-Jili rh, baliau adalah seorang sufi terkenal dari Baghdad, beliau lahir di &lt;i&gt;al-Jili&lt;/i&gt;, sebuah negeri di kawasan Baghdad, pada 1365 M (767 H) dan meninggal dunia di tempat yang sama pada 1409 M (811 H). Al-Jili rh. adalah murid dari &lt;b&gt;Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rh&lt;/b&gt;, seorang pendiri dan pemimpin tarekat Qadiriyah dan murid &lt;b&gt;Syaikh Syarafuddin Ismail ibn Ibrahim al-Jabarti&lt;/b&gt; rh, seorang tokoh tasawuf terkenal di negeri Zabit Yaman.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Dalam dunia tulis menulis al-Jili termasuk seorang sufi yang cukup kreatif, karangannya tentang tasawuf tidak kurang dari 20 buah, yang paling terkenal diantaranya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Insān al-Kāmil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; &lt;b&gt;al-Kahf wa al-Raqīm &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Allah Ta'ala telah menurunkan Taurat atas Nabi Musa AS. dengan sembilan &lt;i&gt;alwāh&lt;/i&gt; (lembaran naskah kitab suci), dan Dia memerintahkan agar Nabi Musa menyampaikan kepada kaumnya tujuh naskah saja dan meninggalkan dua naskah yang tersisa, demikian ini karena ketika itu daya intelektual kaum beliau belum mampu untuk menerima ajaran-ajaran yang ada pada kedua lembaran naskah itu. Seandainya Nabi Musa AS. mengemukakan kedua lembaran naskah itu (pada umatnya) maka pasti risalah yang beliau kehendaki akan dibuat berantakanlah karena tidak akan ada satu orangpun dari umat beliau yang akan mempercayainya. Pada masa itu dua &lt;i&gt;lauh&lt;/i&gt; (lembaran naskah) itu dikhususkan buat Nabi Musa dan bukan untuk orang lain.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Dan adalah lembaran-lembaran naskah yang diperintahkan kepada beliau untuk menyampaikannya terdiri dari ilmu-ilmu &lt;i&gt;kaum awalin&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;kaum akhirin&lt;/i&gt;, terkecuali ilmu Nabi Muhammad SAW, ilmu Nabi Ibrahim AS, dan ilmu Nabi Isa AS, dan ilmu tentang &lt;i&gt;waratsah&lt;/i&gt; (ilmu waris) Nabi Muhammad SAW. Demikian ini karena kandungan isi Taurat itu tidak mencakup kepada keistimewaan-keistimewaan dan &lt;i&gt;waratsat&lt;/i&gt; Nabi Muhammad SAW, keagungan tentang Nabi Ibrahim AS dan Isa AS. Dan adalah lembaran tujuh naskah yang diperintahkan kepada Musa AS. untuk menyampaikannya itu terbuat dari &lt;i&gt;batu marmer&lt;/i&gt;, lain halnya dengan dua lembaran naskah yang tersisa lainya dimana keduanya terbuat dari &lt;i&gt;nur &lt;/i&gt;(cahaya). Oleh karena &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hal ini (menggambarkan) bahwa hati kaum Nabi Musa telah menjadi keras (laksana batu) karena lembaran-lembaran naskahnya sendiri terbuat dari bebatuan.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Semua ajaran (ilmu) yang tercakup oleh ketujuh lembaran naskah itu terdiri dari tujuh kebutuhan-kebutuhan umat beliau tentang &lt;i&gt;al-ilahiyyah&lt;/i&gt; (ketuhanan) dan ini pun terbagi kepada beberapa &lt;i&gt;alwāh;&lt;/i&gt; lembaran pertama adalah &lt;i&gt;an-nur&lt;/i&gt; (cahaya), lembaran kedua &lt;i&gt;al-huda&lt;/i&gt; (petunjuk)&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagaimana firman Allah Ta'ala: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;."&lt;/font&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;, ketiga &lt;i&gt;al-hikmah&lt;/i&gt; (kebijaksanaan), keempat &lt;i&gt;al-qawiyy&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(power), kelima&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;al-hukmu&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(hukum), keenam &lt;i&gt;al-'ubudiyyah&lt;/i&gt; (peribadahan) dan ketujuh adalah penjelasan tentang jalan kebahagiaan dan kemalangan serta penjelasan apa yang diutamakan dari ketujuh lembaran naskah yang harus disampaikan Nabi Musa AS. itu.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;. &lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adapun dua lembaran naskah yang dikhususkan untuk Nabi Musa AS. adalah &lt;i&gt;lauh &lt;/i&gt;(lembaran) pertama tentang &lt;i&gt;rububiyyah&lt;/i&gt; (sifat ketuhanan) dan &lt;i&gt;lauh &lt;/i&gt;kedua tentang &lt;i&gt;al-qudrat &lt;/i&gt;(kekuasaan), mengenai masalah ini tidak ada seorangpun dari kaum Musa AS. yang menggenapi&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua &lt;i&gt;lauh&lt;/i&gt; ini karena memang Nabi Musa AS. tidak mendapat perintah untuk menyampaikan sembilan &lt;i&gt;lauh &lt;/i&gt;itu semuanya, dan tidak pula ada orang dari umat beliau yang menggenapinya setelah beliau wafat sekalipun. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Lain halnya dengan Nabi Muhammad SAW. dimana beliau benar-benar tidak meninggalkan sesuatu risalahpun kecuali menyampaikannya kepada kita, Allah Ta'ala berfirman: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"...Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab..&lt;/i&gt;."&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;juga firman-Nya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"..dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Oleh karena ini pula agama Nabi Muhammad SAW. adalah &lt;i&gt;khairul milal&lt;/i&gt; (sebaik-baik agama), beliau telah menghapuskan semua agama dengan agama Islam karena agama ini datang dengan membawa seluruh ajaran yang telah diberikan kepada segenap para nabi sebelum beliau dan menambahnya dengan apa-apa yang belum pernah diberikan kepada para nabi itu. Maka agama-agama mereka (para nabi terdahulu) pun telah dihapuskan karena ketidak sempurnaa agama-agama mereka itu.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Rasulullah SAW. telah menjadikan agama yang beliau bawa menjadi termasyhur dengan segala kesempurnaanya. Allah Ta'ala berfirman: &lt;b&gt;&lt;i&gt;" ...pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;"&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;. Ayat ini belum pernah diturunkan Allah Ta'ala kepada nabi selain Nabi Muhammad SAW, dan seandainya ayat ini diturunkan kepada salah seorang nabi sebelum beliau tentu dia akan menjadi &lt;b&gt;&lt;i&gt;khātaman nabiyīn, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;akan tetapi hal itu tidak &lt;i&gt;valid&lt;/i&gt; (sah) kecuali kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat ini telah diturunkan kepada beliau maka jadilah beliau sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;khātaman nabiyīn &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(nabi yang paling sempurna). &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Allah Ta'ala tidak meninggalkan&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;satu hikmah , satu petunjuk, satu ilmu dan satu rahasiapun kecuali Dia memberitahukannya kepada Nabi Muhammad SAW. Allah Ta'ala juga telah memberikan isyarat kepada beliau atas dikaruniakannya satu &lt;i&gt;qadr&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;pangkat khātaman nabiyīn&lt;/b&gt;) yang berkenaan dengan para nabi, untuk yang demikian ini terdapat rahasia yang terkadang&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berlaku &lt;i&gt;sebagai tashrīh&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(pengakuan), &lt;i&gt;talwīh &lt;/i&gt;(pemberian isyarat dari jauh), &lt;i&gt;isyārat&lt;/i&gt; (penuturan), &lt;i&gt;kināyah &lt;/i&gt;(metonimi), &lt;i&gt;isti'ārah &lt;/i&gt;(metapora), &lt;i&gt;muhkam &lt;/i&gt;(keputusan yang tepat), &lt;i&gt;mufassar&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(yang ditafsirkan), &lt;i&gt;muawwal &lt;/i&gt;(yang harus ditakwil), &lt;i&gt;mutasyābih &lt;/i&gt;(yang samar) atau kepada istilah lain dari istilah &lt;i&gt;balaghah&lt;/i&gt; bahasa Arab.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tidak tersisa satu pintu masuk kepada (&lt;b&gt;derajat khātaman nabiyīn)&lt;/b&gt; pun bagi seseorang selain bagi Nabi Muhammad SAW. karena beliau telah datang dengan membawa perintah Tuhan dan &lt;i&gt;khatmu nubuwwat&lt;/i&gt; (pengakhiran kenabian syari'at), hak itu karena dia tidak meninggalkan satu hukum pun yang dibutuhkan umat beliau kecuali beliau SAW. telah membawakan (mengajarkannya)nya.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Tidak pula akan didapati suatu kesempurnaan yang akan datang setelah beliau dari ajaran-ajaran yang semestinya Allah Ta'ala ajarkan kepada beliau. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Rasulullah SAW. benar-benar telah melaksanakan ajaran-ajaran yang demikian itu dan mengikuti kesempurnaannya sebagaiman yang telah Allah ajarkan kepada beliau. Dan jadilah beliau SAW. sebagai &lt;i&gt;tābi'an &lt;/i&gt;(orang yang mengikui) ajaran-ajaran yang sempurna itu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Fa-inqotho'a hukmu nubuwwati at-tasyri' ba'dahu wa kāna Muhammadun shollallohu 'alaihi wa sallam "khātaman nabiyīn" &lt;/i&gt;(Maka terputuslah hukum &lt;i&gt;kenabian tasyri'&lt;/i&gt;[pembawa syari'at/hukum baru] setelah beliau, oleh karena itu pula beliau (mendapat gelar) sebagai &lt;i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;khātaman nabiyīn, &lt;/i&gt;karena beliau telah datang dengan membawa kesempurnaan yang tidak pernah dibawakan oleh seorang rasul manapun&lt;/b&gt;.&lt;/font&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;* &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Diterjemahkan dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;al-Insān al-Kāmil fī ma'rifati al-awākhir wal al-awāil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, bab &lt;i&gt;as-sādis wa ats-tsalatsūn&lt;/i&gt;, terbitan al-Maktab at-Taufiqiyyah, hal 132-133. Artikel ini dapat diakses dalam: &lt;b&gt;&lt;a href="http://kiwaras.blogspot.com"&gt;kiwaras.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (Gapura Cinta Pakuan) atau &lt;b&gt;&lt;a href="http://abufuad.blogspot.com"&gt;abufuad.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Tegakkan Pancasila, UUD 45 dan HAM yang universal).&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="mso-element: footnote-list"&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt; &lt;/font&gt; &lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Al-Maidah [05]:44&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Al-An'am [06]:38&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn3" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Al-Isra [17]:12&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn4" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Al-Maidah [05]:3&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn5" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Dari pernyataan Syaikh Al-Jili dapat kita mengambil kesimpulan bahwa pintu kenabian yang tertutup setelah Nabi Muhammad SAW. hanyalah pintu kenabian &lt;i&gt;tasyri'&lt;/i&gt; (pembawa hukum baru) dan bukan pintu kenabian &lt;i&gt;ghair tasyri'&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(tidak membawa hukum/syari'at baru), karena Nabi SAW. telah menjanjikan akan datangnya seorang nabi yang akan diberi gelar Isa Ibnu Maryam di akhir zaman ini, yang bertugas hanya semata-mata mengikuti dan mengadakan tajdid atas ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-137825032331784619?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/137825032331784619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=137825032331784619&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/137825032331784619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/137825032331784619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/02/kesempurnaan-islam.html' title='KESEMPURNAAN ISLAM'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-575365763904777832</id><published>2008-02-18T01:59:00.001-08:00</published><updated>2008-02-18T01:59:20.083-08:00</updated><title type='text'>Menjawab Kebohongan Amin Jamaludin Tentang Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Oleh: &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Ki Waras Jagat Pakuan*&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Berbagai aliran &lt;i&gt;Islam Radikal&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Wahabiyyah&lt;/i&gt; sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menyebarluaskan paham-paham radikalnya, khususnya yang berkaitan dengan Ahmadiyah. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Amin Jamaluddin dengan tulisan-tulisan anti Ahmadiyah-nya yang tersebar di berbagai buku dan situs internet dengan mudah dapat kita lihat, tulisan-tulisannya itu sangat bersifat &lt;i&gt;tendensius &lt;/i&gt;dapat menimbulkan perpecahan dan kebencian terhadap Jemaat Ahmadiyah. Bagi seorang Ahmadi atau orang yang pernah mengadakan penelitian tentang Ahmadiyah secara obyektif, mendalam dan tanpa &lt;i&gt;su'uzhann&lt;/i&gt; maka sudah dapat dipastikan ia dapat menilai bahwa penjelasan-penjelasan Amin Jamaluddin tentang Ahmadiyah tersebut &lt;i&gt;"benar-benar banyak sekali yang absurd"&lt;/i&gt; dan penuh manipulasi dan kebohongan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Amin Jamaluddin nampaknya seorang pengikut Islam radikal, ia tahu persis bagaimana caranya agar umat Islam memusuhi dan antipati terhadap Ahmadiyah. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Amin Jamaluddin mula-mula menuduh Mirza Ghulam Ahmad as (Ahmadiyah) mengacak-acak Al-Qur'an, suatu tuduhan yang absurd&lt;i&gt; jiddan. &lt;/i&gt;Rupanya Amin belum tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa yang dilakukan Mirza Ghulam Ahmad as. itu adalah &lt;i&gt;iqtibas&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;/i&gt;dimana iqtibas itu sendiri sangat lazim dilakukan oleh Rasulullah SAW, para Shahabat ra, para Imam Mujtahid, para ulama khawash Shufi, dan para pujangga dan penyair Muslim yang termasyhur. Walhasil, menurut penulis penjelasan-penjelasan Amin Jamaluddin tentang Ahmadiyah sangat berbahaya dan menyesatkan karena tidak melalui penelitian yang obyektif dan penuh prasangka serta tidak menggunakan ilmu-ilmu keislaman yang standar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Ahmadiyah adalah satu Jamaah Islam Internasional non-politik dengan pengikut lebih dari 200 juta pengikut, tersebar di 190 negara, mempunyai media TV Internasional yang dinamakan MTA dan mengudara 24 jam nonstop tanpa iklan. Untuk menjangkau seluruh dunia Arab, MTA meluncurkan cannel 3 Al-'Arabiyyah pada tahun 2007. Ahmadiyah memang berbeda sekali dengan &lt;i&gt;Islam Fundamentalis&lt;/i&gt; ataupun &lt;i&gt;Wahabiyah &lt;/i&gt;karena &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ahmadiyah tergolong kepada &lt;i&gt;kelompok Islam moderat&lt;/i&gt;, &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jamaah Islam yang cinta damai ini tidak pernah menggunakan kekerasan dan paksaan dalam menyebarkan dakwah-dakwahnya. Adapun Islam radikal yang dibidani oleh Wahabiyah dalam dakwah-dakwah mereka penuh dengan keradikalan, kebencian, pemaksaan dan jika perlu bisa melalui jalan TERORISME atau bergabung bersama AL-QAEDA. Ketika kelompok Islam Fundamentalis lagi giat-giatnya menggembar-gemborkan &lt;i&gt;mimpi tentang berdirinya Khilafah&lt;/i&gt;, ternyata Ahmadiyah &lt;i&gt;sudah 100 tahun yang lalu menetapi Khilafah&lt;/i&gt; dan sekarang sudah memasuki era ke-5 masa-masa Khilafah mereka. Secara politis hal inilah yang dianggap sebagai &lt;i&gt;batu sandungan&lt;/i&gt; bagi kelompok Islam radikal atau Islam fundamentalis. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu untuk meluruskan beberapa penjelasan, kebohongan dan pendapat &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt; dari Amin Jamaluddin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Amin Jamaludin mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt 9pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;"Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah dengan orang Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalam syahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang lahir di &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;. "&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Jawab Ki Waras Jagat Pakuan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Demi Allah, Ahmadiyah tidak punya syahadat lain selain syahadat yang biasa diyakini dan diucapkan oleh umat Islam. Kebohongan dan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;waham&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt; Amin Jamaluddin tentang syahadat ini hanya akan menjadi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;bahan ketawaan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang-orang Ahmadiyah yang tahu persis persoalan ini. Bukankah&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada pepatah Arab yang mengatakan: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;"Sh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;ā&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;hibul-bait adr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;ā billadzī fīhi"&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;(Yang empunya rumah tahu tentang apa yang ada di dalam rumahnya). Amin Jamaludin sungguh sangat menggelikan, ia belaga tahu soal keyakinan dan hati orang-orang Ahmadiyah, lebih dari itu ia memaksakan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;syahadat versinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt; untuk diakui Ahmadiyah. Saya kira, sampai Amin Jamaluddin mati dan terkubur tanah sekalipun orang-orang Ahmadiyah tidak akan pernah meyakini sesuatu yang bukan keyakinannya. Bagi orang Ahmadiyah, paksaan dan kekerasan itu tidak akan membuat Islam jaya atau mulia, bahkan justeru dengan paksaan dan kekerasan wajah Islam yang indah dan damai akan menjadi rusak dan mengerikan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Adapun mengenai sebutan-sebutan Muhammad, Ibrahim, Yusuf, Musa dan lain-lain dalam wahyu-wahyu non syari'at yang Allah SWT. berikan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. semuanya itu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;'alā tharīqah isti'ārah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;(berdasarkan konteks majaz isti'arah) dan bukan dalam kontek makna hakiki. Demikian ini dapat kita ketahui dengan jelas karena di dalamnya itu terdapat banyak '&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;alāqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt; (pertalian) dan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;qarīnah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;(indikasi) yang mengarah kepada makna majazi (bukan sebenarnya). Saya sarankan agar Amin Jamaluddin belajar &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI; mso-highlight: green"&gt;Ilmu Balaghah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt; dulu agar mengerti masalah ini dan tidak bermain-main dengan permainan dan fitnah-fitnahnya. Amin Jamaluddin saya persilahkan bersumpah bahwa Ahmadiyah syahadatnya beda dengan umat Islam yang lain, nanti kita akan lihat hukuman Allah apa yang ditimpakan kepada pendusta.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Amin Jamaludin mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Penjelasan Ahmadiyah ini juga tidak sesuai dengan kenyataan. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Dalam kitab &lt;em&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Tadzkirah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut ini: &amp;quot;&lt;em&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;TADZKIRAH YA&amp;#39;NI WAHYU MUQODDAS&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;quot;, artinya &lt;em&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;TADZKIRAH &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;adalah &lt;strong&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;WAHYU SUCI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab &lt;em&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Tadzkirah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;adalah &amp;quot;wahyu yang disucikan&amp;quot;. Karena itu, sangat tidak benar jika mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah.&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: #333333"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Jawab Ki Waras Jagat Pakuan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Demi Allah, Ahmadiyah tidak menganggap bahwa Tadzkirah itu sebagai Kitab Suci. Amin Jamaluddin aga buta bahasa Arab barangkali, bukanlah yang tertulis di jilid Tadzkirah itu &lt;i&gt;Wahyun Muqaddasun &lt;/i&gt;(Wahyu Suci atau Disucikan) dan &lt;i&gt;Kitābun Muqaddasun &lt;/i&gt;(Kitab Suci atau Disucikan)? Kenapa Amin Jamaluddin ngotot dan memaksakan pemahamannya sendiri yang &lt;i&gt;absurd&lt;/i&gt; itu kepada orang lain? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Coba Amin Jamaluddin perhatikan teori &lt;i&gt;ilmu mantiq&lt;/i&gt; tentanga &lt;i&gt;'Aks Qadhiyah Hamliyah&lt;/i&gt; berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; BACKGROUND: lime; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI; mso-highlight: lime"&gt;Semua Kitab Suci Yang diturunkan Allah itu pasti berisi Wayu Suci,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; BACKGROUND: lime; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI; mso-highlight: lime"&gt;tapi tidak semua Wahyu Suci itu Kitab Suci (karena banyak Hadits Qudsi dan wahyu-wahyu yang turun kepada para wali yang bukan Kitab Suci),&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; BACKGROUND: lime; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI; mso-highlight: lime"&gt;Jadi, hanya sebagian Wahyu Suci saja yang menjadi atau masuk kepada Kitab Suci.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt; &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Dalam konteks &lt;i&gt;'Aks Qadhiyah Hamliyah&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah Ahamdiyah meyakini bahwa: TADZKIRAH BUKAN KITAB SUCI tapi hanya &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;WAHYU SUCI, Karena hanya Al-QUR'AN sajalah KITAB SUCI umat Islam sedangkan Ahmadiyah itu bagian yang tidak terpisahkan dari ISLAM&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan umatnya. Saya kembali tantang Amin Jamaluddin untuk &lt;em&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;bersumpah seperti saya mengenai Tadzkirah ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Amin Jamaludin mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima wahyu dari Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Jawab Ki Waras Jagat Pakuan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Amin Jamaluddin dan segenap kaum Muslimin saya persilahkan untuk menyimak pernyataan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, seorang mujaddid Islam abad ke-9 Hijriah, seorang ahli tafsir dan hadits yang kitab-kitabnya jadi rujukan umat Islam: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;"Ya, benar demikian. Muslim, Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan lain-lain meriwayatkan hadits dari Nawas bin Sam'an, Rasulullah bersabda: &lt;b&gt;&lt;i&gt;……..bainam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt; huwa kadz&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;lika idz auhallahu ila 'isa 'alaihis-sal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;m &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;"Sementara keadaan demikian Allah memberi wahyu kepada Isa bin Maryam". Dalam hadits di atas Allah memberi wahyu kepada Isa as. setelah turun di bumi nanti, dan tampaknya yang menyampaikan wahyu malaikan Jibril as., bahkan pasti dia, karena memang itu tugasnya, sebagai duta utusan antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, yang tak ada malaikat lain menyandang jabatan ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Na'im dalam kitab Dal&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;ilun Nubuwwah"&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;[3]&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;Orang yang berprasangka itu berkata, "tapi dalilnya adalah, &lt;i&gt;'Tidak ada wahyu setelahku&lt;/i&gt;'". &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt;Kami berkata, "Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar". Orang yang berprasangka itu berkata, "Dalilnya adalah hadits, &lt;i&gt;'Tidak ada nabi setelahku&lt;/i&gt;'". Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari'atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama."&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Pada penjelasan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, seorang Imam Tafsir dan Hadits yang wawasan ilmunya begitu luas dan pengalaman spritualnya mencai dunia &lt;i&gt;kasyaf Ilahi&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu terdapat kata-kata: "&lt;span style="BACKGROUND: yellow; mso-highlight: yellow"&gt;Kasihan sekali engkau&lt;/span&gt;", demikian juga Ki Waras Jagat Pakuan berkata kepada Amin Jamaludin cs: &lt;span style="BACKGROUND: yellow; mso-highlight: yellow"&gt;Kasihan sekali engkau&lt;/span&gt;, terhadap masalah ini saja belum mengerti malah berani mengkafirkan Ahmadiyah yang pengucapkan dan meyakini dua kalimah syahadat. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: SV"&gt;Amin Jamaludin mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: SV"&gt;Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah keimanan. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia"&gt;Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka, tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Jawab Ki Waras Jagat Pakuan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. tidak ada bedanya dengan Ahmadiyah karena Jemaat Ahmadiyah itu agamanya Islam, Rukun Islam dan Rukun Imannya persis sama dengan Rukun Islam dan Iman Rasulullah SAW. Fatwa lembaga-lembaga Islam Internasional sama sekali tidak bisa membuat Ahmadiyah jadi sesat atau kafir. Kita tahu bahwa lembaga-lembaga yang disebut Amin Jamaluddin itu adalah lembaga-lembaga yang berada di bawah "&lt;i&gt;ketiak" &lt;/i&gt;Wahabiyah&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;, sedangkan Wahabiyah berada di bawah "&lt;i&gt;ketiak" &lt;/i&gt;Ibnu Sa'ud dan Ibnu Sa'ud dibawah "&lt;i&gt;ketiak"&lt;/i&gt; Inggris dan Amerika, &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan akhirnya Amerika dan Inggris pun dibawah "&lt;i&gt;ketiak" &lt;/i&gt;ISRAEL. Saya berharap kepada para cendekiawan Muslim untuk tidak mudah begitu saja menerima pendapat Amin Jamaluddin. Kepada pemerintah, penulis berharap agar dapat melindungi segenap elemen bangsa dari ancaman dan paksaan kelompok-kelompok radikal dan berhati-hati dalam menerima pengaduan-pengaduan dan tuduhan-tuduhan kelompok radikal yang ditujukan kepada Ahmadiyah. Ahmadiyah telah berdiri dan mengabdi kepada Bangsa Indonesia semenjak 1925, jauh sebelum terbentuknya MUI, FPI, MMI maupun HTI.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Amin Jamaluddin bukan hanya mengingatkan Ahmadiyah, akan tetapi berusaha terus memaksa Ahmadiyah agar bubar atau dibubarkan, suatu keinginan yang tidak dibenarkan oleh agama Islam sendiri, anti Pancasila, Demokrasi dan HAM. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bahkan dalam Penyerbuan Kampus Mubarak pada Juli 2005 yang lalu ia termasuk salah seorang propokator penyerbuan dan sempat menjadi saksi dalam persidangan para penyerang di PN Cibinong. Semoga Amin Jamaluddin segera bertaubat dari perilaku-perilaku buruknya itu. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Bilakhir, Insya Allah aman dan makmurnya NKRI terletak pada penegakkan hukum yang tepat dan tegas serta penghormatan yang tulus terhadap nilai-nilai PANCASILA sebagai PERJANJIAN LUHUR BANGSA INDONESIA. Menurut &lt;i&gt;terawang spiritual&lt;/i&gt; penulis; tanah, air, angin, dan api NKRI akan murka jika di dalamnya budaya &lt;i&gt;cinta kasih&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;kasih sayang&lt;/i&gt; terkubur oleh budaya &lt;i&gt;radikalisme,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;barbarisme &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ketidak adilan.&lt;/i&gt;. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 18pt; TEXT-ALIGN: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 11pt; COLOR: #333333; FONT-FAMILY: Georgia; mso-ansi-language: FI"&gt;*Penulis adalah seorang ex penganut Islam Radikal, pengamat Budaya Sunda, &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan alumnus Pesantren As-Salam Maja-Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="FI" style="COLOR: #333333; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="mso-element: footnote-list"&gt;&lt;br clear="all"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt; &lt;/font&gt; &lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;Dalam Ilmu Badi&lt;i&gt;, iqtibas&lt;/i&gt; didefinisikan sebagai berikut: &lt;b&gt;&lt;i&gt;An yudhammina al-mutakallimu mants&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ū&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;rahu au manzh&lt;/span&gt;ū&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;mahu syai'an minal Qur'ani au al-hadiitsi 'ala wajhi l&lt;/span&gt;ā&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt; yus'iru biannahu minhum&lt;/span&gt;ā&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: &amp;#39;(normal text)&amp;#39;"&gt;Artinya: "Pembicara menyimpan prosa atau puisinya dengan sesuatu dari Al-Qur'an atau Hadits dengan cara yang tidak memberikan isyarat bahwa sesuatu itu berasal dari keduanya." Qaidah Ilmu Badi membolehkan &lt;i&gt;mutakallim &lt;/i&gt;(pembicara) merubah sedikit pada kata yang diambil dari Al-Qur'an atau Hadits, yaitu karena untuk penyesuaian wazan atau sebab lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Farāidul Adab (Al-Munjid)&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;font face="Times New Roman" size="2"&gt;, Darul Masyriq, Beirut, tahun 1986,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal. 996&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn3" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Pada Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan AK.Hamdi, CV.Haji Masagung, Jakarta, 1989, hal 46 � 47.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn4" style="mso-element: footnote"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://mail.google.com/mail/?ui=1&amp;amp;view=page&amp;amp;name=gp&amp;amp;ver=sh3fib53pgpk#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi, &lt;b&gt;Turunnya Isa bin Maryam Di Akhir Zaman, &lt;/b&gt;terjemahan Abdurrahim Ahmad,Najla Press, Jakarta, 2008, hal 90-91.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;font face="Times New Roman" size="2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6339945357497656649-575365763904777832?l=kiwaras.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiwaras.blogspot.com/feeds/575365763904777832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6339945357497656649&amp;postID=575365763904777832&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/575365763904777832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6339945357497656649/posts/default/575365763904777832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiwaras.blogspot.com/2008/02/menjawab-kebohongan-amin-jamaludin.html' title='Menjawab Kebohongan Amin Jamaludin Tentang Ahmadiyah'/><author><name>Ki Waras Jagat Pakuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07738560894841221765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_65y4vZfqZSU/SKwIJTEkwLI/AAAAAAAAACk/aXuuFCKmOSI/S220/Ki+Waras+di+Pantai+Lere+Parado+NTB..jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6339945357497656649.post-1649262423466159518</id><published>2008-02-10T21:12:00.001-08:00</published><updated>2008-02-10T21:12:49.864-08:00</updated><title type='text'>Insan Kamil</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;Bismillahirrahm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;ā&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;nirrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;įm&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 16pt; COLOR: green; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bodoni MT Black&amp;#39;; mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;IKHWÃNUSH-SHAFÃ:&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-SIZE: 20pt; COLOR: green; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bodoni MT Black&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;INSAN KAMIL ITU IMAM MAHDI&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;Bodoni MT Black&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Oleh: Ki Waras Jagat Pakuan&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;span lang="FI" style="FONT-FAMILY: &amp;#39;Bodoni MT Black&amp;#39;; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&amp;nbsp;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;Ikhw&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;ā&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;n Ash-Shaf&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;ā&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 14pt; BACKGROUND: green; COLOR: yellow; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-highlight: green; mso-ansi-language: SV"&gt;' Dalam Lintasan Sejarah Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt;Ikhwānush-Shafā'&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="FONT-SIZE: 13pt; LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: &amp;#39;Bookman Old Style&amp;#39;; mso-ansi-language: SV"&gt; yang berarti "persaudaraan yang suci bersih" adalah sekelompok ahli fikir yang beranggotakan para ilmuw
